KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
TAK SEPAHAM


__ADS_3

" Fathir kamu sudah dengar kalau Pak Bahari mengundang Ki Jaka untuk mengobati Kirana ? " Ujar Novi saat berada di kantin sekolah.


" Aku tau dari Mang Nur. " Ucap Fathir sambil menyuapkan mie ayam ke dalam mulut nya.


" Apa pendapatmu ? " Tanya Novi.


" Maksudnya? Pendapat tentang apa? " Fathir malah balik bertanya.


" Ki Jaka bilang kalau Kirana di ganggu oleh makhluk halus karena makhluk itu ingin di beri sesajen. Menurutmu bagaimana ? " Novi menyeruput es teh manis nya.


" Yang jelas aku kurang sreuk kalo Kirana di obati sama dukun. Harusnya keluarga mereka manggil ustad bukan dukun. Yah gitu jadinya..malah harus ngasih sesajen segala sama makhluk halus. Mending makanan nya di bagikan sama orang yang membutuhkan. " Ucap Fathir yang tak sepaham dengan Mang Nur.


" Mamang mu sendiri kan yang mengusulkan memanggil Ki Jaka. " kata Novi.


" Iya Mang Nur yang mengusulkan itu, mungkin karena mereka percaya pada Beliau. Kalau saja aku bisa ngasih saran ke mereka pasti aku anjurkan buat manggil Ustad. Apa boleh buat, aku tak punya andil . " Fathir mengangkat sedikit bahu nya.

__ADS_1


" Ya kenapa gak kamu coba kasih masukan lewat Mang Nur. " Novi mulai gemas.


" Hish..Mang Nur punya keyakinan yang berbeda dengan ku. Beliau sangat percaya Paranormal apalagi sama yang nama nya Ki Jaka. " Gerutu Fathir.


" Kita lihat saja bagaimana perkembangan Kirana nanti. " Lanjut Fathir sambil memasukan suapan terakhir nya.


" Huft..aku harap Kirana lekas sembuh." Ujar Novi.


" Menurut kamu sendiri gimana? Apa prediksi Ki Jaka sesuai dengan apa yang kamu lihat lewat mata batin mu? Kamu indigo kan, pasti tau lah dan bisa menafsirkan apa yang sebenarnya terjadi. " Tanya Fathir.


" Terus ? "


" Yang jadi teka-teki di sini. Pertama, apa maksud leluhurnya itu terus menerus mengikuti Kirana bahkan sampai membuatku kerasukan di sekolah. Pasti ada yang ingin dia sampaikan . Kedua, arwah penasaran yang lain pun malah ikut mengusik Kirana. Nah kalau yang ini sudah terjawab, ada kemungkinan mereka hanya ingin sesajen. " Ucap Novi panjang lebar.


" Jadi jika keinginan hantu-hantu lain terpenuhi dengan menyediakan sesajen berarti tinggal mencari maksud kehadiran arwah nenek moyang Kirana. " Tukas Novi melanjutkan perkataan nya.

__ADS_1


" Kamu sependapat dengan Ki Jaka ? Mengharuskan menyediakan sesajen untuk mereka? " Fathir terkekeh.


" Terserah..kalau masalah itu tak sepaham dengan mu, kita punya cara pandang yang berbeda akan hal itu. Yang jelas makhluk- makhluk itu takan menagih sesajen jika tidak terbiasa di berikan tadi nya. Dengan kata lain tradisi sesajen memang pernah di lakukan oleh keluarga Kirana terdahulu." Novi cukup mempunyai alasan yang kuat akan hal itu.


" Bisa jadi. " Fathir memijat pusing keningnya.


Dia seakan harus membenarkan hal yang tak sepaham dengan nya. Nampaknya apa yang di katakan Novi masuk akal juga.


Tugas mereka hanya tinggal mencari tau tentang keinginan arwah nenek moyang Kirana. Hal yang tidak terungkap bahkan tak terjangkau oleh penerawangan Ki Jaka.


Biarlah Ki Jaka mengatasi makhluk halus yang lainnya walaupun harus menyediakan sesajen. Paling tidak satu masalah teratasi. Fikir Novi dan Fathir.


Namun di sisi lain kebenarannya tidak seperti yang mereka fikirkan. Sebenaranya Ki Jaka pun tau bahwasanya arwah nenek moyang Kirana pun menjadi sebab akan tergoncangnya jiwa gadis itu.


Hanya saja Ki Jaka tak berani mengusik leluhur keluarga Ki Demang dan Dewi Larasati. Akan berakibat fatal jika dirinya ikut campur dengan urusan keluarga mereka. Apalagi jika harus membeberkan semua nya.

__ADS_1


__ADS_2