
Beberapa menit setelah Ki Jaka pergi dari rumah Pak Bahari. Akhirnya Kirana pun siuman. Bu Ratna sangat senang melihat anak nya sadar.
" Kirana, syukurlah akhirnya kamu sadar juga. " Bu Ratna segera mengambil air jampi dari Ki Jaka tadi.
Lalu ia memberikan nya pada Kirana. Kirana pun segera minum air itu tanpa mengetahui kalau yang ia minum adalah air jampi dari Ki Jaka.
" Aww.." Kirana merasakan perih di mulut nya.
Wajar saja ia merasakan sakit di bagian mulut, saat kerasukan tadi dia melahap ayam mentah bahkan mengigit cangkang kelapa yang keras.
" Kenapa nak? " tanya Bu Ratna khawatir.
" Mulut ku sakit, apa aku sariawan..aww..aduh.." Kirana meringis.
Bu Ratna baru menyadari kalau mulut Kirana terluka akibat kerasukan tadi.
" Bi tolong ambilkan obat tetes sariawan di kotak obat. " pinta Bu Ratna pada Bi Sari.
" Baik. " lalu Bi Sari segera keluar membawa kotak obat yang berada di ruang tengah.
Tak lama ia pun kembali ke kamar dan menyodorkan obat sariawan pada Bu Ratna.
Kirana meringis saat Bu Ratna meneteskan obat di beberapa bagian rongga mulut nya.
__ADS_1
" Apa yang sebenarnya terjadi, Bu ? " Tanya Kirana sedikit heran karena awalnya dia tidak sariawan sama sekali.
" Sudah lah kamu jangan mikirin apa-apa dulu. Yang penting sekarang kamu sembuh. " Ucap Bu Ratna mengelus punggung Kirana.
" Tapi Kirana mau tau, apa sebenarnya yang makhluk itu inginkan? " Kirana keukeuh penasaran.
Bu Ratna melirik ke arah Pak Bahari yang juga ada di sana. Dari tadi suaminya itu hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Kata Ki Jaka, makhluk itu ingin sesajen. Udah itu aja." jawab Bu Ratna singkat.
Kirana masih tidak mengerti, masa hanya karena ingin sesajen . Sedangkan Novi berkali-kali bilang kalau dirinya di ganggu oleh arwah leluhurnya dan pasti ada maksud di balik semua ini. Kirana teringat setiap ucapan Novi.
Dia pun mengutarakan semua pada Pak Bahari juga Ibu nya tentang apa yang Novi katakan.
" Ini lagi bualan apalagi. Yang barusan saja prediksi si paranormal udah gak masuk akal, di tambah bualan anak SMA. " Bagas memutar mata malas.
" Lalu saat Malika menemui kamu di rumah sakit apa itu masuk akal? Kedatangan arwah Malika dan Satriyo kesini juga hanya lelucon? Menurutmu kecelakaan yang tak jelas sebab akibat nya pun itu juga hal biasa?? " Kirana menatap Bagas penuh intimidasi.
Bagas gelagapan di serang oleh pernyataan yang di lontarkan Kirana.
" Perlu kamu tau, arwah Malika masih saja membuntuti mu. " Lanjut Kirana kesal.
Lidah Bagas semakin kelu mendengar ucapan Kirana. Bulu kuduknya seketika merinding, namun dia coba menyembunyikan segala ketakutan nya.
__ADS_1
" Sudah-sudah. " Pak Bahari melerai mereka.
" Kirana, yang nama nya setan bisa menipu kita dengan berpura-pura sebagai arwah leluhur. Siapa tau Novi terkecoh oleh mereka. " lanjut Pak Bahari.
" Kirana akan memastikan dan mencari tau semuanya. Kirana harap Ayah jujur, sebenarnya apa yang pernah terjadi di keluarga nenek moyang kita. Terutama leluhur Ayah. " Kirana seolah memiliki feeling tajam akan hal itu.
" Jangan berfikir yang tidak-tidak. Sudah lah sekarang fokuskan kesembuhan kamu saja. " Tegur Pak Bahari .
Lamunan Pak Bahari seketika berkelana ke masa lalu, masa kecilnya. Dia mengingat bahwasanya keluarga Ki Demang dan Dewi Larasati memang memiliki ilmu turun temurun dari leluhurnya. Baik dari pihak Ki Demang ataupun dari pihak keluarga Dewi Larasati.
Terutama Nyi Laksmi, Ibu dari Dewi Larasati lebih tepat nya nenek moyang Pak Bahari. Beliau menganut ilmu hitam yang harus diturunkan di setiap keturunan mereka terutama anak perempuan di keluarga itu.
Dari dulu Pak Bahari memang tidak sepaham dengan aliran yang menurutnya sesat yang di anut oleh kedua orang tuanya. Maka nya setelah dewasa ia lebih memilih untuk tinggal dan mencari peruntungan di kota.
Dia risih dengan bullyan orang-orang kampung yang mengatakan kalau keluarganya melakukan pesugihan untuk kejayaan sampai tujuh turunan.
Maka dari itu Pak Bahari jarang sekali pulang ke tempat kelahirannya, saat dia kecil mungkin hanya bisa diam dan tak mengerti cemoohan orang-orang namun semakin dewasa dia berfikir bahwasanya apa yang di desas desuskan oleh penduduk ada benarnya juga.
Berapa kali Pak Bahari memergoki kedua orang tua nya melakukan ritual di sebuah kamar khusus di rumah itu.
Saat ini dia tidak mungkin mengatakan hal itu pada anak dan istrinya. Dia tetap akan merahasiakan latar belakang keluarga nya, lagi pula dia sendiri pun tak ikut-ikutan menganut ilmu leluhurnya itu.
Pak Bahari ingin hidup normal seperti yang lainnya, ia sering mengatakan hal itu pada Mang Nur sejak dulu.
__ADS_1
Hanya Mang Nur tempatnya bercerita dari dulu sampai sekarang, Pak Bahari menganggap Mang Nur seperti Orang tua angkat nya.
Mang Nur juga satu-satu nya orang luar yang tau rahasia serta ilmu yang di miliki oleh keluarga Ki Demang. Beliau tau persis latar belakang keluarga Pak Bahari hingga beliau di jadikan orang kepercayaan nomor satu di keluarga itu dari dulu.