KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
TAMAT


__ADS_3

Seketika ruangan pun penuh dengan asap tebal seperti kabut. Dua pancaran cahaya merah muncul di antara kepungan asap tersebut.


Rupanya itu adalah cahaya mata pemilik ilmu trisaka mayang. Bertubuh tinggi besar, berbulu tajam dan bertaring panjang. Ukuran tubuh nya lebih besar dari dua makhluk yang sebelumnya menghadang Kirana.


Dia menggeram sangat keras penuh kemarahan. Kirana terperanjat melepaskan cengkraman nya pada Nyi Laksmi.


Nenek tua itu tertawa melengking melihat mimik muka Kirana yang ketakutan.


Kirana mundur beberapa langkah menghindar dari sosok iblis yang makin mendekat ke arah nya.


Iblis itu melebarkan telapak tangan nya yang berukuran besar, seolah ingin menangkap Kirana dengan jemari nya.


Kirana terus menerus berdo'a, mulutnya tak henti mengucapkan ayat suci. Hati nya berpasrah pada Yang Kuasa. Dia percaya hidup dan mati nya hanya di tangan Tuhan, yang ia takutkan hanya Tuhan.


Kirana mulai mengenyahkan rasa takut dan keterkejutan nya melihat sosok iblis yang baru kali ini dia temui. Sosok paling mengerikan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.


' Ya Allah..lindungi hamba Mu dari gangguan setan yang terkutuk. Aku ataupun dia adalah ciptaan Mu. Aku serahkan semua nya pada Mu. ' batin Kirana.


Makhluk itu pun mencengkram tubuh mungil Kirana hanya dengan satu kepalan tangan.


Di tempat lain, Ustadz Sahir semakin memacu konsentrasi nya untuk membantu Kirana. Dia tau saat ini Kirana dalam bahaya. Tasbih yang ia pakai untuk berdzikir tiba-tiba saja putus.


" Astaghfirullah.. " lirih Ustadz Sahir sambil memunguti biji tasbih yang bertebaran di atas sajadah.


Begitu pun Arumi yang berada di rumah nya. Dia bisa memantau Kirana melalui indra ke enam yang dia miliki. Tak terasa air mata mengalir deras di pipi nya.


Arumi tak henti berdzikir memohon ampun serta memohon pertolongan untuk Kirana.

__ADS_1


Sementara it alam Kencana Mayang tiba-tiba tergoncang hebat, seperti gempa berkekuatan dahsyat mampu menghancurkan beberapa dinding bebatuan yang kokoh di istana tersebut.


Nyi Laksmi , Dewi Larasati serta Ki Demang menghindar dari puing bebatuan. Mereka nampak keheranan atas apa yang terjadi di alam nya. Hal yang tak pernah terjadi selama mereka berada di sana.


Kirana mengepalkan lengan, dia merasakan ada sesuatu dalam genggaman nya. Sesuatu yang muncul begitu saja. Dia yakin itu adalah cara nya untuk bisa lepas dari cengkraman sang iblis.


"AudzubillahHiminasyaitonirrajim,Bismillahirahmanirahim..." ucap Kirana seraya melempar biji-biji tasbih dari kepalan tangan nya ke arah iblis tersebut.


Seketika iblis itupun menggeram kesakitan melepaskan cengkraman nya. Kirana terjatuh ke lantai, untung saja dia belum di angkat terlalu tinggi oleh iblis tadi.


Iblis itu musnah, berubah menjadi satu cahaya merah seperti bola api yang kemudian lenyap.


Kini tersisa Nyi Laksmi, Dewi Larasati serta Ki Demang. Mereka tak percaya iblis yang selama ini mereka puja bisa hancur di tangan Kirana, yang seharusnya menjadi pewaris akhir Trisaka Mayang dan mengabdi pada iblis tersebut.


" Lancang...." teriak Nyi Laksmi.


Diri nya tau jika iblis itu musnah maka dia pun akan ikut musnah. Kirana segera mendekati Nyi Laksmi.


Berusaha menyelamatkan Nyi Laksmi agar bisa kembali ke alam yang seharusnya ia tempati setelah kehidupan di dunia. Melepaskan semua belenggu iblis yang menjerat diri nya.


Nyi Laksmi menjerit histeris. Seluruh tubuhnya terbakar, seperti api yang tersulut oleh bensin. Amarah, ketamakan, berbagai nafsu yang memenuhi jiwa nya terus menerus membakar diri nya.


Begitupun pada Ki Demang serta Dewi Larasati. Dalam hitungan detik mereka pun lenyap menjadi kepulan asap hitam. Kirana membulatkan kedua bola mata nya. Dengan nafas terengah-engah, tubuhnya teramat lemas karena mengeluarkan seluruh energi.


' Alhamdulillahirobil Alamin.." ucap Kirana, Ustadz Sahir serta Arumi serempak di ruang dan dimensi yang berbeda.


Kirana segera mendekat ke arah Bagas yang masih terbujur di pembaringan. Kirana mencengkram lengan Bagas, seketika tubuh Bagas hilang berubah menjadi cahaya putih kecil yang saat ini berada dalam genggaman Kirana.

__ADS_1


Gadis itu segera berlari karena bebatuan mulai berjatuhan. Bangunan tersebut akan hancur. Kirana bergegas keluar dari ruangan itu, mencari arah pintu keluar melewati lorong-lorong yang sudah mulai gelap.


Di belakang nya bebatuan terus berjatuhan seolah mengejar diri nya. Seketika ada sebuah cahaya menyilaukan mata nya dan tubuh nya menembus cahaya tersebut.


" Hhh..." Kirana mengatur nafas yang tak beraturan.


Dia pun akhirnya kembali ke dunia nyata dimana raga nya masih bersimpuh dengan tasbih dalam genggaman nya.


Kirana melihat kedua telapak tangan nya, mencari ruh Bagas yang tadi dia genggam. Tentu saja ruh itu sudah kembali pada raga nya, seperti diri nya saat ini yang sudah kembali ke jasad kasar nya.


Di ruang tengah ayah nya menerima telepon dari Yanuar yang memberi kabar bahwa Bagas sudah sadar. Kirana yang berada di kamar dan mendengar semua itu merasa lega. Dia tersenyum dan tak henti mengucap syukur.


Kirana meraih kitab suci dan memeluknya, tangis nya pun pecah. Banyak pelajaran serta pengalaman yang membuatnya semakin menebalkan keimanan nya.


Manusia takan berarti apa-apa tanpa ada nya Tuhan yang menciptakan. Apa yang ada pada diri manusia hanyalah titipan belaka, tak satupun miliknya.


Hanya dengan keimanan serta taqwa kepada Tuhan lah yang membuat manusia pantas di sebut makhluk paling sempurna di antara ciptaan Nya.


Allah Maha Besar, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun dan Maha Pemberi Pertolongan.


Tak akan ada kesia-sia an ketika manusia percaya kepada Tuhan Nya. Menyerahkan segala sesuatu perkara pada yang Kuasa setelah berusaha keras sebelumnya.


Kirana berdo'a agar leluhurnya bisa selamat dari siksa api neraka. Walaupun dia sendiri tidak tau kemana arwah leluhurnya lenyap, yang pasti dia percaya. Semua yang berasal dari Tuhan maka akan kembali pada Tuhan.


Perjalanan supernatural Kirana yang penuh dengan misteri menjadi akhir dari ilmu trisaka mayang, namun menjadi awal baru kehidupan Kirana dan keluarganya.


Peristiwa sepahit apapun adalah rezeky, karena Allah menyiapkan keindahan di balik semua nya.

__ADS_1


Kirana akan menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dia memutuskan untuk meneruskan sekolahnya dipesantren Ustadz Sahir.


Memperdalam ilmu agama adalah pilihan terbaik untuknya. Agar tetap istiqomah serta mengharap ridho dari Allah SWT.


__ADS_2