
Azkia menatap langit malam sambil memikirkan kejadian tadi siang. Wajah ketakutan Alzam begitu terlihat dari matanya, Azkia masih mengingat begitu jelas.
“ Sebenarnya apa yang terjadi?, Ah otakku sangat capek berpikir sejak tadi!,” Gerutu Azkia mengacak rambutnya yang tertutup hijab.
“ Tunggu dulu sepertinya aku melewatkan sesuatu!,” Gumam Azkia.
Azkia mengingat perkataan Rizkia kembali, bahwa Kenzo tinggal bersama pamannya yang bernama Abraham dan memiliki anak yang selama ini di sembunyikan. Apakah itu Alzam, tapi jik iya kenapa Kenzo mengatakan hal sebenarnya kepada dirinya?, Semua teman-teman Kenzo jika menanyakan siapa Alzam, Kenzo hanya menjawab bahwa Alzam hanya tema Baiknya.
Tapi kenapa dengan Azkia Kenzo mengatakan itu sepupunya?. Pikir Azkia dengan keras. Ingin sekali Azkia menanyakan hal itu, tapi bukankah Azkia sangat lancang jika menanyai hal seperti itu, apalagi mereka tak begitu dekat.
"Ah mungkin aku salah, Kenzo pasti memiliki sepupu yang banyak bukan hanya anak dari pak Abraham!," gumam Azkia.
“Ah..! Kenapa aku harus memikirkan mereka sih! Sudahlah itu urusan hidup kak Kenzo dan Alzam aku enggak mau tau! Kehidupan ku aja masih berantakan!,” Lirih Azkia menatap langit malam kembali. Bintang malam yang berhamburan di langit kala itu begitu sangat indah.
“ Apa kehidupan akan baik-baik saja ke depannya?, Apa hinaan selama ini akan berubah menjadi pujian jika aku sudah sukses?,” guamam Azkia.
Merasa sudah cukup untuk tubuhnya mengobrol bersama angin malam. Azkia segera masuk ke dalam rumah, wanita itu sudah melaksanakan ritualnya dan makan malam, ia segera mencari bantal sambil memainkan ponselnya.
Tidak menunggu lama, nafas Azkia mulai teratur, handphone yang tadi ia genggam sudah terlepas dari tangannya. Azkia aduh berada di alam mimpi yang begitu indah saat ini.
Dua Minggu telah berlalu, semenjak kejadian itu Alzam dan Azkia begitu canggung. Biasanya Azkia akan berusaha menyapa Alzam jika berada di dalam kelas tetapi sekarang wanita itu sama sekali tak menyapa ataupun melihat Alzam. Bila mereka di satukan menjadi kelompok, Azkia tak banyak bicara kepada Alzam dan sebaliknya pula.
Hari ini Azkia mengikuti mata kuliah seperti biasa. Saat sudah usai, para mahasiswa segera keluar dari ruangan. Azkia melirik sedikit ke arah Alzam menyendiri di ujung jendela sambil membaca sebuah buku.
Rizkia melihat mata Azkia yang mengarah ke Alzam membuat Rizkia tersenyum tipis.
“ Lo suka sama cowok of the masker itu yah !,” Goda Rizkia.
“ Apa yang kamu bicarakan, suka! Sebaiknya otak kamu harus di perbaiki dulu!,” Tegas Azkia berlalu pergi meninggalkan Rizkia yang cengengesan karena berhasil menggodanya.
Sepanjang koridor kampus, Azkia tak berhenti mengumpat sahabatnya. Suka, Azkia sama sekali tak memiliki pemikiran sampai ke sana. Hanya saja wanita itu sedikit khawatir, apa Alzam baik-baik saja?. Tapi saat melihat sikapnya sudah seperti biasa Sepertinya lelaki itu baik-baik saja.
Sesampainya di kantin niat hati ingin mengisi kekosongan perutnya, Azkia malah di sambut oleh senior yang pernah menembaknya saat ospek dulu bersama ke empat wanita yang menghadang dirinya.
“Ha..! Apalagi ini!” Seru Azkia dalam hati.
“Eits...! Jadi cewek ini yang berani nolak Eggy! Gua pikir cantik tapi mukanya biasa aja!,” Ujar cewek yang menurut Azkia bedaknya seperti rapat paripurna DPR, begitu tebal dan menor.
“ Eggy kenapa selera Lo kaya gini! Sumpah cewek kampungan kaya gini banyak tuh di emperan jalanan!,” Sambung wanita yang ikut menghina Azkia.
Azkia mengembuskan nafasnya menatap keempat wanita yang sudah berada di hadapannya, bersama pria yang bernama Eggy itu.
“ Maaf sebelumnya,! Saya tidak pernah mengakui diri saya cantik dan lagian saya juga punya hak untuk menolak bukan, jadi sepertinya tidak ada masalah apapun!,” Ujar Azkia pelan sambil menampilkan senyumnya.
Rizkia yang baru datang melihat Azkia di kerumuni para senior, tidak ada niat Rizkia untuk menolong karena wanita itu tau Azkia pasti bisa mengatasi hama seperti mereka.
“ Berani sekali mulut lo menjawab! Apa Lo enggak tau kami ini senior di sini! “ Pekik satu wanita yang tiba-tiba saja mendorong tubuh Azkia hingga tergoyah sedikit.
“ Cewek kaya gini sebaiknya di berikan hukuman!,” Ucap wanita yang memakai make-up seperti topeng monyet di jalanan raya itu.
Azkia yang memang tak ingin meladeni mereka, segera pergi dari kantin. Namun, tangannya tiba-tiba saja di tarik oleh para wanita itu dan seketika menumpahkan Azkia kuah bakso yang sedikit panas.
Tawa para wanita itu menggelegar saat melihat Azkia meringis saat kulitnya terkena kuah panas. Kesabaran tetaplah memiliki batas, Azkia menatap tajam ke empat wanita itu, sekali gerakan Azkia menarik salah satu mereka lalu membantingnya di lantai dengan sekali hentakan.
Semua pengunjung Kantin begitu tercengang melihat kemampuan Azkia. Sementara Rizkia malah tertawa puas melihat kehebatan Azkia.
“Rasain!” Gumam Rizkia.
“ Apa kalian bertiga mau seperti ini!,” Ujar Azkia menatap ke arah ketiga wanita yang sudah memasang wajah takut menatap Azkia.
“Maafkan kami! Eggy yang menyuruh untuk membuat perhitungan pada Lo!,” Ujar satu wanita yang gemetar melihat tatapan Azkia.
Azkia berpindah menatap Eggy, kenapa pria itu begitu menyebalkan di mata Azkia saat ini.
“Sialan kalian! “ Ujar Eggy.
“Minta maaf lah! Aku masih baik untuk melepaskan kalian!,” Ujar Azkia.
Keempat wanita itu segera meminta maaf lalu pergi begitu saja sambil memampang teman mereka yang sudah Azkia hajar tadi. Eggy yang masih berada di hadapan Azkia begitu gemetar sampai tidak sadar lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari bahwa celananya.
__ADS_1
“ Pengecut!,” Gumam Azkia.
Semua mahasiswa di sana tertawa melihat Eggy si tampan pemain wanita ketakutan seperti itu. Padahal lawannya hanya seorang wanita berbadan mungil.
Azkia segera pergi meninggalkan kantin kampus tentu Rizkia mengikuti Azkia, mengatakan hal hebat kepada sahabatnya karena berhasil mengalahkan keempat senior itu.
Tetapi tanpa Azkia sadari, sejak tadi Kenzo dan Alzam yang baru menuju kantin melihat hal itu. Alzam sedikit tersenyum melihat Azkia yang sangat keren di matanya. Bisa menutup mulut orang-orang yang merendahkan dirinya sendiri.
“ Dia hebat!,” Gumam Alzam.
Kenzo sejak tadi menyadari tatapan Alzam yang sedikit kagum melihat Azkia. Tatapan mata yang selama ini tak pernah Kenzo lihat. Sudut bibir Kenzo terangkat membentuk senyuman melihat Alzam seperti itu.
“ Kamu bisa belajar darinya, jangan terpuruk karena bicara orang! Tapi balas mereka dengan begitu mereka pasti tidak akan merendahkan mu!,” Ujar Kenzo melirik ke arah Alzam.
“ Aku tidak bisa!” Sahut Alzam lalu pergi meninggalkan Kenzo. Sebenarnya ingin sekali Alzam bisa melawan seperti itu, tapi entah mengapa seusaha apapun Alzam lakukan ia tak tega jika harus sampai melukai perasaan orang lain.
“Ha..! anak itu!,” Gumam Kenzo.
Sesudah kegiatan kampus selesai kedua wanita sedang asik berada di sebuah Cafe sambil menyantap makanan mereka. Apalagi saat ini ada satu wanita yang sudah sangat kelaparan, karena masalah yang ia dapat di kampus selera makannya hilang begitu saja.
“Ki, makannya pelan-pelan!,” Ujar Rizkia.
“Ah aku lapar sekali, sepanjang mata kuliah aku menahan rasa lapar!,” Ujar Azkia.
“ Yakin, tuh roti pemberian cowok of the masker tadi! Khm.. gua udah mencium aroma cinta nih!,” Goda Rizkia.
“ Mungkin dia lagi balas Budi karena aku pernah menolongnya! Lagian pikiran kamu cinta mulu,!” Sahut Azkia.
Sebenarnya dalam pikiran Azkia juga sedikit aneh saat Alzam tiba-tiba saja memberikannya sebungkus roti. Apa ada masalah dengan otak Alzam saat ini. Sikapnya sungguh tidak tertebak.
"Tapi selama dua Minggu ini kalian tidak saling menyapa, kenapa tiba-tiba sikapnya berubah?," Tanya Rizkia kembali.
" Entahlah, untuk apa membahasnya, kau bisa membuat selera makan ku hilang!," Sahut Azkia lalu melanjutkan kegiatan makannya.
" Gua yakin dia tertarik sama Lo!," Ujar Rizkia membuat Azkia terbatuk mendegar pernyataan Rizkia yang sangat tidak masuk akal.
" Aku tidak apa-apa! Jangan berpikir aneh-aneh tentang aku dan Alzam! Itu sangat tidak mungkin!," Ucap Azkia.
Akhirnya mereka melanjutkan makannya membahas obrolan lain. Tetapi Azkia masih memikirkan perkataan Rizkia yang terus terngiang dalam benaknya.
“ Ah aku bisa merinding jika mengingat Alzam!" seruh Azkia dalam hati.
Azkia dan Rizkia bercerita panjang lebar hingga selesai menyantap makanannya. Setelah mereka makan, Rizkia berpamitan untuk pulang. Melihat mobil sahabatnya sudah berlalu pergi Azkia segera berjalan menuju kos tempat tinggalnya.
Cafe tempat mereka makan tak begitu jauh dengan kampus DNA otomatis juga kos Azkia tak jauh untuk berjalan kaki.
Saat Azkia sedang asik berjalan, ia tak sadar mobil Kenzo dan Alzam lewat. Pria itu menatap Azkia, wajah Alzam tersenyum sedikit, untung saja lelaki itu memakai masker kalau tidak Kenzo pasti bisa melihat senyum Alzam.
“ Kenapa dia begitu menggemaskan!,’ batin Alzam.
Alzam mengingat kembali saat dirinya memberikan Azkia sebungkus roti.
Flash back 2 jam yang lalu
Saat mata pelajaran kuliah berlangsung, Alzam memerhatikan Azkia memegangi perutnya.
“Apa dia lapar?,” Pikir Alzam.
Alzam mengecek roti yang Kenzo belikan untuk dirinya. Saat mata kuliah selesai, Alzam sudah melihat Kenzo di depan pintu ruangannya segera berjalan melewati meja Azkia.
Tanpa berkata apapun Alzam memberikan sebungkus roti kalu pergi begitu saja.
“Makanlah, kamu pasti lapar karena tidak sempat mengisi perut mu di kantin tadi!,” Batin Alzam.
Flash back off
Sesampainya di kediaman Abraham, Kenzo dan alamat begitu kaget saat melihat bibi bersama anaknya Jack, baru keluar dari mobil mewah mereka.
“Apa yang mereka lakukan?,” Tanya Alzam.
__ADS_1
“Entahlah! Kami di sini biar aku yang keluar, sembunyi di belakang kursi belakang, biar aku menyapa para monster itu!,” Ujar Kenzo melirik ke arah Alzam.
Alzam segera bersembunyi, lalu Kenzo segera keluar sambil menutup mobilnya. Untung saja Kenzo membuka kaca jendela sedikit agar udara masuk dan Alzam bisa leluasa bernafas.
“ Halo, bibi dan Jack” sapa Kenzo ramah.
“Aku bukan bibi mu!,” Balas bibi Anita dengan sangat tajam.
“Di mana Abraham, aku ingin menjenguk ponakan ku!,” Ucap bibi Anita.
“Maafkan saya, Paman sedang berada di luar kota beberapa hari ini dan ponakan bibi juga sedang istirahat di kamar mungkin saat ini!,” Jelas Kenzo dengan sangat ramah.
“ Aku ingin berjumpa dengannya!,” Saat bi Anita ingin masuk ke dalam Kenzo menghadangnya.
“Maafkan aku bi Anita, tapi aku mengikuti pesan paman bahwa ponakan bibi tidak bisa di kunjungi siapa pun saat ini!,” Ujar Kenzo.
“Hmm! Kamu pikir kamu siapa!,” Ujar Jack mendorong sedikit Kenzo.
Kenzo menatap tajam ke arah Jack sambil membersihkan bekas sentuhan Jack di bajunya.
“Jaga sopan santun di rumah ini,! Saat ini kau tak memiliki hak apapun ataupun Ibu mu, Pergilah!,” Tegas Kenzo dengan tajam.
Melihat rahang alzam sudah tajam, Jack menjadi ciut apalagi Anita. Mereka berdua segera pergi meninggalkan kediaman Abraham. Melihat mobil mereka sudah berlalu pergi Alzam segera turun dari mobil menghampiri Kenzo.
“ Apa yang mereka lakukan?,” Tanya Alzam.
“ Mereka ingin menemui mu,! Sepertinya mereka begitu penasaran melihat mu sang pewaris group perusahaan “ jelas Kenzo menatap ke arah Alzam.
“ Ha! Jika mereka ingin mengambilnya ambillah, aku tak begitu menginginkannya!,” Sahut Alzam lalu pergi meninggalkan Kenzo.
Kenzo menatap punggung Alzam yang sudah berjalan di depannya duluan.
” Tapi paman dan kakek ingin kau meneruskannya Alzam!” Gumam Kenzo.
🍂🍂🍂🍂🍂
Keesokan harinya sejak kejadian Azkia yang menghabisi keempat wanita itu berserta Eggy. Azkia banyak sekali mendapatkan hadiah dari para fans nya. Biasanya Azkia hanya mendapatkan tatapan ataupun ungkapan cinta dari para penghuni kampus tapi saat ini sebuah hadiah yang memenuhi mejanya saat ini.
“Wah Lo udah terkenal banget!,” Bisik Rizkia.
“ Yah kenapa jadi gini!,” Lirih Azkia merasa tidak suka jika hidupnya seperti ini.
Azkia meninta tolong Rizkia untuk membantunya menyingkirkan hadiah dari para fans nya. Entah di mana harus Azkia bawa semua barang ini. Azki menaruh senja hadiah itu di bagian belakang agar.
Sementara Alzam hanya melirik sedikit ke arah Azkia yang sedang sibuk mengatur hadiahnya. Saat Azkia sudah selesai mengatur hadiahnya, wanita itu pikir sudah selesai tapi saat bari dirinya ingin duduk beberapa pria datang membawa lagi hadiah bari untuk Azkia.
Azkia yang tak tega untuk menolaknya, menerima semua itu sambil tersenyum kecut.
“ Kamu keren sekali Azkia, aku menyukai mu!” Ucap salah satu pria mencoba ingin menyentuh tangan Azkia. Namun, Azkia menghindar dengan cepat.
“ Pergilah, dosen akan segera masuk ke dalam kelas ku!,” Ujar Azkia dingin.
Semua para pria itu segera pergi dari kelas Azkia. Sementara beberapa wanita yang berada dalam kelas Azkia membicarakan dirinya dari belakang. Azkia bisa mendengar itu semua tapi Azkia masa bodoh. Ia tak ingin bermasalah dengan siapa pun.
Alzam yang mendengar Azkia di bicarakan hanya terdiam menatap punggung Azkia dari belakang. Alzam tau Azkia bisa mendengar ucapan para wanita yang menceritakan Azkia, tapi Azkia sama sekali tidak goyah.
“ Kenapa dia bisa sesantai itu?,” Gumam Alzam.
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komentar
❤️ Favorit
🎟️ Vote
☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1