KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
DIA ADA DISINI


__ADS_3

Kirana bersi keras ingin menjenguk Kakak nya di rumah sakit. Dia merengek pada Bu Ratna agar mengizinkan nya pergi bersama Fathir. Sebenarnya Bu Ratna sudah memberitahu pada Kirana kalau dia akan di ajak menjenguk Bagas nanti setelah Pak Bahari bisa menjemput mereka. Saat ini Pak Bahari belum bisa meninggalkan Bagas di tambah lagi Yanuar yang belum kunjung sadar, beliau merasa bertanggung jawab atas kesembuhan Yanuar.


Pak Bahari masih menunggu hasil pemeriksaan dokter terkait luka berat yang di alami Yanuar. Jadi beliau belum bisa pulang ke rumah.


Setelah mendapat izin dari suami nya, Bu Ratna pun mengizinkan Kirana pergi bersama Fathir ke Rumah Sakit.


Fathir sudah menunggu Kirana di depan rumah, dia bergegas pergi saat Kirana menelpon dan memintanya untuk mengantarkan Kirana mengunjungi Bagas.


Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di Rumah Sakit. Kirana dan Fathir segera menuju ke ruangan Bagas setelah di beritahu oleh recepsionist.


" Kak Bagas.." Kirana memeluk Kakak nya yang tengah terbaring di ranjang.


Kirana menangis melihat Bagas dengan perban melilit di kepala nya. Dan beberapa luka lecet di bagian lain.


" Kirana, kamu sudah baikan ? " Tanya Bagas dengan rasa bersalah mengingat segala ucapan yang pernah ia lontarkan pada adik perempuan nya itu.


" Kakak jangan fikirkan aku dulu, sekarang yang terpenting kesembuhan Kakak sendiri. " Ucap Kirana sesegukan.


" Iya..makasih. " Kata Bagas seraya mengelus rambut Kirana.


Di ruangan yang sama Arumi yang masih berada di sana dan masih menunggu orang tua nya mengurus surat rujukan Rumah Sakit. Arumi terus memandangi Kirana.


Ada sesuatu yang ia lihat melalui mata batin nya. Namun ia tetap harus meyakinkan kalau apa yang ia lihat saat ini benar.

__ADS_1


" Ehm..maaf..kamu Kirana adik Bagas ? " Ucap Arumi tersenyum.


Kirana menoleh ke arah Arumi.


" Saya Arumi teman Bagas. " Lanjut Arumi memperkenalkan diri.


" Iya Kak Arumi, saya Kirana. " Kirana maju beberapa langkah dan menghampiri Arumi.


Kirana tidak sendiri, seseorang mengiringi langkahnya. Itu yang di lihat Arumi saat ini.


" Kamu ke sini sama siapa ? " Tanya Arumi pelan.


" Aku di antar Fathir, dia teman sekolah ku . " Jawab Kirana sambil menunjuk Fathir yang berada bersama Pak Bahari tepat nya dekat ranjang Bagas.


Sosok berkebaya merah yang berdampingan dengan Kirana melotot ke arah Arumi. Seolah memberi peringatan kepada gadis itu.


Kirana sedikit keheranan saat Arumi menatap ke arah samping kiri dimana Kirana berdiri. Karena jelas sekali tak ada seorang pun di dekat nya.


" Sebenarnya kedatangan kami ke Desa Jatiasih atas usulanku. Aku sendiri masih tak percaya kalau kedatangan kami kemari malah menjadi petaka. Sangat di sesalkan sekali . Beberapa pihak ada yang tak suka kami datang, apalagi niatan ku untuk memastikan keadaan kamu . " Kata Arumi yang kembali menatap tajam sosok berkebaya merah.


Kirana dan semua orang yang berada di ruangan itu tak mengerti apa maksud Arumi.


" Awalnya aku dengar dari Aryo kalau kamu sedang sakit. Aku tau betul apa yang menyebabkan mu sakit. Ada hal yang tak bisa di jelaskan secara langsung dan tak dapat di terima oleh logika. Apa itu benar ? " Tanya Arumi memastikan kalau dirinya tau apa yang terjadi pada Kirana.

__ADS_1


Tentu saja kata-kata Arumi sangat mengejutkan mereka terutama Kirana dan sosok makhluk astral yang terus memberi peringatan kepada Arumi.


" Apa Kakak seorang indigo ? Kak Arumi tau apa yang terjadi padaku padahal kita berada di tempat yang berbeda. Tapi kenapa Kakak bisa mengetahui semua nya? Apa yang Kakak katakan benar. " Selidik Kirana.


" Itu hanya firasat saja, dan tadinya Kakak ingin memastikan kebenarannya dengan mengajak teman-teman yang lain untuk touring ke sini. " Jawab Arumi.


" Tapi apa maksud Kak Arumi tadi. Katanya ada yang tak suka dengan kedatangan kalian kesini. " kata Kirana.


" Seseorang tak ingin kita bertemu. Tapi tetap saja, Tuhan lebih memiliki kuasa dari pada makhluk-Nya. Sekeras apapun mereka menghalangi, pada akhirnya kita bertemu juga. Dan Kakak bersyukur masih di beri kesempatan hidup. Tuhan masih menyayangi ku dan melindungi ku. " Arumi seolah menantang sosok gaib di hadapan nya.


" Seseorang? Siapa ? " Kirana semakin tak mengerti, begitupun yang lain hanya terdiam menyaksikan mereka berdua.


" Dia ada di sini. Suatu saat nanti kamu akan tau siapa dirinya. Kakak tidak bisa menjelaskan nya sekarang. Sosok itu tepat di sampingmu saat ini. " Kata Arumi pelan.


Kirana segera menoleh ke kanan dan kiri , namun tak dapat melihat siapapun. Namun Kirana bisa merasakan ada sesuatu di dekat nya tapi dia tak dapat melihat dengan kasat mata.


Orang tua Arumi dan Aryo masuk ke ruangan bersama beberapa perawat. Mereka akan segera di pindahkan ke Rumah Sakit lain.


" Kakak akan cari jalan keluar untuk masalah mu. " Bisik Arumi terakhir kali pada Kirana.


Arumi menaiki kursi roda dengan di bantu suster, dia kemudian berpamitan kepada Kirana dan yang lain. Lalu ia dan orang tua nya pun keluar dari ruangan itu.


Begitupun Aryo meninggalkan Rumah Sakit itu setelah berpamitan kepada Bagas, Kirana , Fathir dan Pak Bahari.

__ADS_1


Kirana memikirkan setiap perkataan Arumi tadi. Begitupun yang lainnya. Mereka berfikir dalam benak masing-masing mencerna apa yang sudah di katakan Arumi.


Kali ini tak ada penyangkalan dari Pak Bahari maupun Bagas perihal cerita berbau mistis. Karena mereka sendiri sudah mengalami kejadian yang tak masuk akal itu.


__ADS_2