KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
SESAJEN


__ADS_3

Pak Bahari dan Mang Nur segera pulang ke rumah setelah mendapat kabar tentang Kirana dari Bu Ratna.


Mereka memboyong Ki Jaka, paranormal yang cukup dipercaya oleh pribumi desa itu. Atas usulan Mang Nur , Pak Bahari menjemput paranormal tersebut sebelum pulang ke rumah.


Seorang laki-laki yang usianya tak jauh dari Mang Nur, dengan mengenakan pakaian serba hitam. Wajah nya sedikit garang, rambutnya bergelombang sebahu. Laki-laki itu bernama Ki Jaka.


Pak Bahari mengantar Ki Jaka ke kamar Kirana. Di sana sudah ada Kirana dan Bu Ratna terduduk di ranjang. Mereka berdua keheranan melihat sosok asing yang datang bersama Pak Bahari.


Entah ritual apa yang sedang di lakukan Ki Jaka. Beliau menciprat-cipratkan air di setiap pojokan kamar. Begitupun di setiap ruangan rumah itu.


" Dedemit, arwah penasaran, jin, siluman pergi kalian dari sini. " Suara berat Ki Jaka terdengar seraya terus menyimpratkan air di setiap pojokan dengan menggunakan setangkai dedaunan.


Kemudian beliau pun duduk bersila di ruan tengah , mata nya terpejam. Berbagai sesajen dan bakaran kemenyan tersaji di hadapan nya. Sesajen itu sudah di sediakan oleh Mang Nur sesuai permintaan Ki Jaka.


Ada tujuh macam bunga yang di masukan ke dalam wadah air. Daging Ayam mentah, rokok , kopi dan teh pahit serta berbagai buah-buahan dan kudapan.


Kirana, Pak Bahari dan Bu Ratna menyaksikan ritual yang di lakukan Ki Jaka. Begitupun Mang Nur, Bi Sari , Bagas serta Yanuar mereka berdiri di ruang tengah menyaksikan ritual tersebut.


Mulut Ki Jaka komat-kamit entah apa yang ia ucapkan tak terdengar jelas. Bau kemenyan tercium menyengat di ruangan, membuat Kirana mual.


" Ohek..ohek.." Kirana berlari ke kamar mandi yang berada di kamar nya.


Tak tahan lagi dengan bau kemenyan, Kirana di buat pening bahkan muntah. Bu Ratna mengikuti Kirana ke kamar mandi.


Namun tiba-tiba pundak Kirana terasa berat. Seperti sedang menanggung beban berton-ton.


Jiwa Kirana kini di kuasai oleh sosok makhluk gaib. Gigi nya mengerat, mata nya melotot seperti akan keluar, wajah Kirana yang lembut seketika bringas.


Dia berjalan ke ruang tengah, Bu Ratna hanya terpaku melihat raga anak nya yang sudah di kuasai iblis.

__ADS_1


Kirana tiba-tiba mencabik cabik makanan yang berada di sesajen, dia memakan ayam mentah dengan lahap.


Cara makan nya pun tidak lazim. Kadang ia menggunakan tangan kadang mengambil makanan dengan mulut nya langsung seperti hewan.


Bahkan dia menggigit buah kelapa muda yang belum di buka kulitnya. Dia membuka kelapa itu menggunakan gigi, lalu menenggak air kelapa itu sampai habis. Dia berjongkok melahap berbagai sesajen yang terhidang hadapan nya.


Bu Ratna menutup mata dengan telapak tangan nya saat melihat putrinya berkelakuan liar.


Semua yang berada di sana rasa nya ingin muntah tatkala Kirana memakan ayam mentah. Dan sangat ngilu melihat Kirana menggigit kulit buah kelapa yang begitu keras.


Terkecuali Ki Jaka, laki-laki itu malah tersungging bahkan tertawa melihat Kirana kerasukan dan melahap sesajen.


" Makan lah ..! Aku tau kalian lapar, tapi dengan satu syarat..." Ki Jaka menghentikan ucapan nya.


Saat itu pula mata Kirana dengan tajam menatap Ki Jaka, dengan mulut masih penuh dengan jeroan ayam mentah sebagian nampak merambai keluar belum masuk seluruhnya ke mulut.


" Jangan pernah ganggu lagi keluarga ini. Aku akan menjamin makanan kalian tersaji setiap malam jumat. " Tutur Ki Jaka.


Setan yang memasuki tubuh Kirana menyeringai mendengar ucapan Ki Jaka. Lalu tertawa nyaring, suara nya bergetar sangat mengerikan.


Ki Jaka segera berdiri, menutup mata Kirana dengan sebelah tangan nya, lalu mengusap wajah gadis itu dan tangan Ki Jaka seketika mengepal lalu meniup kepalan tangan nya sambil membuka pelan.


Kirana seketika pingsan di pangkuan Ki Jaka, tubuhnya lemah lunglai. Pipi Kirana di penuhi darah serta bekas makanan yang belepotan.


" Bawa gadis ini ke kamar nya. " Ujar Ki Jaka.


Lalu Mang Nur membantu Ki Jaka membawa Kirana ke kamar. Kirana di baringkan di ranjang.


Bi Sari mengambil tisu basah untuk melap wajah Kirana yang di penuhi sisa makanan. Bu Ratna meraih tisu itu lalu melap beberapa bagian wajah Kirana.

__ADS_1


" Setiap malam jumat usahakan sediakan sesajen seperti tadi. Simpan di tempat aman agar tidak ada binatang yang memakan nya. Kalau perlu simpan di salah satu ruangan di rumah ini. " Titah Ki Jaka pada Pak Bahari.


" Ba-baik. " Kata Pak Bahari terbata.


" Nur , tugasmu percikan air di setiap penjuru ruangan di malam yang sama dengan menggunakan daun kelor. Nanti kamu ambil air jampi nya tiap kamis sore ke rumah ku. Sekalian air untuk minum gadis ini. " Ki Jaka memberi perintah kembali kali ini pada Mang Nur.


" Baik Ki. " Mang Nur patuh.


Bu Ratna sedikit ragu akan ritual yang di perintahkan oleh Ki Jaka. Tapi dia juga tidak mungkin menolak permintaan paranormal itu, mungkin saja Kirana bisa sembuh atas bantuan Ki Jaka fikir nya kembali.


Namun ada hal yang sedari tadi mengganjal di hati nya, Bu Ratna memberanikan diri bertanya pada Ki Jaka.


" Maaf Ki. Saya mau tanya, sebenarnya apa yang terjadi pada keluarga kami? Terutama putri saya Kirana. " Tanya Bu Ratna.


" Banyak makhluk gaib yang mengganggu nya, tidak hanya satu bahkan sampe ribuan. Dengan berbagai jenis makhluk." ucap Ki Jaka enteng sambil mengelus jenggot nya.


" Lihat saja tadi, banyak arwah yang masuk kedalam raga putri anda. Mereka berebut makanan yang tersaji, mereka berebut masuk ke dalam raga nya agar bisa menikmati sesajen." Lanjut Ki Jaka.


" Lalu apa yang mereka inginkan dari kami? " ucap Pak Bahari.


" Mereka hanya kelaparan setelah sekian tahun tak ada yang memberi mereka sesajen. Sama seperti kita, mereka juga mau makan, tapi apa daya alam mereka sudah berbeda dengan kita. Makanya mereka baru bisa makan kalau masuk ke raga manusia." Ujar Ki Jaka.


" Makhluk gaib juga suka makan ya? " Celetuk Bagas yang dari tadi mendengarkan pembicaraan mereka setelah sebelumnya muntah di belakang.


" Iya tapi gak tiap hari seperti manusia. Maka nya manusia justru lebih rakus ketimbang setan. Hawa nafsu nya juga lebih besar. Mangkanya jadi manusia itu harus bisa menahan hawa nafsu entah itu makan, minum atau yang lain nya. Jangan apa-apa yang di salahkan setan. Tau nya manusia itu sendiri yang kotor dan penuh nafsu. " Tutur Ki Jaka ada benarnya.


Semua orang yang berada di sana membenarkan apa yang di katakan paranormal itu dengan manggut-manggut.


Sementara Kirana masih terkulai lemah di ranjang. Ki Jaka bilang biarkan raga Kirana beristirahat dulu , nanti jika siuman Ki Jaka memerintahkan Bu Ratna untuk memberikan sebotol air jampi darinya dan memninumkannya pada Kirana.

__ADS_1


__ADS_2