Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
" Sang Pewaris "


__ADS_3

Kicauan burung dan sinar Sang Surya pagi hari ini terasa berbeda bagi Alzam. Pria itu sudah bersiap sangat rapi, dengan setelan Jas berwarna abu tua, Jam tangan terlihat begitu sangat mahal dan tatanan rambut terkesan seperti Oppa dalam drama Korea. Alzam terlihat sangat sempurna.


Kenzo saja sampai terpikat melihat Alzam seperti ini.


“ Jangan menatapku seperti itu! Aku tau aku tampan!,” Ujar Alzam tentu membuat Kenzo tersadar lalu tertawa tipis mendengar ocehan sepupunya.


“ Baiklah, Mulai hari ini sampai seterusnya hidupmu akan berubah seratus delapan puluh derajat! Kau bukan lagi Alzam Abqory Zhafar yang si pemakai masker di kampus tapi Alzam seorang pewaris dari perusahaan ternama negara ini” Terang Kenzo lalu menyemprotkan sedikit wewangian ke arah tubuh Alzam.


“ Baiklah! Aku sudah memikirkan semalaman sampai tak bisa tidur! Berjalan lah bersama ku membangun perusahaan Jaya Group!,” Pinta Alzam.


“ Tentu tuan muda!” Jawab Kenzo menunduk kepalanya ke arah Alzam.


“ Jangan seperti itu! Aku tidak menyukainya!,” Ujar Alzam, kesal melihat sikap Kenzo.


“ Jika hanya kita berdua aku akan bersikap biasa tapi jika kita bersama para pengusaha lainnya, aku akan bersikap seperti tadi!,” Jelas Kenzo, tentu mau tak mau Alzam harus menerima perubahan hal kecil seperti itu.


“ Baiklah, ayo kita berangkat! Paman dan para petinggi lainnya sudah menunggu kedatangan mu dan tentu beberapa wartawan yang sangat penasaran dengan mu juga berada di sana!” Jelas Kenzo.


“ Wartawan! Kenapa mereka ada di sana ?,” Tanya Alzam. Pria itu tidak memikirkan sampai ke arah sana. Apa dia lupa selama ini pewaris perusahaan Jaya Group selalu menjadi bahan pembicaraan, siapa yang akan meneruskan Perusahaan itu setelah Abraham.


“ Kau seorang pewaris perusahaan terkaya di negara ini! Lalu kenapa kau bertanya lagi! Ayo jalan dan persiapkan dirimu!,” Jawab Kenzo. Meru segera berjalan masuk ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan Alzam tiada henti mengigit kukunya, yah itu sudah kebiasaan Alzam jika merasa khawatir ataupun gugup.


Alzam melihat sepupunya seperti itu berusaha untuk menenangkan dan mengatakan bahwa dirinya akan selalu berada di samping Alzam.


“ Tutup matamu! Ingatlah orang-orang yang menyayangi mu saat ini!,” Ujar Kenzo.


Alzam menutup kedua matanya, terbayang wajah ibu, Kakek dan Abraham wajah ketiga orang yang sangat Alzam Sayangi. Kemudian tiba-tiba saja wajah Azkia muncul seakan memberikan semangat kepada Alzam.


Alzam membuka matanya tersenyum lebar saat mengingat senyum Azkia yang ia lihat saya menutup kedua matanya.


“ Apa sekarang merasa lebih baik?,” Tanya Kenzo.


“ Sudah! Terimakasih!,” Sahut Alzam.

__ADS_1


Setibanya di perusahaan Jaya Group yang begitu besar dengan tingkat gedung cakrawalanya menunjang ke atas. Alzam baru melihatnya kembali saat tekahir ia menduduki bangku SD dan mengurung dirinya selama sepuluh tahun.


“ Bersiaplah banyak wartawan di luar sana!,” Ujar Kenzo.


Alzam menghembuskan nafasnya, ia menganggukkan kepalanya. Mereka berdua segera turun dari mobil dengan beberapa pengawal yang sudah bersiap untuk melindungi Alzam.


Cahaya kamera dan beberapa pertanyaan para reporter terus melayang ke arah Alzam namun pria itu hanya tersenyum lalu berjalan dengan gagah masuk ke dalam gedung bersama Kenzo.


“ Inilah kehidupan sesungguhnya!,” Batin Alzam.


Saat masuk ke dalam gedung, semua para pegawai di sana menyambut kedatangan Alzam. Namun ketampanan yang Alzam miliki tentu membuat para pegawai wanita di sana terpikat dengan paras Alzam.


Alzam hanya tersenyum bersikap ramah seperti yang dikatakan Kenzo. Kemudian Alzam berjalan menuju ke ruangan yang tentu sejak tadi kehadiran Alzam sudah sangat di nantikan.


Kenzo membuka pintu ruangan, Alzam menatap ke arah dalam sana, semua orang tak Alzam kenali kecuali Bibi tersayangnya dan Jack sepupu yang sama sekali Alzam tak pernah anggap.


Semua orang di sana menyambut kehadiran Alzam, namun tidak dengan Anita dan Jack. Mereka berdua sangat tidak menyukainya.


Saat semalam mereka mendengar Alzam akan di umumkan sebagai pewaris Jaya Group secara resmi membuat Anita marah begitu juga Jack.


“ Anak itu akhirnya muncul! Aku akan membunuhnya seperti apa yang aku lakukan dulu pada ibunya!,” Ucap Anita dalam hati.


Sebenarnya sejak tadi Alzam sudah sangat gugup namun, wajah Azkia terbayang hingga membuat rasa gugupnya berkurang.


Berbagai rangkaian perkenalan Alzam lakukan hingga pertemuan dengan para wartawan, Alzam begitu gugup tapi Kenzo tetap berusaha untuk menenangkan sepupunya. Akhirnya semua berjalan dengan sangat lancar tanpa ada kendala apapun.


“ Maaf kepada semua teman-teman wartawan yang sudah menunggu! Perkenalkan saya Alzam Abqory Zhafar, seorang pewaris Perusahaan Jaya Group! Maaf selama ini saya bersembunyi namun semua itu saya lakukan untuk mempersiapkan diri!,” Ujar Alzam.


Berbagai pertanyaan tentu terlontar dari mulut para wartawan yang gila akan informasi hingga satu pertanyaan yang membuat Alzam terdiam.


“ Apa benar rumor yang beredar bahwa seorang pewaris Jaya Group memiliki sebuah penyakit hingga menyembunyikan dirinya selama bertahun-tahun?,” Ujar seorang wartawan tentu membuat semua orang terdiam menunggu jawaban dari Alzam.


Kenzo memegangi pundak Alzam memberikan kekuatan kepada sepupunya untuk menjawab pertanyaan itu. Alzam menghela nafasnya dengan panjang.


“ Terimakasih atas pertanyaannya! Rumor yang beredar itu sangat benar, selama ini aku memiliki penyakit tapi Alhamdulillah berkat doa semua orang yang menyayangiku akhirnya aku bisa sembuh dan berada di hadapan kalian saat ini!,” Jawab Alzam tentu membuat wartawan yang ingin menjatuhkan Alzam terdiam.

__ADS_1


Berbagai pertanyaan kemudian terlontar lagi kepada Alzam tentu semuanya Alzam menjawab dengan sangat mudah seakan-akan Alzam robot yang siap memberikan jawab yang sangat memuaskan bagi para wartawan.


🍂🍂🍂🍂🍂


Sementara di tempat lain Azkia dan Rizkiyah saling menatap saat melihat nama Alzam teman mereka berada di layar Tv di kampus mereka.


Satu kampus begitu gempar, ternyata Alzam yang selama ini memakai masker seorang anak pengusaha terkaya di negara itu. Wajah Alzam juga menjadi bahan perbincangan mereka.


“ Apa kau sudah mengetahui ini sebelumnya Azkia?,” Tanya Rizkiya.


“ Aku tidak tau! Apa kau melihat wajahku begitu terkejut sama seperti mu?,” Ujar Azkia sedikit berbohong. Ia tau bahwa Alzam seorang anak pengusaha terkaya namun ia tak menyangka Alzam akan mengumumkan dirinya secepat ini padahal baru kemarin mereka bertemu.


“ OMG! Wajahnya begitu tampan, dia sangat cocok untuk mu Azkia!,” Ucap Rizkiya tersenyum menatap Azkia.


“ Jangan menggodaku seperti itu! Aku dan dia sangat jauh, dia anak seorang miliarder lah aku hanya kelas menengah!,” Sahut Azkia lalu kembali menyantap bakso yang tadi sempat tertunda ia makan saya melihat berita di TV.


“ Jangan terlalu merendahkan seperti itu! Kami tak pernah melihat status, aku yakin bahwa Alzam menyukai mu! Percaya padaku!,” Ujar Rizkiyah lalu kembali menyantap makanannya dengan lahap.


Namun, Azkia sedikit bingung sangat tumben Rizkiya memesan soto biasanya ia akan memesa sesuatu yang sama dengan Azkia.


“ Kenapa kau menatapku seperti itu?,” Tanya Rizkiya.


“ Tidak! Aku hanya senang melihatmu melahap makanan mu dengan baik!” Ujar Azkia. Kembali menyantap makanannya sambil melirik ke arah televisi, Alzam dengan wajah tampannya masih memenuhi layar kaca itu.


“ Selama ini dia tidak mengatakan bahwa dia memiliki penyakit! Tapi syukurlah dia mengatakan dirinya sudah sembuh dari penyakitnya ! Mungkin itu alasannya bertanya kepadaku kemarin!” batin Azkia lalu melanjutkan kegiatan makannya


Bersambung....


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit

__ADS_1


🎟️ Vote


☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2