
" Bi Sari , kita harus masak banyak sore ini. Soalnya Bagas akan datang bersama teman-teman nya. " Ujar Bu Ratna.
" Baik Nyonya. " Ucap Bi Sari sambil membawa beberapa bahan masakan yang baru di keluarkan dari lemari es.
" Kirana boleh bantu kalian masak ? " Tanya Kirana .
Bu Ratna menatap lembut putrinya, lalu tersenyum.
" Tentu saja boleh, Nak . " jawab Bu Ratna sambil mengacak sedikit rambut Kirana.
" Kamu potong sayuran aja yah. " lanjut Bu Ratna sambil membawa beberapa sayuran di nampan.
Kirana segera meraih sayuran itu lalu memotong nya. Dia mulai bosan dengan keseharian nya yang terus berada di rumah. Dia sudah tidak sabar ingin kembali sekolah. Tapi orang tua nya belum mengizinkan.
Kirana hanya mengerjakan tugas sekolah di rumah, sesuai apa yang Guru nya kirim lewat handphone. Setelah tugas selesai dia tak punya kegiatan lain.
Kirana ingin sekali berkumpul lagi dengan teman-teman nya terutama Novi dan Fathir.
Novi. Kirana teringat pada sahabatnya itu. Sekarang Kirana dengar Novi sakit setelah mengantar nya kemarin. Kirana merasa bersalah karena sudah membuat Novi sakit. Kalau saja dia diperbolehkan pergi menengok Novi, tentu saja Kirana akan senang.
Tapi lagi-lagi Kirana tidak di izinkan. Apalagi setelah mereka melihat Novi kerasukan saat itu.
__ADS_1
Kirana juga ingin sekali bertemu Fathir. Entah kenapa akhir-akhir ini Kirana sangat merindukan sosok Fathir. Cowok itu selalu membuatnya lebih kuat saat menghadapi situasi sulit.
Fathir sendiri belum punya alasan untuk berkunjung ke rumah Kirana. Dia juga malu jika harus setiap hari datang ke rumah gadis pujaannya itu.
Walaupun sebenarnya orang tua Kirana pasti sangat senang jika ia mau datang menemani putri mereka.
Kirana dan Fathir sama-sama menahan rasa rindu mereka. Hanya lewat chat mereka saling menanyakan kabar, dan sesekali menelpon untuk bisa melepas rasa kangen dinantara mereka. Sekalipun Kirana ataupun Fathir tak pernah jujur akan apa yang sedang membelenggu perasaan masing-masing.
****
Bagas dan yang lainnya sudah siap berangkat. Cuaca sore itu memang sudah mendung dan jelas sekali akan turun hujan.
" Mendung nih. " Ucap Yanuar.
" Iya lah hujan air masa hujan duit, yang ada lu jadi pergi keliling dunia nanti. " Timpas Aryo.
Kedua makhluk itu memang kalau bicara suka lupa bawa saringan. Maen srobot dan asal mangap saja. Kalau dibandingin kentut lebih baik sepertinya.
" Bukan gitu. Apa gak bahaya kita bawa motor ke sana, apalagi kata Bagas jalan nya ada yang butut terus licin pula. " Terang Yanuar.
" Santey aja Bro jalan nya. Kita jangan berpencar. Usahakan terus sama-sama. " Kata Bagas yang kali ini ada benarnya.
__ADS_1
Arumi mematung menatap teman nya satu persatu. Ada hal yang tak biasa yang ia rasakan saat ini. Tapi dia tidak tau pasti apa sebenarnya yang ia lihat di bawah kesadaraannya itu. Ada sekelebatan bayangan peristiwa yang melintas di benak nya. Ada keraguan yang menyergap di hati.
Entah itu firasat baik atau buruk. Suara petir menggelegar di atas cakrawala. Serentak semua muda mudi itu menoleh ke atas. Langit mulai menghitam namun hujan belum nampak turun saat itu.
" Ayo cabut sekarang. Kalian jangan lupa cek lokasi yang sudah gue share di handphone. " Ujar Bagas yang sudah berada di atas motor mewah nya dengan Malika yang berada di belakang sambil memeluk nya.
Arumi dan Yanuar mengacungkan jempol. Mereka berdua yang memang di bonceng oleh Aryo dan Satriyo. Bertugas mengecek lokasi yang sudah Bagas share.
BREM BREM BREM
Mereka pun melaju cepat. Bagas berada di posisi depan, sedang motor Satriyo dan Aryo di belakang mengikuti nya.
Mereka membelah jalanan yang nampak lengang. Jalur ke Desa Jatiasih memang jarang di lintasi banyak kendaraan. Sehingga membuat mereka leluasa menguasai jalanan.
Sepertiga jarak yang baru di tempuh, hujan deras mulai mengguyur tubuh mereka. Untungnya mereka sudah mengenakan jas hujan.
Kabut pun menyelimuti jalan yang mereka lewati sehingga mengganggu sedikit penglihatan mereka.
Satriyo menancap gas menyeimbangi kecepatan kendaraan Bagas. Mereka pun kini sejajar beriringan. Sementara Aryo masih jauh tertinggal di belakang.
Aryo tetap mendengar instruksi dari Arumi, untuk tetap mengutamakan keselamatan dan tidak ugal-ugalan seperti yang di lakukan teman nya yang lain. Arumi semakin merasakan firasat di hati nya. Untuk itu ia tetap mengingatkan Aryo di sepanjang perjalanan.
__ADS_1
Mereka pun kini mulai memasuki kawasan hutan di samping kiri dan kanan. Dimana Novi pernah kerasukan saat melintasi area tersebut.