
Jawaban Pak Bahari yang tidak memuaskan membuat Kirana mengatakan semua nya pada Novi melalui telpon seluler.
" Mungkin saja apa yang aku lihat selama ini salah. Bisa jadi makhluk itu mengelabui ku. " Ujar Novi setelah mendengar penjelasan Kirana.
" Tapi aku lebih yakin sama kamu ketimbang ucapan dukun itu. " kata Kirana di sambungan telepon.
" Perkataan dukun itu ada benar nya kok, mungkin makhluk itu memang ingin sesajen maka nya mengganggu mu. Mungkin juga mereka terbiasa di beri sesajen dulu nya. " terka Novi sesuai firasat nya.
" Bisa jadi dulu nenek moyang Ayah ku yang memberi mereka sesajen. Kamu ingat ucapan Kak Arumi? Dia bilang kalau salah satu makhluk halus tak menyukai kehadiran dirinya karena akan menghalangi rencana makhluk itu terhadapku. Aku yakin ada maksud lain di balik semua ini." Kirana semakin mantap dengan firasatnya.
" Jika dilihat dari runtutan kejadian, bisa jadi sih. Tak mungkin makhluk itu sampai mencelakakan teman-teman kakak mu jika alasan nya hanya ingin di beri sesajen. " Novi membenarkan persepsi Kirana.
" Udah dulu ya..Ibu masuk kamar. " Kirana menutup sambungan telepon saat mendengar pintu kamar di buka oleh Ibu nya.
Sementara di kamar Yanuar. Dia sibuk menceritakan kejadian sore tadi pada Aryo lewat pesan singkat.
__ADS_1
Kejadian tentang Kirana kerasukan dan juga ritual dukun bernama Ki Jaka. Semua hal di ceritakan dengan detail pada Aryo.
Sedang Aryo memberitahu Arumi tentang kondisi terbaru Kirana. Arumi sengaja meminta info tentang Kirana pada Aryo.
Malam itu Arumi dan Aryo sedang berada di cafe A di Ibukota.
" Kirana harus aku pertemukan dengan seseorang. " Ucap Arumi dengan tatapan lurus ke depan.
Dalam benak nya ia teringat pada seseorang yang pernah memberinya ilmu tentang kehidupan.
Arumi memperdalam dan mengasah kemampuan nya dari seseorang. Dari awalnya takut menjadi terbiasa. Bahkan tak jarang dia bisa menerawang kejadian yang akan datang walaupun samar. Seperti kejadian kecelakaan itu, Arumi sudah punya firasat buruk akan musibah itu terjadi.
Semua yang terjadi di dunia ini atas kuasa dan ketetapan Tuhan. Manusia seperti Arumi bukan berarti melebihi kuasa Tuhan, tapi berkat kuasa-Nya ia di beri keistimewaan. Apalagi setelah belajar pada Ustad Sahir.
Arumi selalu bertawakal akan setiap kejadian yang ia lihat di masa mendatang. Arumi percaya Tuhan sudah berencana sebaik-baiknya untuk umat-Nya. Manusia tinggal berusaha dan berdo'a .
__ADS_1
Seperti saat ini, Arumi berusaha untuk bisa menolong Kirana dari cengkraman makhluk gaib. Tuhan memberinya kelebihan agar bisa membantu sesama yang tengah kesulitan.
Apapun yang akan terjadi nantinya Tuhan lah yang akan menentukan. Tak ada usaha yang sia-sia apalagi demi menolong sesama. Arumi yakin Tuhan akan mempermudah semua nya.
" Seseorang? Siapa? " Aryo penasaran.
" Nanti juga kamu akan tau. " Ucap Arumi yang juga sudah cukup lama tak bertemu dengan Ustad Sahir.
Arumi salah satu santriwati Ustad Sahir. Dia menimba ilmu di pesantren beliau saat beliau sudah pindah dari desa Jatiasih.
" Baiklah. Kalau ada kabar terbaru tentang Kirana, aku akan kasih tau." Ucap Aryo.
" Thanks. " Arumi tersenyum.
Sebenarnya dia sendiri pun tau kondisi Kirana hari ke hari walau samar dalam bayangannya, namun untuk meyakinkan penerawangan nya Arumi sengaja meminta info dari Aryo.
__ADS_1