
Azkia merenggangkan tubuhnya saat mata kuliah sudah usai, ingin rasanya wanita itu merebahkan dirinya di atas kasur. Tapi sesat pikirannya mengarah ke toko komik yang sudah ia susun beberapa hari ini untuk melihat.
"Rizkiz kamu jadikan hari ini temani aku ke toko buku komik?," Tanya Azkia.
" Gua pengen banget tapi Lo tau sendiri bokap gua hari ini ada urusan jadi gua harus temenin!," Sahut Rizkia.
" Yah aku pergi sendiri deh!" Ujar Azkia lemas.
" Gua janji deh nanti gua temenin Lo, okey!," Ucap Rizkia memeluk sahabatnya.
" Aku tagih nanti janji kamu!," Balas Azkia.
" Iya! Yuk gua anterin kamu sampai toko komik sekalian jalannya kan searah dengan rumah gua!," Tawar Rizkia.
" Beneran,! Wah ongkos aku selamat!," Sahut Azkia.
" Asem Lo!," Ujar Rizkia lalu mereka tertawa bersama.
Setelah keluar kelas Rizkia bersama Azkia ke toko buku komik, tepatnya sih Rizkia hanya sekedar mengantar. Tanpa mereka sadari sejak tadi alz mendegar sebuah buku komik, Alzam sedikit penasaran selama ini ia juga menyukai komik.
" Alzam!," Panggil Kenzo.
Alzam segera beranjak dari kursi lalu keluar dari kelas.
"Kenzo, aku bisa ke toko buku komik dulu?," Tanya Alzam.
" Toko buku komik!, kamu yakin mau ke sana?," Tanya Kenzo.
" Iya, aku mau cek aja!," Ujar Alzam.
Kenzo menatap Alzam dari atas ke bawah, apa sepupunya itu tidak mengalami benturan hingga menjadi seperti ini. Sebuah keajaiban Alzam ingi pergi ke sana, selama ini Alzam hanya menyuruh para pengawal nya untuk membelikan sebuah komik atau hal apapun tapi kali ini Alzam ingin pergi sendiri.
" Baiklah! Aku antar kamu ke sana!," Sahut Kenzo.
Melihat perubahan seperti itu Kenzo sedikit lega, perlahan Alzam mulai berbaur walau saat ini kemajuan kecil tetapi hal-hal seperti itu perlahan akan mengubah hidup Alzam.
Sepanjang perjalanan mobil mewah berwarna biru tua membelah jalanan ibu kota, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Kenzo mengintip, suasananya sedikit sunyi.
" Apa aku temani di dalam?," Tanya Kenzo.
"Silahkan, tapi jika kau menyukai komik!," Balas Alzam. Pria itu sangat tau jika Kenzo tak begitu menyukai komik.
"Aku tunggu di sini! Kamu tidak apa sendiri kan?," Tanya Kenzo kembali.
"Aku tidak apa! Hanya sebentar aku cek trus pulang !," Balas Alzam, lalu segera keluar dari mobil berjalan masuk ke dalam.
" Apa dia ada di dalam" batin Alzam.
__ADS_1
🍂🍂🍂🍂
Azkia membaca komik kesukaannya sambil menikmati pemandangan dari arah luar. Suasana hening yang saat ini sangat Azkia sukai, setelah puas membaca Azkia mencari lagu buku komik baru untuk ia baca.
Sepanjang Azkia melangkahkan melihat komik yang begitu banyak, matanya tak berhenti untuk terus berbinar. Saat di kampung Azkia hanya memesannya lewat toko online tapi saat ini ia bisa menyentuh atau melihat sebelum membelinya.
" Daebak! Rizkia emang gak salah kasi info ke aku!" Ujar Azkia lalu meraih satu buku yang berada di rak lalu melihat isinya.
Setelah puas melihat Azkia mengembalikan ke tempatnya. Saat sedang asik memilih, mata Azkia tertuju pada satu buku komik. Letaknya lumayan tinggi, badannya yang hanya berukuran satu meter setangah itu apa bisa mengambil buku itu.
"Ayolah, aku tidak sependek itu!," Gumam Azkia.
Sekuat tenaga Azkia berjinjit agar bisa meraih buku komik itu hingga keseimbangan Azkia tergoyah dan jatuh ke belakang. Azki memegang bokongnya begitu sakit.
"Ah sial! Kenapa aku di ciptakan sependek ini!," Gumam Azkia.
Tanya sadar seseorang sejak tadi memerhatikan Azkia hanya tertawa di balik masker yang ia pake. Saat Azkia berdiri ia menoleh melihat Alzam yang berdiri tak jauh dari dirinya. Azkia bisa melihat matanya seperti menertawakan dirinya saat ini.
" Payah!," Ujar Alzam berjalan melewati Azkia yang sudah berdiri.
Alzam menyuruh Azkia untuk menjauh dia meter darinya. Wanita itu yang tak ingin berdebat denga pria aneh yang ada di hadapannya saat ini hanya mengikuti perintah Alzam.
Pria itu berporsi badan seratus delapan puluh lima denga mudah meraih buku itu lalu di berikan nya kepada Azkia.
" Nih, lain kali minum susu peninggi badan!," Ejek Alzam lalu pergi meninggalkan Azkia.
" Apa otaknya terbentur sedikit!," Seru Azkia dalam hati.
Azkia berjalan mengekor di belakang Alzam melihat pria itu afwanh memilih beberapa komik.
" Apa kau menyukai komik juga?," Tanya Azkia.
Yah, seperti biasanya dirinya kali ini tidak di hiraukan sama sekali oleh Alzam. Azkia tak percaya kenapa ia ingin menyapa atau mengajak berbicara pria aneh seperti Alzam.
" Sabar Azkia, setidaknya dia sudah membantu mu mengambil buku tadi!," Batin Azkia.
" Aku membacanya untuk menghibur diri!," Ujar Alzam.
Mendegar Alzam berbicara membuat Azkia sedikit kaget, ternyata ia masih di anggap ada dalam ruangan ini.
" Aku juga begitu, mau aku rekomendasi kan komik terbagus!," Tawar Azkia.
" Tidak terimakasih, ingat menjauh dua meter dariku!," Sahut Alzam dingin.
Rasanya begitu menyesal Azkia mengajak Alzam berbicara dan menawarkan diri. Azkia yang sangat kesal segera pergi meninggalkan Alzam sendiri. Untuk apa ia bersama lelaki aneh seperti Alzam hanya akan membuat dirinya kesal.
Azkia kembali duduk di tempatnya kembali, sepanjang Azkia membaca tak berhenti Azkia melirik ke arah Alzam yang duduk nya tak jauh darinya. Sinaran matahari siang kala itu sedikit mengenai wajah Alzam.
__ADS_1
Dunai selama terhenti, Azkia menatap Alzam dari balik buku komik tadi hingga tersadar Azkia memukul kepalanya sendiri. Sesaat dirinya hampir terbuai oleh Alzam.
" Hahaha! Kepala aku kenapa sih, hus..hus..menjauh dari aku!," Gerutu Azkia dalam hati.
Saat Azkia kembali membaca komiknya, tiba-tiba saja seseorang melemparkan sebuah kertas kecil kepada Azkia.
Azkia melirik sedikit melihat Alzam seperti mengisyaratkan dirinya untuk mendekat ke arahnya.
" Ada apa dengan manusia aneh itu?," Gumam Azkia.
Azkia beranjak dari tempat duduknya berjalan ke arah Alzam. Yah sekarang Azkia aduh Sangat hafal jika jarak mereka sudah tinggal dua meter, maka saat itu langka Azkia sudah harus berhenti.
" Ada apa?," Tanya Azkia.
" Aku ingin membaca buku! Jika kamu bersedia membantu ku mencari buku menarik, aku akan membelikan satu buku kesukaan mu!," Ujar Alzam.
Tentu saja tawaran Alzam begitu mengiurkan. Di belikan sebuah buku Yanga benar saja, Azkia sangat mau apalagi mengurangi lagi ongkos.
Tapi Azkia berpikir kembali, mengingat perkataannya tadi.
" Bukannya kamu tidak butuh rekomendasi ku tadi!," Ujar Azkia.
" Kalau begitu lupakan tawaran ku!," Balas Alzam.
Mendengar hal itu, Azkia segera menahaj Alzam, menyuruh lelaki itu untuk berhenti melangkah pergi.
"Aku akan mencairkannya untuk mu!," Ujar Azkia.
Alzam tersenyum tipis di balik maskernya, entah mengapa rasanya bahagia dan sedikit nyaman saat bersama Azkia, walau harus menjaga jarak dengan baik.
Keseruan terjadi di antara keduanya saat Azkia memperlihatkan beberapa buku rekomendasi darinya. Alzam sangat suka semua buku yang Azkia rekomendasikan. Sampai lupa jika Kenzo sedang menunggunya di dalam mobil.
" Sial! Anak itu bilang hanya sebentar!," Gerutu Kenzo.
Bersambung.
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komentar
❤️ Favorit
🎟️ Vote
☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1