Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
" Teman Terbaik "


__ADS_3

Setelah kejadian pagi tadi, perjalanan perkuliahan dilakukan seperti biasa. Azkia yang kebetulan satu kelompok dengan Alzam di mata kuliah akhirnya membuat mereka duduk bersebelahan.


Sejak tadi Alzam memerhatikan Azkia yang tetap saja fokus mengerjakan tugas yang di berikan tanpa memperdulikan perkataan para wanita yang sejak tadi mencibir Azkia dari belakang.


“ Kenapa kau sekuat ini?,” Tanya Alzam. Azki mendongakkan wajahnya keatas menatap Alzam.


“ Hmmm!,” Sahut Azkia yang tak terlalu mendengar pertanyaan Alzam karena pikirannya fokus ke tugas.


“ Aku bertanya kenapa kau bisa sekuat dan cuek dengan perkataan orang-orang! Aku tau kau mendengar mereka mencibir mu sejak tadi!,” Terang Alzam, namun Azkia hanya tersenyum.


“ Sejak kapan kau banyak bicara seperti ini padaku! Sepertinya kita akan semakin akrab!” Ujar Azkia.


“ Jawab pertanyaan ku! Jangan berusaha mencari topik lain!,” Sahut Alzam yang tau Azkia sebenarnya tak ingin menjawab pertanyaannya. Walau seperti itu apa yang tadi Azkia ucapkan membuat Alzam bahagia.


“ Mereka tak begitu penting di hidupku! Aku yang menjalani semuanya, jika aku mendengarkan mereka dan membuat diriku jatuh terpuruk maka itu hanya akan membuat mereka bahagia! Aku tak suka hal seperti itu, maka jika ada orang yang menghina ku dan mencibir ku, aku cukup pura-pura tidak untuk mendengar! Aku harus kuat agar mereka bisa melihat bahwa omongan sampah mereka tak membuat ku lemah!,” Jelas Azkia. Spontan perkataan Azkia membuat Alzam tersentuh apa yang Azkia katakan benar. Semua hanya membuat kita rugi dengan ucapan sampah orang lain.


“ Lagian juga omongan mereka tak sebegitu parah dengan apa yang terjadi di masa laluku!,” Gumam Azkia dengan sendu. Alzam sedikit mendengarnya tapi tak begitu jelas. Ia yang tak mau terlalu bertanya hanya terdiam saat mendengar penjelasan Azkia tadi.


Setelah mata kuliah selesai Azkia dan Rizkiya segera pergi meninggalkan kampus. Mereka sudah merencanakan kegiatan shopping yang sejak lama mereka atur untuk menghibur diri. Sementara Alzam dan Kenzo segera pulang. Alzam ingin membicarakan sesuatu bersama Abraham.


Sebenarnya saat mendengar penjelasan Azkia, Alzam menjadi tersentuh. Ia ingin sekali menjadi seperti Azkia, dan keinginan terbesar Alzam melindungi Azkia dari orang-orang yang tidak menyukai Azkia. Namun sebelum melakukan hal itu Alzam harus memiliki kekuasaan dan kepercayaan diri.


“ Aku harus bisa! Sepertinya aku sadar Azkia! Aku menyukai mu!,” Batin Alzam.


Sesampainya di kediaman Abraham, Alzam segera turun dari mobil bersama Kenzo dan masuk ke dalam rumah yang begitu megah. Alzam melihat kearah Abraham yang sedang menikmati secangkir kopi segera berjalan ke arahnya.


Kenzo yang masih bingung dengan sikap Alzam sejak tadi hanya bisa mengikut tanpa mengeluarkan suara untuk bertanya atau hal apapun itu.


“ Ayah!,” Panggil Alzam.


Abraham yang sedang menyeruput minumannya langsung segera menaruh tehnya di atas meja saat namanya di panggil oleh putranya.

__ADS_1


“ Iya Alzam! Ada apa? Kau sangat tumben memanggil ayah seperti ini!,” Ucap Abraham tersenyum kearah Alzam.


“ Aku ingin bertanya?,” Ujar Alzam.


“ Bertanya? Kau ingin menanyakan apa ?,” Balas Abraham sedikit mengerutkan keningnya.


“ Apa aku masih bisa menjadi penerus Jaya Group tapi bukan untuk saat ini tapi saat Alzam sudah benar-benar siap !,” Jelas Alzam. Tentu saja perkataan Alzam membuat Kenzo dan Abraham kaget.


Apa ini bukan sebuah mimpi, apa Alzam tidak sedang terbentuk otaknya di tembok hingga membahas tentang masalah yang tak pernah ia sukai. Perkataan yang Alzam lontarkan bukan sebuah lelucon, Abraham yang begitu bahagia memeluk putranya dengan sangat erat. Sudut mata Abraham mengeluarkan setetes kebahagiaan.


“ Masih Alzam! Tapi apa kamu yakin dengan perkataan mu barusan! Ayah tidak ingin kau menjadi penerus karena keterpaksaan!,” Ujar Abraham.


“ Tidak ayah! Alzam mau melakukannya hanya Alzam butuh waktu dan persiapan tentu Kenzo akan membantu Alzam sebagai sekertaris kepercayaan Alzam! Alzam tak ingin orang lain,!” Jelas Alzam.


“ Tentu Nak! Ayah sangat senang akhirnya kamu mau! Ayah bahagia! Kakek mu pasti ikut bahagia di atas sana Alzam!,” Abraham beberapa kali memeluk putranya lalu.


Sementara Kenzo bahagia mendengar perkataan Alzam. Usaha dan kerja kerasnya bersama Abraham tidak sia-sia. Tapi Kenzo berpikir sejenak, kenapa Alzam tiba-tiba mau melakukan hal ini.


“ Apa Karena Azkia! Dia mau melakukan hal ini? Tapi jika memang ini Karena Azkia aku begitu bersyukur, dia bisa membuat Alzam berubah seperti ini,” Batin Kenzo tersenyum menatap sepupunya itu.


🍂🍂🍂🍂🍂


Tempat mall terkenal di kota itu, Azkia sedang asik memilih beberapa mainan kunci terlihat begitu lucu. Namun mata Azkia tertarik saat melihat mainan kunci berbentuk pria memakai masker dan topi ia teringat Alzam seketika saat melihat karakter itu.


“ Wah kau sangat mirip dengan pria aneh itu! Tapi aku akan mengambilnya dan memberikannya sebagai hadiah pertemanan ku dengan dia!,” Ujar Azkia lalu mengambil mainan gantungan kunci itu sebelum Rizkiya melihatnya.


“ Azkia, sini! Lihat topi ini begitu cantik!,” Panggil Rizkiya membuat Azkia segera pergi berjalan menuju ke arah sahabatnya itu.


Kedua wanita itu menikmati belanjaan merek Hingg tak sadar waktu sudah berganti malam. Merek menyudahi kegiatan belanjaan mereka lalu menyempatkan untuk mengisi perut yang sejak tadi sudah meminta jatah untuk di beri makan.


Setelah puas menyantap hidangan yang sangat enak, Azkia dan Rizkiyah segera pulang. Merek benar-benar memanjakan diri untuk berbelanja puas.

__ADS_1


Sesampainya di kos, Azkia segera turun dari mobil lalu mengucapkan terimakasih kepada Rizkiya. Wanita itu sudah membayar semua barang yang Azkia pilih tanpa terlewatkan barang apapun.


“ terimakasih untuk semuanya! Aku akan membalasnya nanti!,” Ucap Azkia.


“ Sama-sama! Tak perlu sungkan pada gua! Lo udah gua anggap seperti saudara gua sendiri Azkia! Good night ya! Jangan lupa mimpikan cowok of the masker itu! Gua tau lo tadi membelikan mainan kunci untuknya!,” Goda Rizkiya tentu membuat Azkia tersipu malu. Ia sudah ketahuan oleh sahabatnya sendiri.


“ Jangan menggodaku! Aku hanya mengucapkan rasa terimakasih padanya!,” Balas Azkia.


“ Yah...yah...yah..! Ucapan terimakasih tapi semuanya dari hati terdalam! Oke baiklah gua cabut duluan sebelum lo ngamuk! Bye Azkia!,” Ucap Rizkiya segera menutup pintu mobilnya sambil tertawa karena berhasil mengerjai sahabatnya itu.


“ Awas kau Rizkiya!,” Pekik Azkia saat mobil sahabatnya sudah berlalu pergi meninggalkan kos nya.


“ Untung sayang kalau gak udah gua jitak tuh anak!,” Gumam Azkia lalu segera masuk ke dalam kos nya.


Setelah membersihkan tubuhnya, Azkia segera mengecek perbelanjaannya lalu menatanya di dengan rapi.


Azkia segera merebahkan dirinya setelah merapikan barang belanjaannya, ia menatap mainan kunci yang masih berada di tangannya sejak tadi.


“ Entah mengapa aku bisa nyaman saat di dekat mu! Kau teman terbaik yang aku punya dan Rizkiyah Best Friend terbaik yang aku miliki! Tuhan begitu baik padaku mempertemukan aku dengan kalian!,” Ujar Azkia lalu perlahan matanya mulai sangat berat. Deguran nafas Azkia mulai teratur menandakan wanita itu sudah terlelap dalam tidurnya dengan nyaman.


Entah mimpi apa yang terjadi senyum Azkia terlukis begitu indah saat ini.


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit

__ADS_1


🎟️ Vote


🥀☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2