
TOK..TOK..TOK..
Bi Sari segera membuka pintu ruang utama. Nampak Novi dan Fathir datang kerumah Kirana.
Bi Sari mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu. Lalu memanggil Kirana yang sedang berada di kamar.
Kirana sangat senang saat mengetahui kalau kedua sahabatnya datang kerumah.
" Novi.." sambut Kirana merangkul sahabatnya.
Fathir hanya tersenyum melihat kedua gadis itu. Sementara Bi Sari membawa minuman serta makanan ke meja ruang tamu setelah di perintahkan Kirana.
Mereka bertiga bercengkrama, sesekali terdengar canda gurau yang di ikuti gelak tawa mereka. Kali ini Novi tak ingin membahas tentang hal yang akan membuat Kirana tertekan.
Novi dan Fathir datang kesana, ingin melihat kondisi Kirana dan berniat menghibur gadis tersebut agar sejenak melupakan apa yang sedang menimpa nya akhir-akhir ini.
Suara mereka sampai terdengar oleh Bagas dan Yanuar. Membuat kedua lelaki itu menghampiri mereka bertiga.
" Kalian rupanya . " Ujar Bagas saat sampai di ruang tamu.
Tatapan tak suka Bagas pada Fathir sangat jelas terlihat. Fathir tak perduli akan hal itu, ini bukan pertama kali Bagas bersikap menyebalkan pada nya.
__ADS_1
Justru yang membuat Fathir tak suka adalah kehadiran Yanuar di rumah ini. Apalagi saat ini Yanuar muncul bersama Bagas di ruang tamu.
Fathir menatap lekat Yanuar, begitupun Yanuar dia sedikit terganggu dengan kedatangan Fathir.
" Kak Bagas nagapain kesini ? Ganggu orang aja. " Ketus Kirana.
" Loh suka-suka gue..rumah gue.." Bagas mendelik ke arah Fathir.
Yanuar mengerti kalau Kirana tak menyukai kehadiran mereka berdua. Yanuar segera menarik lengan Bagas dan mengajaknya masuk ke dalam.
" Udah biarin mereka ngobrol. Kita main gitar di belakang. " Ucap Yanuar.
" Ck. " Bagas pun pergi dari hadapan mereka dengan wajah di tekuk.
Sementara itu Pak Bahari yang sedang beristirahat di kamar, nampak terus memikirkan masa lalu nya.
Berbagai peristiwa yang menimpa putrinya seperti ada sangkut paut dengan para leluhurnya.
Pertama Kirana pernah bilang kalau dia sering di nyanyikan sebuah lagu oleh Istrinya menjelang tidur, padahal Bu Ratna sang istri tak pernah melakukannya.
Lirik lagu yang pernah ia dengar dari mulut Kirana sama persis yang sering di lantunkan oleh Dewi Larasati atau lebih tepatnya Ibu Pak Bahari.
__ADS_1
Dari mana Kirana bisa tau lirik lagu itu? Pak Bahari makin pusing memutar otak nya. Apalagi jika harus menebak siapa kira-kira yang sering menyanyikan lagu itu pada Kirana menjelang tidur.
Pak Bahari sangat ingin menepis hati kecil nya yang seolah berkata kalau memang Ibu nya lah atau nenek Kirana sendiri yang melakukannya. Bahkan mungkin Nyi Laksmi nenek buyut Kirana.
Selain itu tentang kecelakaan yang menimpa Bagas beserta kawan-kawan. Lokasi kejadian yang sama persis dengan tempat kecelakaan Ki Demang dan Dewi Larasati puluhan tahun lalu.
Bahkan tak jelas penyebab kedua musibah tersebut. Peristiwa yang sama serta lokasi yang sama. Pak Bahari terus menelaah runtutan kejadian waktu demi waktu.
Berikutnya tentang sesajen yang harus selalu tersedia di malam jumat. Hal yang menjadi tradisi keluarga sejak jaman nenek moyang nya dulu, dan sekarang malah harus ia lakukan demi Kirana.
Ritual semacam itu sangat di tolak keras oleh dirinya. Tapi kali ini malah dia sendiri harus melakukannya.
Semakin Pak Bahari mengelak namun setiap persitiwa semakin menghubungkan antara masa lalu dengan saat ini. Seperti berkesinambungan.
Yang paling ia takutkan adalah, ilmu turun temurun leluhurnya. Ilmu hitam yang wajib di turunkan kepada setiap anak perempuan dari keluarga itu.
Nyi Laksmi yang mewarisi ilmu itu dari nenek moyang nya, lalu di wariskan pada Dewi Larasati, dan kini pada Kirana kah?? Pak Bahari cemas jika mengingat hal itu.
Ia sendiri tidak di warisi Ilmu Trisaka Mayang yang memang hanya wanita lah yang berhak mewarisi ilmu turun menurun itu.
Sebuah ilmu yang dipercaya untuk kejayaan, kewibawaan, kecantikan bahkan saat menjadi arwah sekalipun ia takan musnah.
__ADS_1
Sayangnya ilmu tersebut mempunyai syarat yang sangat kejam. Yakni mengorbankan setiap jiwa manusia. Jiwa-jiwa tanpa dosa menjadi tumbal agar Ilmu itu bisa mencapai titik puncak kejayaan.