Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
" Kedatangan Tamu "


__ADS_3

Saat Kenzo berjalan menuju kelasnya, lelaki itu melupakan sesuatu untuk memberikan Alzam hadiah kecil yang ia beli kemarin. Saat Kenzo berbalik ke arah kelas Alzam lelaki itu begitu terkejut melihat kerumunan mahasiswa di depan pintu kelas.


“Ada apa!,” Gumam Kenzo.


Kenzo mendekat lalu melihat saat Alzam sudah tersungkur di lantai, Kenzo juga melihat Azkia sudah membantu Alzam berdiri. Saat mahasiswa itu ingin menonjok Azkia dengan cepat Kenzo berlari lalu menahan tangan mahasiswa seangkatannya.


Bogeman mentah begitu saja Kenzo layangkan ke arah mahasiswa itu membuat nya terhempas ke lantai. Semua begitu terkejut saat kedatangan Kenzo secara mendadak lalu memukul mahasiswa itu dalam hitungan detik.


“Berani lo menyentuhnya! “ Pekik Kenzo dengan wajah merahnya.


“Kenzo!”


“ Apa Lo ingin menjadi kepala geng di sini! Berani memukul mahasiswa baru !,” Pekik Kenzo.


“Ha,! Sejak kapan Lo peduli dengan mahasiswa baru yang gua pukuli! Siapa lelaki itu Kenzo, apa kau mengenalnya?,” Tanya mahasiswa itu berdiri sambil mengusap sudut bibirnya yang terluka akibat pukulan Kenzo.


“ Di-..! Dia!,” Ujar Kenzo menatap ke arah Alzam.


Alzam menggelengkan kepalanya perlahan membuat tanda bahwa Kenzo jangan mengatakan dirinya adalah sepupunya. Cukup di Azkia jangan ke orang lain yang akan membongkar identitas siapa Alzam.


“Dia teman baikku! Sudah puas! Jadi lo jangan berani menyentuhnya!,” Pekik Kenzo dengan lantang.


Lelaki itu berjalan mendekat ke arah Alzam melihat tangan sepupunya begitu merah akibat injakan kaki. Lalu Kenzo menatap ke arah Azkia membisikan sesuatu ke telinga wanita itu. Setelahnya Kenzo menarik Alzam pergi untuk mengobati tangan sepupunya.


Azkia melihat kepergian Kenzo dan Alzam hanya terdiam menatap punggung kedua pria itu. Rizkia yang baru saja tiba melihat beberapa mahasiswa sudah bubar dari kelas mereka. Begitu pula senior yang bermasalah dengan Alzam tadi.


“Ada apa Ki?,” Tanya Rizkia.


“Hanya permasalahan kecil!, “ Sahut Azkia lalu berjalan kembali ke tempat duduknya.


Azkia teringat kembali dengan ucapan Kenzo sebelum pergi meninggalkan kelas bersama Alzam.


“Jangan memberitahukan bahwa Alzam sepupuku!,”


“Apa sebenarnya yang terjadi?,” Seru Azkia dalam hati.


Rizkia yang berada di samping Azkia hanya menatap bingung sahabatnya. Beberapa kali Azkia menghela nafasnya sangat panjang.


“Lo kenapa?,” Tanya Rizkia.


“Butuh asupan!,” Jawab Azkia asal.


“Btw, cowok Kemarin yang bersama kak Kenzo itu siapa? Gua penasaran, Lo kemarin di panggil kak Kenzo, Lo pasti tau kan siapa cowok yang bersama Kenzo kemarin?,” Tanya Rizkia.


“ Aku enggak tau hanya kak Kenzo minta untuk jaga dia aja! Lagian tumben kamu kepo dengan kak Kenzo?” Tanya Azkia.


“Gua sih gak kepo sama kak Kenzo! Gua kepo sama si cowok masker itu! ,” Sahut Rizkia.


“ Gak usahlah kepo- kepo, temani aja aku ke kantin! Aku lapar belum sempat sarapan pagi!,” Ajak Azkia.


“Ayok! Gua juga pengen makan!,” Sahut Rizkia.


Kedua wanita itu berjalan menuju kantin kampus. Sepanjang jalan koridor Rizkia membuat Azkia tertawa lepas saat menceritakan tentang kejadian lucunya kemarin. Azkia tak menyangka sahabatnya yang miliarder ini bisa memiliki tingkah kocak seperti ini. Azkia pikir, jika wanita kaya seperti Rizkia pasti berpenampilan anggun dan cantik, pastinya juga akan memilih teman. Tapi itu semua tidak berlaku untuk Rizkia.


Sesampainya di kantin, mereka berdua memesan makanan sejuta umat. Pasti kalian tau makanan apa yang author maksud. Yah bakso, sambil menunggu mereka berdua asik bercerita banyak hal apalagi Rizkia wanita itu seperti tak habis bahan untuk terus membuat suasana tak suntuk.


“ Aku mau nannya? Kenapa kamu mau berteman sama aku?, Padahal aku bukan orang kaya seperti mu?,” Tanya Azkia.


“Cih, dari dulu gua malas berteman sama orang-orang kaya seperti mereka itu!,” Jawab Rizkia sambil menunjuk beberapa anak orang kaya yang duduk tak jauh dari mereka.


“ Kenapa?,” Tanya Azkia kembali.


“ Karena pembahasan mereka itu gak seru, hanya memamerkan sehebat apa orang tua mereka terus pamer barang branded terbaru!, Sumpah gua bosan banget!,” Jelas Rizkia, mendengar penjelasan sahabatnya yang apa adanya membuat Azkia tersenyum. Sangat jarang seorang anak miliarder memiliki pemikiran seperti ini.


“ Tapi aku bukan teman satu-satunya yang kamu miliki kan ?,” Tanya Azkia.


“ Lo teman yang gua miliki, selama ini gua gak punya teman dari SMA! Gua hanya di kelilingi orang-orang aneh kaya mereka!,” Ujar Rizkia.


“ Serius! Tapi kenapa kamu mau berteman sama aku!?,” Tanya Azkia kembali.


“ Karena Lo pertama kali gua lihat vibes nya tuh anak baik ! Kelebihan gua tuh bisa melihat karakter seseorang dari wajahnya,” terang Rizkia.

__ADS_1


“ Serius!,” Sahut Azkia.


Melihat ekspresi wajah Azkia sangat serius, membuat Rizkia tertawa karena berhasil mengerjai sahabatnya itu.


“Hahahaha! Ki, Lo sumpah gemes banget! Untung gua cewek kalau laki mah gua udah lamar Lo jadi istri gua! Lagian nih Lo dari tadi nannya mulu ke gua!,” Tawa Rizkia.


“Hehehe! Aku hanya pengen tau aja! “ Balas Azkia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Obrolan cukup panjang, akhirnya pesanan mereka telah tiba. Perut Azkia yang sejak tadi berteriak meminta jatah akhirnya terpenuhi saat siraman kuah pertama kali masuk ke dalam perut wanita itu.


“Wah! Sungguh nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan!,” Ucap Azkia membuat Rizkia tertawa melihat tingkah wanita itu.


🩹🩹🩹🩹🩹


Di ruangan kesehatan, Alzam sejak tadi menahan rasa sakit saat Kenzo membalut lukanya. Lelaki itu seperti tak memiliki perasaan saat melakukan hal itu, sejak tadi Alzam meringis kesakitan tapi Kenzo tak menghiraukannya.


“Apa jiwa dokter om dan bibi menular di dirimu!,” Ujar Alzam.


“Mungkin seperti itu! Diam lah sebentar, atau tidak tangan mu akan semakin parah! “ Sahut Kenzo.


Alzam terdiam menatap Kenzo, lelaki itu sangat bersyukur memiliki sepupu sepertinya. Kenzo benar-benar tulus melindungi Alzam dalam keadaan apapun.


“Terimakasih!,” Ucap Alzam.


“Untuk apa?,” Tanya Kenzo.


“Untuk semuanya! Kau sangat tulus kepada ku,!” Jelas Alzam


Mendengar ucapan terimakasih Alzam, Kenzo tersenyum tipis, apa mereka sudah mulai dekat?, Alzam sekarang tak membuat dinding pembatas yang begitu tinggi di antara mereka lagi.


“Sudah selesai,! Pulang nanti kita ke dokter untuk mengecek tangan mu,! Semoga tidak ada keretakan tulang!,” Ucap Kenzo lalu membersihkan alat P3k nya dan menaruhnya kembali ke tempat semula.


Alzam menatap tangannya saat ini, perban yang begitu rapi. Kenzo benar-benar terlihat seperti dokter profesional.


“Kenapa kamu tidak masuk jurusan kedokteran ?,” Tanya Alzam.


“Apa sekarang kau kepo dengan urusan hidup ku ?,” Tanya Kenzo kembali.


“Ak-..! Mm aku enggak kepo hanya sekedar bertanya! Jika kau tak ingin menjawabnya yah sudah!,” Jelas Alzam santai.


Mendengar penjelasan Kenzo, lelaki itu hanya mengangguk mengerti.


“ Apa aku memberitahukan paman kejadian ini?,” Tanya Kenzo.


“Jangan! Aku tak ingin ayah ikut campur! Kamu tau sendiri bisa-bisa semua mahasiswa di sini akan tau bahwa aku anak dari Ayah! Aku tak suka menjadi bahan tontonan orang banyak! Apalagi dengan keluarga ayah mereka akan mengincar ku” Jelas Alzam.


Mendengar penjelasan Alzam Kenzo begitu kaget. Apa lelaki itu tau selama ini dirinya di incar oleh keluarganya sendiri.


“Apa kau tau tentang hal itu?,” Tanya Kenzo.


“ Aku tau! Mereka seperti monster mengerikan hanya karena sebuah kekuasaan!” Lirih Alzam.


“Jangan takut aku ada di samping mu! Dan terima lah tawaran paman Alzam, hanya kau satu-satunya penerus perusahaan itu!” Ujar Kenzo.


“ Apa Ayah menyuruh mu?,” Tanya Alzam.


“Tidak, aku hanya kasihan kepada Paman dan perusahaan yang telah kakek mu bangun! Jika perusahaan itu jatuh-,” belum Kenzo menyelesaikan kalimatnya. Alzam sudah beranjak dari duduknya lalu keluar begitu saja meninggalkan Kenzo sendiri dalam ruangan itu.


“ Ha! Anak itu!,” Gumam Kenzo.


Sepanjang lorong koridor kampus, Alzam berjalan dengan cepat. Pikiran nya sudah kacau saat membahas tentang ahli waris perusahaan. Alzam memiliki alasan kenapa tak ingin mengambil ahli, ia sangat bermasalah dengan dirinya sendiri. Lalu memimpin perusahaan sebesar itu tidaklah mudah, apa Alzam mampu melakukannya?.


Sesampainya di kelas, Alzam langsung mendapatkan tatapan dari mahasiswa di dalam kelas itu. Alzam berjalan tunduk menuju bangkunya yang berada di belakang paling pojok. Hanya di sana Alzam merasa nyaman dan aman.


Sejak kejadian Alzam bermasalah dengan mahasiswa senior itu, Alzam sudah menjadi pusat perhatian orang banyak yang membuat dirinya tak begitu suka ataupun nyaman.


“ Sial !,” Umpat Alzam dalam hati.


🏘️🏘️🏘️🏘️


Di kediaman Abraham semua pelayan begitu gempar saat mengetahui kondisi tuan mereka yang terluka. Alzam menghela nafasnya, melirik ke arah sepupunya yang tertawa menikmati keadaan seperti ini.

__ADS_1


dokter pribadi keluarga Abraham sudah Kenzo telfon untuk mengecek kondisi tangan Alzam. Untung saja keadaan tuan Tuan muda itu baik-baik saja kalau tidak entah kehebohan apa yang terjadi.


"Kenapa bisa terjadi seperti ini?," Tanya Abraham yang di kabar oleh para pelayan saat mengetahui Alzam terluka. Abraham yang saat itu sedang meeting meninggalkan pekerjaannya saat mendapatkan kabar buruk tentang alzam. Baru saja dia haru Alzam berkuliah menikmati indahnya suasana dunia luar, anaknya itu malah terluka.


"Alzam hanya terjatuh di tangga, Kalai Ayah tidak percaya silahkan tanya Kenzo!," Ujar Alzam.


"Kenzo apa yang di katakan Alzam benar seperti itu?," Tanya Abraham.


"Iya paman!, saat aku kelas Alzam ingin ke toilet tapi ternyata ia kehilangan keseimbangan saat turun dari tangga!" Jelas Kenzo lalu mengedipkan matanya ke arah Alzam.


"Apakah harus memakai alasan yang konyol seperti itu!," Gerutu Alzam dalam hati.


"Apakah benar seperti itu Alzam?, Ha kampus mereka harus memiliki lift, aku tak ingin melihat anakku terus jatuh dari tangga!," sahut Abraham.


Kenzo dan Alzam saling menatap, tal menyangka Abraham akan melakukan hal itu. Dengan cepat alzam mencegah Abraham untuk menelfon pihak kampus tempat dirinya berkuliah.


"Ayah, aku tidak apa-apa! Lihat aku baik-baik saja bukan! " Ucap Alzam segera beranjak dari duduknya lalu melompat-lompat untuk meyakinkan Abraham bahwa dirinya baik-baik saja.


Kenzo melihat Alzam seperti itu tertawa kecil, pelayan di sana ikut tertawa. Baru kali ini mereka melihat Tuan muda melakukan hal ini. Selama 10 tahun Alzam hanya mengurung dirinya sendiri.


Saat mereka sedang berbicara, keluarga Abraham datang. Alzam saat mendengar suara bibi dan sepupunya langsung menutup wajahnya kembali dengan masker. Para pelayan di sana mulai bubar. Kenzo menarik Alzam untuk bersembunyi di belakangnya.


"Ada urusan apa mereka ke sini!?," Bisik Alzam yang berada di belakang Kenzo.


"Entahlah,! Saat ini kau berjalan pelan bergabung'bersama para pelayan! Aku sudah memberi kode untuk membawa kau baju salah satu pelayan di sini !," Ujar Kenzo.


Alzam berjalan mengendap perlahan bergabung dengan para pelayan. Dengan bantuan para pelayan di rumah itu saat ini Alzam sudah berganti pakaian sambil memakai masker di wajahnya pria itu menundukkan wajahnya saat bibi dan sepupunya sudah berada di hadapan papa Abraham.


"Ada angin apa Sampai kau harus repot-repot ke sini Anita adik kesayangan ku!," ujar Abraham dengan sinis.


"aku hanya ingin mengunjungi ponakan ku! aku mendengar dari kabar angin bahwa dia sudah mulai berkuliah!," sahut Anita lalu duduk di sofa dengan santai bersama anaknya yang usianya hampir sama dengan Alzam.


" Ha! terimakasih atas perhatian mu Anita! tapi saat ini ponakan mu sudah tertidur karena kelelahan!," ucap Abraham dengan santai didik sambil melipat kedua kakinya.


" ya ampun! padahal aku ingin melihat nya sudah sangat lama aku tak mengunjungi anak itu !," ujar Anita membuat wajahnya seakan sangat sedih.


Alzam melihat akting bibinya sangat luar biasa. Jika saja wanita itu menjadi artis, sepertinya akan sangat cocok untuknya.


Mata Anita akhirnya berhenti ke arah Kenzo yang berdiri tak jauh dari Abraham. pria itu berdiri dengan gagah menatap ke arah Anita.


" Ternyata anak ini masih berada di sini! aku pikir kau sudah memulangkannya di Amerika!," Anita menatap tajam wajah Kenzo.


" Aku membutuhkan nya untuk menemani Alzam! Dia membutuhkan sepupu yang tulus untuk di ajak bicara! Bukan begitu Jack!" tembakan yang Abraham berikan sangat pas. Anita terdiam saat mendegar ucapkan Abraham. Jack terdiam menatap ke arah pamannya.


"good job Ayah!," seru Alzam dalam hati.


" Paman! apa aku boleh masuk ke kamar Alzam?, aku ingin sekali menyapa nya, sejak kecil aku tak bertemu dengan dirinya Karena Alzam tak pernah ingin keluar!," ujar Jack.


"sepertinya saat ini tidak bisa Jack! aku tak ingin Alzam marah kepadaku karena mengizinkan mu masuk ke dalam kamarnya! baginya Kamarnya adalah Privat untuknya!," jelas Abraham.


Anita dan Jack sudah tak bisa berkata apapun. Abraham begitu pintar untuk menjawab semua pertanyaan mereka. sementara Kenzo tersenyum ejek ke arah Jack dan Anita membuat kedua menegaskan rahang nya menatap Kenzo.


" Sepertinya kami datang di waktu yang belum tepat kak! aku izin untuk pulang, titip selama kepada ponakan kesayangan ku!" Pamit Anita segera berjalan meninggalkan kediaman Abraham bersama anaknya.


Saat mobil Anita dan Jack sudah meninggal halaman rumah. Alzam segera melepas baju pelayan yang tadi ia kenakan, lalu berjalan mendekat ke arah Abraham dan Kenzo.


" mulai besok kau dan Kenzo harus ekstra hati-hati! mereka semakin mengincar mu Alzam! aku tak ingin saat ini wajah mu terlihat oleh siapapun!," tegas Abraham menatap putranya.


" Aku akan menjaga jarak saat di kampus!," sahut Kenzo.


"apa serumit ini hidup ku!," gumam Alzam.


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ vote


🥀☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2