KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
PERINGATAN


__ADS_3

Sementara di tempat lain.


Bagas dan kedua teman kost nya tengah bermain gitar di teras balkon. Bagas yang tau kondisi keluarga nya di kampung sudah mulai membaik, merasa lebih tenang hati nya.


Yanuar memainkan gitar, Bagas dan Aryo bernyanyi. Tanpa di sadari ada mata yang mengintai mereka.


Tiba-tiba lampu mati, Aryo segera masuk ke dalam untuk mencari telpon seluler nya yang di simpan di nakas.


" Aneh kok bisa mati lampu sih, rumah yang lain nyala, " gerutu Bagas.


" Jangan-jangan lo belum ngisi token listrik kali. " Ucap Aryo dari dalam sambil meraba-raba mencari benda pipih.


" Sembarangan !! Lagian kalaupun habis pasti sebelumnya ada bunyi peringatan, " ketus Bagas.


" Baru kemaren kan lu suruh gue beli token, udah gue beliin kok, " ucap Yanuar yang tak mau tertuduh.


" Tuh denger , " ucap Bagas kesal.


" Mungkin ada yang gak beres kali, kita cek dulu deh, " ujar Yanuar.


" Cepetan bawa Hp nya !!! " teriak Bagas.


Namun tak ada jawaban dari Aryo. Saat ini Aryo di kejutkan oleh sekelebatan bayangan dari arah pintu kamar.


Pencahayaan yang samar karena hanya ada sedikit cahaya yang masuk dari rumah sebelah.


" Yo..kok gak nyahut ? " Yanuar sedikit penasaran.


" I-iya ini gue udah dapet Hp-nya. " Aryo segera menyalakan senter Hp.


Namun yang pertama tersorot adalah satu sosok wanita tua yang berada tepat di hadapan nya. Dengan jarak yang cukup dekat.


Aryo tersungkur karena wanita tua itu membanting tubuh nya sampai terperosok ke dekat ranjang.

__ADS_1


Brruuukkk


" Hei suara apa itu? " Yanuar segera masuk ke kamar di ikuti Bagas.


" A-awas...ada..setan !!! " gumam Aryo sambil memegangi pinggang nya yang sakit karena terlempar.


Yanuar dan Bagas terperanjat. Dengan cahaya yang minim mereka saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Bagas.


Bagas enggan menoleh ke belakang, dia tau itu pasti sosok setan yang di katakan oleh Aryo.


Yanuar merasakan bulu kuduk nya merinding, dan seperti ada yang meniup leher nya.


Aryo mencoba bangkit, dan memberitahu siapa yang ia lihat barusan.


Namun sosok itu lebih dulu menampakan diri di antara mereka. Cahaya merah muncul di tengah ruangan tersebut. Lalu menjelma menjadi Nyi Laksmi dengan suara tawa yang melengking dan menyeramkan.


Sontak Yanuar juga Bagas mundur beberapa langkah.


" Kau..harus ikut dengan ku. " telunjuk dengan kuku yang panjang dan runcing mengarah pada Bagas.


Lampu pun menyala dengan sendiri nya. Yanuar dan Aryo segera mengangkat tubuh Bagas yang tergeletak di lantai, dan membaringkan nya di ranjang.


Yanuar mengecek keadaan Bagas. Nafas dan Nadi Bagas masih berdenyut tapi lelaki itu tak kunjung sadar. Padahal sudah bermacam cara Aryo lakukan untuk menyadarkan sahabatnya tersebut.


Yanuar segera menghubungi Pak Bahari. Menceritakan peristiwa yang baru saja mereka alami, dan memberitahu keadaan Bagas.


Tentu saja kabar itu membuat Pak Bahari dan keluarga panik. Mereka lupa tidak mengingatkan Bagas untuk selalu beribadah dan mendekatkan diri pada Sang Khalik.


Mereka terlalu fokus pada orang-orang yang berada di rumah. Mereka fikir Bagas yang berada di kota akan aman-aman saja.


Lagi-lagi mereka lalai dan lengah. Pak Bahari meminta Aryo dan Yanuar menjaga Bagas dan memanggilkan dokter untuk memeriksa Bagas. Pak Bahari mengirimkan nomor telpon salah satu dokter yang biasa ia panggil saat tinggal di kota. Nama nya Dokter Frans.


Karena belum terlalu larut, Aryo pun segera menelpon dokter Frans.

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter itu pun datang setelah di beri alamat lengkap oleh Aryo.


Dokter Frans memeriksa Bagas. Nampak dahi nya di kerutkan saat tak menemukan penyakit apapun dalam tubuh Bagas.


" Bagas baik-baik saja. Kenapa dia bisa tak sadarkan diri ? " tanya dokter Frans.


Yanuar dan Aryo hanya saling berpandangan, mereka tak mungkin menceritakan kejadian tadi pada dokter itu. Rasanya ia takan percaya.


" Saya juga tidak tau dok. Bagas tiba-tiba saja pingsan, " kata Yanuar kikuk.


" Mungkin dia kelelahan saja. Nanti berikan vitamin ini kalau Bagas sudah siuman. Kalau ada apa-apa segera hubungi saya. Saya permisi dulu. " Ucap dokter Frans sambil menyodorkan beberapa kaplet.


Aryo dan Yanuar hanya manggut-manggut dengan kompak. Dokter Frans pun segera meninggalkan mereka.


Mereka berdua benar-benar kebingungan, apa yang harus mereka lakukan. Pak Bahari menyarankan mereka berdua untuk mengaji sembari menjaga Bagas.


Karena waktu sudah malam beliau tak mungkin datang ke kostan. Pak Bahari mempercayakan semua nya pada Yanuar, beliau benar-benar meminta tolong agar Yanuar merawat anak nya. Yanuar pun dengan senang hati membantu Pak Bahari.


Jika keadaan tak kunjung membaik, dan Bagas tak juga siuman maka besok subuh Pak Bahari akan segera ke kota.


Sementara Kirana yang mendengar kabar perihal Kakak nya, ia segera menghubungi Ustadz Sahir. Menurut beliau Kirana di haruskan lebih khusuk lagi berdzikir agar di beri petunjuk oleh Allah SWT. Ustadz Sahir meyakinkan pada nya kalau Tuhan akan memberi jalan keluar melalui Kirana.


Semua itu karena Nyi Laksmi memang mengincar Kirana. Jadi hanya Kirana lah satu-satu nya orang yang bisa mengatasi semua itu. Kirana sebagai umpan sekaligus sebagai penghancur bagi Nyi Laksmi. Begitulah penjelasan Ustadz Sahir melalui telepon.


Ustadz Sahir akan membantu nya dari kejauhan. Memohon dan berdo'a untuk perlindungan serta kemudahan saat Kirana menjalankan dzikir.


Di tempat lain, Arumi pun ikut memantau apa yang sedang terjadi. Dia merasakan firasat tak enak, setelah mengubungi Aryo dia pun akhirnya tau penyebab firasat buruk nya itu.


Aryo juga Arumi sebagai jalan bertemu nya Kirana dengan Ustadz Sahir. Mereka berdua benar-benar di benci oleh Nyi Laksmi. Maka dari itu Aryo sempat di banting hingga terlempar karena ulah nya. Tapi Nyi Laksmi tak bisa mengganggu Arumi.


Benteng pertahanan Arumi sangat kuat dan sulit di robohkan oleh nya. Jangan kan untuk mengganggu nya, mendekati rumah nya pun sudah sangat membakar diri nya. Begitupun saat Nyi Laksmi berusaha mendatangi Ustadz Sahir.


Suara santri dan santri wati yang tak henti mengaji membuat nya tak bisa memasuki kawasan pesantren tersebut.

__ADS_1


Jalan satu-satu nya hanya bisa mendatangi Bagas untuk di jadikan ancaman Nyi Laksmi terhadap keluarga Pak Bahari.


Saat ini ruh Bagas di sandera di alam Kencana Mayang. Sengaja di bawa Nyi Laksmi untuk memberi peringatan pada Pak Bahari.


__ADS_2