KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
TABIR MISTERI


__ADS_3

Kirana menunggu kedatangan Ayah nya. Ia perlu bicara tentang kejadian semalam, entah mimpi atau bukan. Yang pasti dia tetap harus menanyakan pada Ayah nya tentang semua yang di perbincangakan oleh Nyi Laksmi dan Dewi Larasati .


Dia berusaha menahan diri untuk tidak mengatakan hal itu pada Ibu nya, Kirana yakin Bu Ratna tidak mengetahui semuanya. Apalagi selama ini Pak Bahari seolah menutupi sesuatu dari mereka.


Terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah, Kirana segera berlari keluar. Dia menunggu Ayahnya di depan rumah. Terlihat Pak Bahari mulai turun dari mobil dan mendekat ke arah nya.


" Tumben kamu di sini, sengaja menunggu Ayah pulang? " Tegur Pak Bahari.


" Iya, ada yang ingin Kirana bicarakan sama Ayah. Tapi hanya kita berdua. " Kirana melihat ke sekeliling memastikan tak ada seorang pun di sana.


Bu Ratna tengah berada di dapur bersama Bi Sari. Sementara Mang Nur kembali ke belakang setelah membuka kan gerbang untuk majikan nya.


Pak Bahari mengernyitkan kening, firasat nya mengatakan Kirana ingin mengatakan hal yang tidak di ketahui oleh orang lain. Dia pun menaruh curiga kalau anak nya itu akan bertanya tentang latar belakang keluarga nya dulu.


" Ada apa ? " Tanya Pak Bahari.


" Ayah pernah dengar ilmu Trisaka Mayang ? " Selidik Kirana.


" A-apa itu ? " Pak Bahari sedikit gelagapan.


Kirana semakin curiga dengan sikap Ayah nya yang seperti ini. Tak biasanya beliau bersikap seperti orang yang takut ketauan akan rahasia nya.


" Ilmu yang di turunkan turun temurun dari nenek moyang Ayah. Kirana yakin Ayah tau tentang ini, dan sengaja menutupi nya dari kami. " Mata Kirana semakin mengintimidasi.

__ADS_1


" Sudah lah, jangan ngomong yang aneh-aneh. Ayah capek mau istirahat. " Pak Bahari segera masuk rumah, guna menghindari pertanyaan Kirana yang makin memojokan diri nya.


Kirana hanya menggelengkan kepala nya pelan. Dia tau jika Ayah nya memang sengaja merahasiakan semua ini, padahal hal itu akan berakibat fatal untuk keluarga ini terutama Kirana.


Ada rasa kecewa di dalam hati Kirana, apakah Ayah nya tak tau jika hal ini menyangkut diri putri nya. Sebenarnya apa yang membuat Pak Bahari tak mau menguak rahasia yang ia simpan sendiri, hingga tak boleh seorang pun tau sekalipun orang terdekat nya.


Kirana menghela nafas dan membuangnya kasar. Dia kembali masuk rumah dan menuju kamar nya.


Kirana menghempaskan tubuh nya di atas ranjang. Lamunannya mengingat setiap perkataan Nyi Laksmi secara detail. Dia teringat dengan satu kata yang cukup janggal . Tumbal ?


' Apakah keluarga ini melakukan pesugihan? apakah banyak tumbal dari kekejian ilmu turun temurun itu ? ' gumam nya dalam hati.


Setau nya orang yang melakukan pesugihan akan memerlukan tumbal atau korban guna melancarkan niat pesugihannya. Dari sana mereka akan mendapat kan kekayaan.


" Tidak..itu cuma mimpi buruk Kirana." lirih nya.


Tapi tetap saja dia butuh pendapat dari seseorang tentang hal ini. Kirana teringat pada Novi. Ya..dia pasti tau apa yang sebenarnya terjadi.


Kirana segera mengambil telpon seluler dan mencari nama Novi di daftar kontak. Setelah menemukannya ia segera menelpon.


" Nov..aku butuh bantuan mu." Sahut Kirana setelah Novi menerima panggilan nya.


Kirana pun menceritakan semua nya pada Novi. Sedetail mungkin ia ceritakan, berharap Novi bisa menguak tabir misteri keluarganya.

__ADS_1


" Sekarang aku tau siapa yang mengganggumu selama ini dan apa maksud dari semua ini. " Ucap Novi di sebrang telepon.


" Apa itu? Cepat katakan. " Kirana tak sabar.


" Aku pernah bilang kalau yang mengusik mu slama ini adalah arwah leluhur mu, itulah tujuan mereka..untuk menurunkan ilmu yang akan mereka wariskan pada mu. Sementara makhluk astral yang lain nya mengusik mu, karena mereka adalah tumbal atau korban dari ulah keluargamu. Maaf kalau akau harus bicara seperti ini. " Terang Novi.


Kirana terdiam tak bersuara sedikit pun. Tenggorokan nya seolah tercekat, lidah pun kelu dan tak mampu berucap.


" Sebenarnya hal ini sudah lama sekali menjadi perbincangan penduduk desa Jatiasih. Sejak kecil saya sering mendengar desas-desus tentang keluarga Ki Demang. Saat itu memang banyak sekali korban berjatuhan termasuk para pekerja Ki Demang sendiri. Banyak orang yang tak berdosa mati secara tiba-tiba tanpa ada sebab yang pasti. Tapi semenjak Ki Demang dan istri nya meninggal. Desa ini mulai aman. Tak ada lagi tumbal dan tak ada lagi korban yang meninggal tanpa sebab. " Ucap Novi panjang lebar.


Tanpa sadar Kirana menjatuhkan ponsel yang berada di tangan nya. Tatapan nya kosong, dia benar-benar terpukul mendengar penuturan Novi.


Sementara Novi kebingungan karena sahabatnya Kirana tak berbicara sama sekali walaupun ia telah memanggil nya berkali-kali. Terpaksa ia pun segera memutus telepon. Novi khawatir terjadi sesuatu pada Kirana, dia menyesali ucapan nya tadi. Harusnya dia tak segamblang itu menceritakan semua pada Kirana.


Sementara Kirana masih terpaku, perasaan nya kacau. Antara sedih, kecewa, takut dan marah semua bercampur di hati nya. Jika diri nya memang di pilih untuk menjadi pewaris ilmu sesat itu, pastinya dia akan menolak mentah-mentah.


Tapi bagaimana cara nya agar dia bisa menaklukan makhluk-makhluk itu? Sedang dia sendiri saja masih ketakutan saat melihat sosok mereka. Dan apa yang harus ia lakukan pada arwah yang menjadi korban kekejaman keluarga nya.


Butiran bening berhasil lepas dari pelupuk mata indah nya. Ia sangat tertekan dan semakin tertekan Pada siapa ia harus minta bantuan dan mencari solusi masalah ini, sedang Ayah nya sendiri yang jelas tau semuanya pun tak pernah mau berterus terang.


Kirana menelungkup di atas ranjang, dan menangis sejadi-jadi nya. Rasanya ingin sekali berteriak dan meluapkan kemarahan nya pada keluarga ini.


Tabir misteri ini pun akhirnya terkuak, apa yang terjadi pada diri nya selama ini adalah ulah dari nenek moyang nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2