Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
" Apa Aku Bermimpi "


__ADS_3

Flash back 8 jam sebelumnya.


Kenzo membagi dua Team, ia tak ingin Rizkia mengetahui bahwa Alzam juga sedang mencari Azkia dan juga semua atas permintaan Alzam yang tak ingin Rizkia tau bahwa dirinya mengkhawatirkan Azkia.


Sudah hampir tujuh jam Azkia menghilang, semua pasukan dari Team Rizkia sudah di kerahkan. Kenzo dan Alzam tidak memanggil bantuan dari keluarganya, mereka tak ingin jika keluarga besar Alzam akan mengetahui pergerakan Alzam. Sejauh ini mereka hanya mengetahui Alzam kuliah tapi tak tau di mana.


Pencarian setiap sudut kota sudah di kerahkan, hingga matahari akan menenggelamkan dirinya tapi mereka tak menemukan setitik harapan jejak keberadaan Azkia.


“ Sial!” Gerutu Alzam dalam hati.


Kenzo yang sedang fokus menyetir, menerima salah satu panggilan dari para pengawal Rizkia, mereka menemukan titik Azkia berada. Di sebuah gedung tua di tempat gedung terbengkalai. Hampir sepuluh tahun gedung itu tak lagi di huni oleh siapa pun setelah insiden kebakaran yang begitu dahsyat.


Setelah mendapat informasi, Alzam dan Kenzo memutar balik arah dengan kecepatan tinggi Kenzo membelah jalanan ibu kota untuk menuju ke arah gedung terbengkalai itu. Hampir memakan waktu 3 jam perjalanan, mereka sudah sampai di sana.


“ Mereka ada di dalam, kami sudah mengikuti perintah tuan untuk menunggu!,” Ujar salah satu pasukan Rizkia.


“ Apa kalian sudah memberitahukan nyonya kalian?,” Tanya Kenzo.


“ Kami tidak memberitahukan nyonya, tempat ini sangat berbahaya! Kami tak ingin nyonya sampai terluka!,” Ujar salah satu pengawal.


“ Baguslah! Ayo kita masuk!,” Ujar Alzam.


Merek berjalan memasuki gedung terakhir di mana Azkia berada. Gedung yang berada paling ujung di tempat itu. Saat masuk, mereka mendengar suara tawa begitu menggelegar. Alzam yang sudah tak sabar ingin menemui Azkia langsung berlari ke arah sumber suara tersebut.


Sesampainya di sana, Alzam begitu terkejut melihat Eggy berserta dua lelaki dan dua wanita lainnya ingin berusaha membuka pakaian Azkia yang sudah jatuh tak berdaya. Alzam juga melihat kaki Azkia yang sudah banyak mengeluarkan darah segar.


Sementara kelima orang itu begitu terkejut melihat kedatangan Alzam dan beberapa gerombolan yang berada di belakang Alzam.


“ Eggy Bajin**!” Pekik Kenzo, Sarah mengalir seketika di permukaan wajah Kenzo. Lelaki itu sejak dulu tak suka melihat seorang wanita di perlakukan seperti itu, jika melihat hal itu rasanya Kenzo ingin menghancurkan orang yang melakukannya.


Kenzo membuang jaketnya ke sembarang arah, lalu menghajar Eggy dan teman-temannya tanpa ampun. Kenzo Sudah seperti orang kesetanan, tanpa rasa ubah dan kasihan ia menghajar mereka. Untung dua orang teman Eggy memiliki jenis wanita hingga mereka hanya di tangani oleh para pengawal Rizkia.


Alzam berjalan mendekat ke arah Azkia yang sudah begitu pucat terlihat dari wajahnya. Tanpa rasa tahu ataupun takut Alzam menggendong tubuh Azkia ala bridal style.


“ Kenzo! Azkia harus di bawa ke rumah sakit sekarang!,” Ujar Alzam.


Mendengar ucapan Alzam, Kenzo menghentikan kegiatannya.


“ Bawa mereka ke jeruji besi! Mereka harus merasakan hukuman yang setimpal dengan perbuatan-perbuatan mereka!,” Ucap Kenzo begitu dingin lalu mengambil jaketnya dan segera pergi dari tempat itu mengikuti Alzam yang sudah berlalu pergi meninggalkan mereka.


Para pengawal Rizkia mengamankan Eggy berserta teman-temannya.


Sepanjang perjalanan alzam tiada henti menggenggam tangan Azkia, rasa insicure ataupun tak bisa menyentuh orang lain sudah tidak lagi berlaku untuk Alzam saat ini.


Kenzo memantau Alzam dari cermin yang berada di hadapannya, melihat Alzam di bangku penumpang begitu kahwatir. Apalagi Alzam aduh tak memperdulikan bekas darah yang mengalir membasahi bajunya saat ini.


“ Apa Alzam menyukai wanita itu?,” Pikir Kenzo dalam hati.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit Alzam berlari menggendong tubuh Azkia, ia meminta tolong kepada dokter untuk segera merawat Azkia.


“, Pakailah jaket ini, darah begitu banyak membekas di baju mu,!” pinta Kenzo memberikan jaketnya kepada Alzam.


“Terimakasih!,” Balas Alzam.


🍂🍂🍂🍂


Hampir setengah jam Alzam duduk di samping Azkia yang masih terbaring lemas. Lelaki itu menatap wajah Azkia dengan wajah sendunya.


“ Kenapa aku begitu mengkhawatirkan mu? Bangunlah!” Ujar Alzam menatap wajah Azkia begitu pucat dan masih terbaring lemas.


Kenzo yang baru saja selesai menelefon melihat ke arah Alzam yang sedikit jauh darinya, ia tak menyangka Alzam akan sebegitu peduli kepada orang lain apalagi itu lawan jenisnya.


Kenzo berjalan mendekat ke arah Alzam, mengajak sepupunya untuk pulang. Sejak tadi Abraham sudah menelefon mengkhawatirkan mereka.


“ Ayo kita pulang! Paman sudah menunggu kita di rumah!!” Ajak Kenzo.


“ Bagaimana dengan Azkia?,” Tanya Alzam.


“ Rizkia akan datang! Dia akan mengurus semuanya!,” Sahut Kenzo.


Mendengar hal itu Alzam sedikit tenang. Sebelum pergi Alzam menatap lekat wajah Azkia. Entah rasa apa yang Alzam rasakan saat ini tapi begitu sesak melihat kondisi Azkia seperti ini.


“ Cepatlah bangun! Aku menunggu mu!,” Batin Alzam.


Mereka berdua segera pergi dari ruangan itu, Alzam membuka jeketnya lalu memberikan kepada Kenzo, ia ingin melihat darah Azkia yang mengalir pada tubuhnya membuat Alzam sedikit tenang.


“ Terimakasih sudah menemukan Azkia untuk gue! Gue begitu mengkhawatirkan nya!,” Ucap Rizkia begitu tulus.


“ Tidak apa! Kalau begitu jaga dia gua pergi dulu!” Balas Kenzo lalu segera pergi meninggalkan Rizkia.


Sesampainya di perkirakan mobil baru saja membuka pintu, Alzam menutup kembali pintunya, ia meminta Kenzo untuk menunggu, lelaki itu beralasan melupakan sesuatu di dalam rumah sakit.


Alzam berlari menyusuri koridor hingga Sampai di ruangan Azkia, ia melihat Azkia sudah siuman. Senyumannya begitu manis terukir jelas di wajah Azkia membuat Alzam sedikit tenang untuk pulang saat ini.


“ Syukurlah dia baik-baik saja!,” Gumam Alzam. Pria itu segera pergi berjalan meninggalkan rumah sakit dengan perasaan lega serta bahagia saya melihat kondisi Azkia.


Flash back off.


Tiga hari sudah berlalu, Azkia sudah keluar dari rumah sakit dan melakukan aktivitasnya seperti biasa. Walau kakinya masih di perban tapi tak mengganggu Azkia untuk beraktivitas seperti biasanya. Alzam menatap Azkia dari arah belakang.


Entah mengapa hobi bari Alzam setiap pagi saat di kampus memerhatikan tingkah Azkia yang menurutnya begitu sangat menyenangkan.


Sementara Azkia sudah membuat kan kue untuk Kenzo sebagai ucapan terimakasih. Semua itu atas ide Rizkia sendiri, entah mengapa ia begitu antusias saat Azkia menyetujui idenya untuk memberikan Kenzo kue sebagai permintaan terimakasih.


“ Jam istirahat Lo harus berikan kue ini kepada kak Kenzo! Dia pasti suka!,” Ucap Rizkia begitu bersemangat.

__ADS_1


“ Iya Rizkia sayang!,” Sahut Azkia.


Tapi sebenarnya dalam hati Azkia masih sedikit mengganjal, entah mengapa Azkia masih bertanya-tanya mengapa Kenzo mau menyelamatkan dirinya. Tidak mungkin hanya sekedar rasa terimakasih karena menjaga Alzam. Apalagi mendengar perkataan konyol Rizkia bahwa Kenzo menyukai Azkia.


“ Aku harus bertanya kepada kak Kenzo!,” Batin Azkia.


Mata kuliah yang hampir memakan waktu sejam lebih sudah selesai, saat bari saja merapikan tas dan bukunya, Azkia melihat Kenzo sudah berada di depan pintu ruangannya. Dengan cepat Rizkia menyuruh Azkia untuk mengantar kue itu kepada Kenzo.


“ Cepatlah! Good luck!,” Ucap Rizkia.


Azkia berjalan mendekat ke arah Kenzo, ia tau Kenzo sedang menunggu Alzam, tapi sepupunya itu masih sedikit sibuk dengan bukunya saat ini.


“ Kak Kenzo! Boleh bicara sebentar!,” Ajak Azkia.


“ Dengan ku! Ada perlu apa ?,” Tanya Kenzo.


“ Aku ingin mengucapkan terimakasih karena sudah menolongku dan aku juga ingin menanyakan sesuatu!,” Jelas Azkia.


“, Baiklah! Lima menit apa yang perlu kau katakan!” Ujar Kenzo.


“ Kenapa kak Kenzo mau menolongku?,” Tanya Azkia.


“ Kenapa kau menanyakan hal itu?,” Tanya Kenzo balik.


“ Aku hanya ingin tau! Apa kak Kenzo membalas Budi karena aku menjaga Alzam selama ini!,” Ujar Azkia.


Kenzo tersenyum tipis lalu mendekat ke arah telinga Azkia, membisikan sesuatu di telinga wanita itu.


“, Berjanjilah untuk tidak berbalik setelah mendengar semuanya! Aku melakukannya atas permintaan Alzam, sepertinya dia begitu mengkhawatirkan mu! Dia melarang ku untuk memberitahukan siapa pun termaksud dirimu!,” Jelas Kenzo lalu segera menjauh dari Azkia.


Mendengar semua kebenaran itu Azkia terpaku diam. Apa benar yang di katakan Kenzo, Alzam mengkhawatirkan dirinya?, Tapi mengapa?, Mengapa Alzam mau melakukan hal seperti itu?, Mereka juga tidak begitu akrab selama ini.


“ Apa kue itu untukku! Aku akan mengambilnya dan memakannya bersama Alzam! Terimakasih!,” Ucap Kenzo mengambil kue dari tangan Azkia yang masih terpaku diam.


Sementara Kenzo segera pergi berjalan masuk ke dalam ruangan menghampiri Alzam yang sejak tadi memerhatikan mereka berdua dengan wajah masamnya.


“ Apa aku bermimpi?, Alzam menolongku!,”...


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


🎟️ Vote

__ADS_1


❤️Favorit


☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2