
Azkia yang merasa sudah bebas dari para senior yang ingin memberikan hadiah untuknya merasa lega. Tapi baru saja perasaan Azkia bersantai bersama Rizkia tiba-tiba saja senior mengambil mikrofon dari tangan Kenzo. Semua mahasiswa menatap senior itu. Entah apa yang di lakukan semua mahasiswa di sana masih menunggu dengan rasa penasaran.
Semua mahasiswa begitu berteriak saat salah satu senior yang cukup lumayan tampan mengutarakan isi hatinya. Walau belum tau siapa yang di maksud oleh senior tersebut, setidaknya para mahasiswa di sana tau bahwa hari ini akan ada seseorang yang di tembak dengan cinta.
“Kak utarakan perasaan nya sekarang,” teriak salah satu mahasiswi
Semua bersorak saat mendengar itu mereka kompak menyuruh senior itu segera mengungkapkan sekarang. Azkia melihat itu menjadi bersemangat, siapa wanita beruntung yang akan di tembak oleh senior.
“Wanita yang mencuri hatiku sejak pertama masuk! Wanita yang hampir dua hari ini berhasil menguasai pikiran ku!,” Ucap mahasiswa senior itu.
“Huuuu,cieeee” sahut semua mahasiswa baru.
Semua bertepuk tangan dengan kompak menyuruh senior itu untuk menyebutkan nama cewek yang di sukai nya. Siapa wanita itu?, Membuat semua orang penasaran.
Sementara Kenzo dan teman-temannya yang lain hanya menggeleng melihat kelakuan temannya. Bukan kali pertama lelaki itu melakukan hal seperti ini. Bisa di bilang bahwa dia seekor biawak paling berbahaya dengan kata-kata manisnya.
“Tuh anak mulai lagi!,” Ujar teman sebelah Kenzo.
“Biarkan aja! Gua juga jadi penasaran siapa sasaran empuknya tahun ini!,” Sahut Kenzo.
“Azkia! Aku mencintai mu! Mau kah kau jadi pacarku!,” Ujar senior itu dengan sangat lantang menatap ke arah Azkia.
Azkia mendengar namanya di sebut begitu terkejut, apa yang di maksud senior dari tadi adakah dirinya?. Saat ini wajah Azkia begitu malu. Rasanya ingin menenggelamkan wajahnya di dasar bumi yang paling dalam.
“ Azkia Lo mau kan jadi pacar gua?,” Tanya senior itu.
Semua orang bersorak mengatakan ‘ terima ‘. Azkia sangat bingung dengan situasi seperti ini. Kenapa dirinya harus terjebak dengan senior seperti itu.
“Ah aku jawab jujur aja! Aku perhatikan juga nih orang cap biawak jantan banget!,” Batin Azkia.
Azkia segera beranjak dari duduknya berjalan mendekati senior saya dirinya di panggil ke sana. Sepanjang Azkia berjalan wanita itu hanya menundukkan wajahnya tak berani menatap siapa pun. Azkia merasa dirinya di tatap dan di bicarakan di belakang entah itu apa Azkia tidak tau atau mungkin hanya perasaan wanita itu aja.
Saat sudah sampai di sana senior itu ingin memegangi tangan Azkia tetapi dengan cepat Azkia menghindar lalu menatap senior itu dengan tajam. Melihat itu Kenzo tersenyum tipis.
“Perkenalkan cewek bari gua! Jangan ada yang berani untuk mendekati dirinya!,” Ujar senior itu dengan pedenya. Lagi-lagi senior itu ingin merangkul pundak Azkia. Namun, dengan cepat Azkia menghempaskan tangan senior itu.
“Maaf kak! Saya menolak untuk menjadi pacar Kaka!,”tegas Azkia tanpa ragu menatap wajah senior itu.
Reflek semua senior tertawa melihat teman mereka di tolak mentah-mentah. Baru Kali ini sepanjang karier menjadi seorang senior sekaligus cap biawak jantan label halal, lelaki itu di tolak begitu saja di hadapan semua orang.
Senior itu begitu malu mendengar jawaban Azkia sementara mahasiswi lain berbisik hal yang sangat tidak mengenakkan bagi Azkia. Rizkia yang mendengar nama sahabatnya di bicarakan menatap tajam ke arah para wanita bermulut seperti pantat ayan itu tiada henti untuk membicarakan keburukan orang tanpa sadar diri.
“Berani Lo tolak gua! Lo tau siapa gua di sini! Banyak wanita yang mengantari untuk mendapatkan gua dan Lo seenaknya menolak gua! “ Ujar senior itu mengepalkan kedua tangannya.
“Maafkan saya tapi mungkin saya bukan salah satu wanita yang mengantari untuk menjadi pacar Kaka! Saya di sini hanya untuk berkuliah! Sekali lagi maafkan saya kak!,” Ucap Azkia dengan sangat sopan. Namun, senior itu sudah tidak terima baik. Saat tangannya ingin melayang menampar Azkia Kenzo menahannya. Sejak tadi laki-laki itu sudah sangat sabar mendengar ocehan temannya yang tak bermutu bagi para mahasiswa baru.
“Silakan kembali’,” Pinta Kenzo menatap Azkia. Wanita itu segera berjalan kembali ke tempat duduknya.
Sementara Kenzo menghempaskan tangan temannya menatap dengan sangat tajam. Tidak ada satupun mahasiswa yang berani dengan Kenzo jika sudah menatap seperti itu apalagi kampus mereka di danai oleh paman Kenzo. Otomatis jika bermasalah dengan Kenzo maka mereka akan sangat bermasalah di sana nantinya.
“Lo akan seperti banci kalau memikul wanita itu! Lagian nih gua ucapkan selamat atas penolakan pertama Lo !,” Bisik Kenzo tersenyum ejek. Lelaki itu merasa malu dan segera pergi meninggalkan tempat ospek.
Kenzo mengambil ahli kembali melanjutkan ospek. Penyelenggaraan ospek sudah selesai. Azkia merenggangkan otot badannya setelah melewati hari yang cukup melelahkan baginya.
“Lo keren banget tadi! Wah tanpa ragu Lo langsung nolak senior tadi! Gua salut sama Lo Ku!,” Puji Rizkia.
“Cih, aku malu banget tau tadi!, Ha...! Semoga senior itu bisa mengerti!,” Ucap Azkia lesu.
“Tenang aja senior itu enggak akan macam-macam deh sama loh! “ Ujar Rizkia dengan penuh percaya diri.
“Kamu tau dari mana?,” Tanya Azkia.
“Yah nantilah Lo tau sendiri! Okey, bye Azkia gua cabut duluan, sopir gua udah datang! Lain kali gua main di kos Lo ya !,” Rizkia langsung memeluk Azkia tanpa ada persetujuan wanita itu.
__ADS_1
Akan tetapi perlakuan Rizkia sangat membuat Azkia bahagia. Tidak menyangka akan ada seseorang yang ingin berteman dengannya. Tetapi Azkia berpikir kembali’, jika Rizkia tau masa lalunya Apakah dia masih mau berteman dengan dirinya? .
“Baiklah! Hati-hati di jalan anak sultan !,” Balas Azkia.
Rizkia pun pergi meninggalkan Azkia sendiri. Setelah melatih mobil sahabatnya sudah menghilang dari pandangannya. Baru saja wanita itu berjalan, beberapa orang mahasiswa baru lewat di samping Azkia sambil menatap Azkia begitu sinis.
“Secantik apa sih dia! Sampai senior tadi di tolaknya begitu aja!,”
“Idih B aja tuh! Sok kecakapan banget,”
“Lo pada tau dia dari desa! Pasti badannya bau banget!”
“Yuk udah yuk cabut! Nanti bau badannya dia ketularan virus nya ke kita !,”
Mendengar perkataan itu, Azkia hanya menutup kedua matanya. Lalu meneriaki para wanita yang mengatai dirinya bau.
“Yah! Kenapa kalau aku menolak senior tadi! Apa ada masalah untuk kalian! Lagian aku memiliki gak untuk menolaknya!,” Pekik Azkia dengan lantang.
Beberapa mahasiswa tadi belakang menatap Azkia. Mereka memandang remeh wanita itu. Hingga salah satu di antara mereka mendekati Azkia. Bari saja dia ingin menjambak rambut Azkia. Wanita itu mengambil posisi kuda-kuda dalam satu hentakan membanting wanita yang ada di hadapan begitu keras.
Semua tercengang menatap Azkia. Tidak ada yang menyangka badan yang begitu kecil bisa melakukan hal yang mengerikan seperti itu.
“ Bawalah ke dokter kau hanya mengalami beberapa luka kecil!,” Ujar Azkia lalu segera pergi meninggalkan mereka.
Sepanjang perjalanan Azkia mengutuk dirinya sendiri. Kenapa tadi tubuhnya reflek membanting wanita itu. Jika saja nanti orang tuanya meminta pertanggung jawaban bagaimana.
“Ah Azkia, kenapa kamu ceroboh sih!,” Gerutu Azkia.
Sesampainya di kos, tempat Azkia tinggal. Wanita itu segera masuk ke dalam, di sana Azkia membersihkan tubuhnya lalu mengambil beberapa lauk yang ia beli kemarin dan menaruhnya di sana kulkas yang tak begitu besar ukurannya mini setidaknya cocok untuk dirinya berada di kost seperti ini.
“Masak mie instan lebih enak di campur sawi!,” Gumam Azkia.
Wanita itu dengan cepat memasak untuk dirinya sendiri. Ia makan begitu lahap saat sambil mengomel mengingat kejadian saat dirinya di hina begitu saja oleh anak-anak lain.
Saat suapan terakhir nya wanita itu berteriak mengucapkan Alhamdulillah mengingat perutnya saat ini sudah terisi penuh. Azkia lalu membersihkan piringnya setelah itu rehat sebentar sambil memainkan ponsel miliknya.
Azkia menonton tok tok sambil tertawa lepas apalagi video yang ia nonton itu begitu lucu. Saat sedang asik menonton layar ponselnya berubah menjadi panggilan dari kedua orang tuanya.
“Ah sial! Aku lupa menelefon mereka!,” Gumam Azkia.
Wanita itu segera mengangkat panggilan telefon kedua orang tuanya. Untungnya Azkia memiliki banyak alasan untuk menghindari petang badai yang akan bermasalah dengan uang jatah bulannya. Hampir sejam lebih Azkia menghabiskan waktunya bercerita banyak hal kepada kedua orang tuanya. Tapi Azkia tak memberitahukan dirinya yang terkena bully ataupun di tembak oleh senior di hari keduanya ospek.
“sayang! Apa tidak ada yang mengganggu mu, maksudnya mama tidak ada kan yang menghina kamu Azkia?,....📞📞📞📞” Tanya mama Azkia di seberang telefon sana.
“Tidak ada Ma! Mama tenang aja yah, Azkia di sini baik-baik saja! Kehidupan Azkia sekarang lebih baik dari pada di kampung!,” Lirih Azkia
“Azkia harus semangat! Jangan pikirkan apapun, sekarang Azkia fokus dengan kuliahnya dan buktikan kepada orang-orang yang menghina mu!,...📞📞📞” Ujar mama Azkia menyemangati putri tunggalnya itu.
“Siap Ma! Azkia akan semangat! Asal uang bulanan Azkia tetap berjalan!,” kekeh Azkia membuat mamanya ikut tertawa.
“Kamu ada-ada saja!,...📞📞” Tawa mama Azkia.
Setelah puas menelefon, Azkia mematikan sambungan telefon nya. Wanita itu melanjutkan menonton video lawak hingga tak sadar Azkia tertidur pulas sambil memeluk boneka kesayangannya yang sudah ia anggap sebagai pasangan yang menemani dirinya saat tidur.
Beberapa hari kemudian, kegiatan kampus sudah mulai aktif. Wanita itu bersemangat memulai harinya untuk pertama kali menginjak dunia perkuliahan. Sesampainya di kampus Azkia sudah di sambut oleh sahabatnya satu-satunya yang mau berteman dengan Azkia.
Sepanjang lorong koridor kampus, Rizkia banyak bercerita tentang hari-harinya yang membosankan. Tetapi saat ini sebenarnya Azkia tidak nyaman dengan tatapan para senior di sana entah mengapa mereka seperti mengintimidasi Azkia saat ini.
“Ah sepertinya rumor saat ospek kemarin mulai menyebar!,” Ujar Azkia.
“Biarin aja! Lagian Lo juga berhak tolak! Enggak usah dipikirin!,” Sahut Rizkia.
Mereka pun berhenti di salah satu kelas manajemen, Azkia dan Rizkia segera masuk ke dalam. Suasana begitu canggung bagi Azkia apalagi bisikan para mahasiswi yang julit ke padanya terdengar jelas.
__ADS_1
“Sabar Azkia!” Batin Azkia.
Azkia yang tak ingin memedulikan para wanita itu, lebih asik bercerita kepada Rizkia tentang banyak hal. Hingga saat namanya di panggil oleh seseorang dari luar kelas Azkia segera berbalik melihat senior tidak lain dan tidak bukan adalah Kenzo. Lelaki itu membawa seseorang yang mukanya tertutup dengan masker.
“Murid baru yah! Gua belum pernah lihat di ospek!,” Ujar Rizkia.
Azkia segera beranjak dari kursi menghampiri Kenzo. Sekilas Azkia dapat melihat wajah lelaki yang berada di samping Kenzo hanya saja lelaki itu terus menunduk tak berani mengangkat wajahnya. Sementara para mahasiswa lain sangat penasaran dengan pembahasan Azkia dan Kenzo senior yang paling susah di dekati oleh semua wanita.
“Ya ampun! Apa mereka harus sekepo ini” batin Azkia.
“Iya kak Kenzo, ada apa ?,” Tanya Azkia.
“Aku titip sepupuku, jaga dia Azkia, aku memercayai mu sebagai ketua tingkat! Namanya Alzam” Ujar Kenzo.
Azkia menganggukkan kepalanya lalu menatap lelaki di samping Kenzo. Saat Azkia ingin berkenalan, lelaki itu langsung berjalan masuk ke dalam tanpa memperdulikan Azkia.
“Ada apa dengannya?,” Batin Azkia
Wanita itu sedikit heran lalu kembali tersenyum kepada Kenzo. Saat Kenzo sudah pergi Azkia coba mendekat ke arah lelaki yang bernama Alzam itu.
Azkia sedikit bingung saat melihat lelaki yang bersama Kenzo tadi tertunduk menutup kedua telinganya. Entah apa yang terjadi, rasa penasaran pada diri Azkia mendorong untuk mendekati Alzam.
“Ada apa Alzam?,” tanya Azkia.
Alzam dengan cepat menghempas tangan Azkia. Lelaki itu menatap dingin ke arah Azkia.
“Pergilah, ku mohon! Jangan mendekati ku !,” pinta Alzam lalu tertunduk kembali.
Azki terdiam, lalu segera kembali ke bangkunya. Semua satu kelas menatap ke arah Azkia, entah mengapa mereka sangat bahagia saat Azkia mendapatkan perlakuan seperti itu.
“Ada apa dengannya?” Tanya Rizkia.
“Entahlah,!” Jawab Azkia, lalu menoleh ke arah belakang melihat Alzam masih tertunduk.
Sepanjang awalan pelajaran, semua mahasiswa memperkenalkan dirinya. Namun, saat giliran Alzam lelaki itu tak berani untuk berdiri ataupun memperkenalkan dirinya. Melihat itu Azkia berdiri untuk membantu Alzam. Wanita itu mengatakan Alzam sedang sakit jadi tidak bisa terlalu berbicara banyak.
Semua mahasiswa di sana sangat penasaran dengan wajah Alzam yang tertutup oleh masker. Seganteng apa pria itu?, Apa wajahnya sangat buruk rupa?.
“Sebenarnya ada apa dengannya?,” Gumam Azkia.
Setelah Jam mata kuliah selesai, para mahasiswa berhamburan keluar kelas tapi tidak dengan Azkia dan Alzam. Azkia masih penasaran dengan lelaki itu. Azkia mencoba mendekati kembali di samping Alzam.
“Hai, aku Azkia salam kenal yah!,” Ujar Azkia mengulurkan tangannya.
Alzam hanya terdiam menatap uluran tangan Azkia. Entah mengapa Lelaki itu hanya terdiam menatap tangan Azkia.
“Apa kamu tidak tau cara memperkenalkan diri, sini aku ajarkan!,” Ujar Azkia menarik tangan Alzam lalu bersalaman tak cukup lama, hanya beberapa detik Alzam langsung menarik tangannya.
Lelaki itu tanpa berkata banyak segera keluar saat melihat Kenzo sudah berada di depan kelasnya. Tanpa berpamitan ataupun mengatakan apapun, lelaki itu langsung keluar meninggalkan Azkia sendiri.
“Lelaki aneh!” ....
Bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 like
💬 koemantar
❤️ favorit
🎟️ vote
__ADS_1
☕🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini