Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
Bab 42 " Penyesalan Rizkiya "


__ADS_3

“ Apa yang kamu katakan, kamu ingin membunuh anakmu sendiri! Apa kamu gila, anak yang begitu suci tak paham dengan apa-apa dia masih belum berkembang dengan baik tapi kamu sudah berencana untuk membunuhnya! Wanita macam apa kau, apa tidak ada rasa kasih sayang mu kepada anakmu sendiri! Maaf aku berkata seperti ini, tapi sadarlah anak ini ada karena perbuatan mu dan pacar mu lalu kamu menyalahkan anak ini! Tanpa sadar apa yang sudah kau lakukan hingga anak ini hadir di dalam rahimmu!,” Ujar Azkia dengan begitu lantang agar suaranya bisa di dengar oleh Rizkiya di tengah embusan angin malam yang begitu kuat saat ini.


Rizkiya terdiam mendengar perkataan Azkia, apa yang sahabatnya Katakan itu semua benar. Tidak seharusnya ia menyalakan bayi yang sedang berada dalam tubuhnya saat ini. perbuatannya bukan salah bayi yang berada dalam perutnya, melainkan keinginannya bersama kekasihnya itu.


Perlahan Rizkiya mengusap perutnya ia menangis saat membayangkan betapa kejamnya dirinya ingin membunuh darah dagingnya sendiri.


“ Maaf kan ibu! Hiks...hiks..! Maafkan ibu Nak!,” Bibir Rizkiyah seakan tak bisa mengucapkan kalimat apapun kecuali permintaan maafnya kepada anaknya saat ini.


Azkia tersenyum melihat Rizkiya beraksi seperti ini. Azkia paham bahwa sahabatnya ini begitu baik memang apa yang dilakukan Rizkiya sebuah kesalahan yang sangat besar tapi pada dasarnya manusia tidak ada yang sempurna untuk tidak melakukan kesalahan dan menyadarinya lalu memulainya kembali ke arah lebih baik lagi.


Azkia memeluk sahabatnya untuk menguatkan wanita itu.


“ Kita pulang yah! Tidak baik ibu hamil berada di luar! Apalagi dengan cuaca seperti ini! Aku akan menemanimu di rumah dan menjelaskan semua kepada ayahmu! Lebih baik kau berkata jujur! Aku yakin ayah mu tidak akan pernah membenci putri hebat seperti mu !,” Tutur Azkia begitu lembut.


" Enggak Azkia! Aku tidak ingin pulang! Bokpa gua akan kecewa pada gua! Enggak Azkia enggak!," Tangis Rizkiya memeluk sahabatnya. Udara dingin malam ini terus berhembus, Azkia bingung harus melakukan apa lagi. Saat memikirkan cara agar merayu Rizkiya untuk pulang bersamanya, terlintas sosok Alzam dan Kenzo dalam pikirannya.


" Apa mereka bisa membantuku!?," Batin Azkia segera meraih ponsel yang berad dalam saku celananya. Walau sedikit susah untuk menggenggam gawai apalagi Rizkiya begitu erat memeluk tubuh Azkia saat ini wanita itu berusaha untuk bisa menghubungi kedua lelaki yang mungkin sedang asik berada dalam dunia mimpi itu.


Handphone Azkia terus berdering membuat panggilan kepada Alzam sudah hampir tiga kali Azkia memanggil tapi Alzam tak kunjung meyambut panggilan darinya.


" Ya Tuhan Alzam! Aku mohon angkatlah!," Batin Azkia.


Saat panggilan ke empat akhirnya Alzam mengangkat panggilan telfon Azkia. Azkia mengatakan untuk segera datang, wanita itu juga belum menjelaskan apapun kepada Alzam tentang apa yang terjadi kepada Rizkiya saat ini


" Kamu tenang yah! Ayo kita masuk ke dalam mobil! Tubuhmu tidak baik berada di luar yang begitu dingin!," Ajak Azkia tapi Rizkiya menolak, ia memilih untuk terus berada di luar dalam pelukan Azkia.


Azkia saat ini hanya bisa menguatkan sahabatnya, dirinya begitu tidak menyangka melihat Rizkiya terpuruk seperti ini. Sikpa cerianya, jahil dan cerewetnya begitu sirna dari wajahnya saat in.

__ADS_1


"Azkia!," Panggil Rizkiya.


" iya!," Sahut Azkia.


" Bagaimana kamu bisa begitu kuat melalui masa lalu mu seperti itu?," Tanya Rizkiyah. Sejak kejadian hujan kemarin, Rizkiya jujur kepada sahabatnya bahwa dirinya sudah mengetahui segala masa lalu Azkia dan tentu Azkia Tidka begitu marah, wanita itu bersyukur Rizkiya mau berteman dengannya tanpa melihat status sosialnya.


" Aku hanya bisa banyak berdoa dan terus berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan kepadaku! Dan juga aku memiliki keluarga yang begitu menyayangi ku dan selalu ada buatku!" Terang Azkia.


“ Apa bokap gua akan menerima gua Ki! Gua takut melihat raut wajah kecewanya pada gua! Hiks..hiks..hiks.! “ lirih Rizkiya dengan pelan Azkia mengusap kepala sahabatnya lalu mengusap air mata yang berjejak di pipi Rizkiya saat ini.


“ Semua akan baik-baik saja! Jika kamu jujur dan menerima segala perbuatan mu, maka Tuhan akan mengulurkan tangannya untuk membantumu Za! Sudah yah jangan terus menangis lagi okey!," Ujar Azkia mengusap air mata sahabatnya itu.


Belum lama kemudian, Alzam dan Kenzo datang, raut wajah Alzam begitu kahwatir apalagi saat Azkia menelfon saat tengah malam seperti ini.


"Azkia apa kalian baik-baik saja?," Tanya Alzam, baju piyama yang masih ia gunakan terlihat begitu lucu untung saja jaket yang Alzam gunakan menutupi separuh piyama yang ja gunakan.


Azkia memberikan kode kepada para pengawal untuk mengangkat tubuh Rizkiya untuk dimasukan kedalam mobilnya.


Azkia menjelaskan semuanya kepada Alzam dan Kenzo tentang kejadian yang menimpa Rizkiyah. Mendengarkan semua itu Alzam dan Kenzo bingung harus berkata apa.


" Aku enggak tau harus berkata apa! Tapi pasti saat ini Rizkiya begitu terluka" ujar Alzam.


" Kenapa harus kasihan bukankah mau sama mau!," sahut Kenzo.


Jawaban yang Kenzo berikan membuat Alzam dan Azkia begitu terkejut mendengar jawaban Kenzo.


" Apa!"...

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote


🥀☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


Bersambung....


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komen


❤️ Favorit


🎟️ Vote


🥀☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2