
Di rumah Mang Nur. Lelaki tua itu terdiam melamun setelah menerima pesan dari Bu Nuri tentang Fathir yang sudah mengetahui penyebab kematian Ayah nya.
Bagaimana pun dirinya terlibat dalam peristiwa belasan tahun lalu. Selama ini Fathir sudah ia anggap seperti anak kandung nya sendiri, ia merasa punya tanggung jawab pada Fathir.
Saat Fathir kecil sempat putus sekolah karena terkendala biaya, mengingat Bu Nuri sebagai single parent yang harus membiayai dan membesarkan anak itu sendiri.
Dari situ Mang Nur mulai sadar bahwa apapun yang terjadi pada Fathir adalah tanggung jawab diri nya. Sebagai tanda permohonan maaf, beliau pun membantu biaya sekolah Fathir dan semua kebutuhan anak itu.
Usia Fathir sebenarnya lebih tua dari Bagas namun karena ia pernah berhenti sekolah beberapa tahun, jadi sekarang dia setingkat dengan Kirana di sekolah.
__ADS_1
Mang Nur tak bisa membayangkan bagaimana kemarahan Fathir terhadap diri nya saat ini setelah mengetahui kebenaran di masa lalu.
Saat itu Mang Nur tak bisa membela keluarga nya sendiri dan lebih memihak keluarga Ki Demang. Padahal ia sendiri tau kalau Ayah Fathir menjadi tumbal terakhir keluarga itu, tak lama kemudian Ki Demang dan Dewi Larasati meninggal karena kecelakaan.
Mang Nur sejak dulu di rawat oleh keluarga Dewi Larasati, beliau sudah di angkat anak oleh Nyi Laksmi.
Dari sanalah beliau punya hutang budi pada keluarga tersebut dan menjadi keprcayaan serta tangan kanan Nyi Laksmi juga Dewi Larasati.
Mang Nur sendiri bingung saat itu, siapa yang harus ia bela antara keluarga Ki Demang atau keluarga kakak ipar nya. Karena beliau takut menerima kemarahan majikan nya jika membeberkan apalagi menentang Ki Demang, maka dari itu beliau lebih memilih bungkam dan membiarkan Ayah Fathir menjadi korban pesugihan keluarga itu.
__ADS_1
Bi Sari pun sebagai adik kandung Bu Nuri tak bisa berbuat banyak. Dia harus patuh pada suami nya, juga majikan nya. Jika tidak kemungkinan besar mereka pun akan menjadi tumbal keluarga itu. Dilema , kesedihan, penyesalan, ketakutan semua bercampur aduk memenuhi hati suami istri tersebut.
Bahkan antara mereka dan Bu Nuri sempat ada perpecahan karena masalah itu. Keadaan kembali membaik setelah Fathir tumbuh besar dan harus bersekolah. Mang Nur mulai mengutarakan niat nya untuk membantu perekonomian Bu Nuri.
Walau dengan berat hati Bu Nuri menerima bantuan dari nya. Jika di bandingkan dengan perbuatan nya pada keluarga Bu Nuri mungkin tak seberapa. Tapi Bu Nuri juga tak bisa egois, putra nya butuh pendidikan. Dia harus mengikhlaskan semua dan memaafkan Mang Nur juga Bi Sari.
Walau jauh di lubuk hati nya masih tersimpan dendam dan kebencian pada keluarga Ki Demang. Dia mengubur dalam semua itu dan merahasiakan pada Fathir putra semata wayang nya yang di tinggalkan oleh Ayah nya sejak usia kandungan baru satu bulan di rahim Bu Nuri.
Malam semakin larut, Mang Nur masih gelisah memikirkan perasaan Fathir yang pasti hancur saat ini.
__ADS_1
Begitupun Bu Nuri di kediaman nya, ia kembali membuka kenangan pahit yang selama ini ia kubur dalam-dalam. Bahkan kini putra nya pun tlah mengetahui kenyataan ,yang pasti nya akan sangat terpukul dan bersedih.