Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
" Berteman "


__ADS_3

Sejak dalam kelas Azkia tak berhenti untuk terus melihat Alzam. Menurut nya sepertinya hari ini Alzam tak begitu sehat. Walau wajah Alzam tak tertutup oleh masker tetapi Azkia bisa melihat mata Alzam seperti menahan sakit saat menggerakkan kakinya.


" Rizkia, enggak apakan hari ini kamu deluan, aku ada urusan bentar dengan dosen!," ujar Azkia.


" oyah! Baiklah, tapi besok kami harus pulang sama-sama aku okey!," ucap Rizkia.


"iya! hati-hati di jalan!," ujar Azkia.


" dah! Amalia ketemu besok!," Rizkia memeluk sahabatnya begitu erat setelah itu segera keluar dari kelas.


melihat Rizkia sudah pergi, Azkia meilirik ke arah Alzam yang masih setia duduk di bangku belakang tanpa melakukan hal apapun kecuali menahan rasa sakit di kakinya sejak tadi.


"Apa dia baik-baik saja ?," Gumam Azkia.


Azkia berjalan mendekati Alzam, saat ini wanita itu menatap Alzam yang terlihat begitu jelas bagaimana ia menahan sakitnya.


" Apa kau kesakitan?," Tanya Azkia. Alzam yang baru menyadari kehadiran Azkia hanya terdiam Azkia yang sudah berada di hadapannya saat ini.


", Aku tidak apa-apa! Pergilah!" Sahut Alzam.


" Aku tau kau sedang menahan sakit sejak tadi! Sini biar aku cek!," Ujar Azkia, namun dengan cepat Alzam melarang mendorong tubuh Azkia seidkit keras.


" Jangan menyentuh ku!," Ucap Alzam tegas. Lelaki itu memaksa diri untu beranjak dari kursinya sambil menahan sakit. Azkia bisa melihat itu, ia tak sakit hati denga perlakuan Alzam.


" Apa bisa kau duduk diam! Aku tau kau sejak tadi menahan sakit!" Pekik Azkia seidkit emosi. Alzam terdiam seribu bahasa saat mendengar perkataan Azkia. Pria itu seketika menjadi kucing basah, semua apa yang Azkia suruh ia ikuti tanpa menolak.


Azkia membuka perlahan sepatu Alzam, begitu terkejutnya ia saat melihat kaki Alzam yang terluka. Azkia menatap Alzam tajam lalu berlari keluar kelas untuk mengambil sesuatu. Tidak lama Azkia sudah membawa kotak P3k lalu mengobati kaki Alzam.


" Jika di biarkan maka akan infeksi!" Ujar Azkia.


Sementara Alzam hanya terdiam sambil menahan rasa sakit saat Azkia mengobati kakinya. Cukup lama Alzam memandang wajah Azkia. Raut wajah yang sangat kecil, bibir mungil Azkia begitu terlihat jelas.


Tetapi seketika Alzam memikirkan masa lalunya, semua orang begitu membenci hingga jijk padanya, namun berbeda dengan Azkia ia tak memperlihatkan rasa tidak sukanya kepada Alzam.


" Apa kau tidak jijik pada ku?" Tanya Alzam begitu berani. Entah dari mana keberanian itu muncul untuk bertanya kepada Azkia.


" Jijik sama kamu! Emang kamu apa sampai aku jijik!," Sahut Azkia yang masih fokus membalut luka Alzam.

__ADS_1


" Tidak jadi!," Ucap Alzam memalingkan wajahnya saat mendengar perkataan Azkia.


" Apa kamu enggak mau berteman sama aku karena kamu pikir aku jijik yah?," Tabya Azkia.


" Entah!," Sahut alzam.


" Aku suka berteman sama siapapun selagi mereka mau berteman dengan aku! Lagian nih kamu pria aneh yang paling ingin aku ajak untuk berteman!," Jelas Azkia jujur tersenyum menatap Alzam.


" Pria aneh?," Gumam Alzam tetapi Azkia bisa mendengar hal itu.


" Iya pria aneh yang tiba-tiba menyemprotkan ku menggunakan botol parfum! Pria aneh yang sikapnya suka berubah-ubah!," Ujar Azkia.


Mendegar itu entah mengapa Alzam tersenyum lebar di balik maskernya. Serasa ada getaran sesuatu yang sangat asik buatnya tapi itu sangat menyenangkan untuk di rasakan.


" Selesai!" Ujar Azkia yang sudah membereskan luka Alzam.


Lelaki itu menatap kakinya yang di obati tersenyum lebar. Sementara Azkia merapikan kembali kotak P3K yang ia gunakan. Saat Azkia berpamitan deluan ingin berjalan pergi Alzam menahan dirinya.


" tawaran mu kemarin untuk berteman apa masih bisa?," Tanya Alzam.


Azkia berbalik menatap Alzam sambil menyipitkan kedua matanya. " Apa kamu mau berteman dengan ku?,' tanya Azkia.


" Aku mau! Kita berteman yah!," Ucap Azkia. Alzam menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Azkia.


" Baiklah dan untuk kaki ku terimakasih! Aku akan membalasnya nanti!," Uajr Alzam lalu pergi meninggalkan Azkia.


Azkia menatap punggung Alzam yang sudah berlalu pergi bersama Kenzo. Ada rasa bahagia di dalam diri Azkia Karen Alzam mau berteman dengannya.


" Dia anak baik! " Gumam Azkia.


Sementara Alzam sejak di mobil tersenyum lebar menikmati setiap hembusan angin yang menerpa wajahnya saat ini. Kenzo yang melihat sepupunya tersenyum seperti itu merasa negeri sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi pada diri Alzam saat ini.


" Apa gara-gara perbincangannya bersama Azkia sampai moodnya kaya gini!," Batin Kenzo.


Kenzo yang tak ingin menganggu mood Alzam yang sedang bagus, lebih memilih menikmati senyum Alzam yang seakan tak pernah pudar dari wajahnya. Sudah sangat lama Alzam tak tersenyum seperti ini.


Sesampainya di rumah, Alzam segera turun bersama Kenzo lalu masuk ke dalam rumah. Abraham yang sedang menikmati minumannya begitu kaget saat melihat Alzam masuk sambil tersenyum menuju kamarnya. Tak berhenti Abraham menatap Alzam hingga menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


" Ada apa dengan anak itu hari ini Kenzo?," Tanya Abraham.


" Entahlah Paman, Kenzo juga bingung! Sejak tadi dia tersenyum seperti itu!," Sahut Kenzo.


" Ada peningkatan saat ini, Paman berharap Alzam bisa sembuh dari rasa introvet nya kepada orang!," Ucap Abraham.


" Kenzo juga berharap seperti itu Paman!," Ujar Alzam.


Sementara Alzam yang berada di dalam kamar, merebahkan dirinya di atas kasur. Seketika ia mengingat kembali dirinya berbicara bersama Azkia.


" Aku sudah berteman dengan Azkia! Ini bukan mimpi kan!," Seru Alzam dalam hatinya. Ia begitu bahagia dan sangat bahagia. Sampai-sampai rasa bahagianya membuatnya ia terlelap dalam suasana hati yang sangat baik. Hampir selama sepuluh tahun Alzam akan tertidur dengan perasaan takut dengan rasa traumanya. Terapi saat ini sangat berbeda.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Di tempat lain Azkia terlihat panik saya mendapatkan telfon dari kedua orangtuanya. Sejak tadi ia memenangis melihat ponselnya. Namun setelah beberapa jam kemudian wanita itu tersenyum bahagia yang ternyata kedua orangtuanya mengerjai Azkia.


" Selamat ulangtahun yah nak! Maaf ibu melakukan hal ini semua atas keinginan Kaka mu yang begitu tengil!..📞📞" ucap ibu Azkia di seberang telfon sana.


" Enggak apa Bu, Azkia udah enggak sedih lagi! Tapi jangan kaya gitu ya candanya kak, Azkia hampir mwsan tiket untuk pulang loh!," Ujar Azkia mengusap air matanya yang sudah membahasi pipinya.


" Maafkan Kaka!, Sebagai gantinya nanti Kaka kirimkan uang deh untuk mlkamh jajan di sana!,📞📞📞" Ujar Kaka Azkia.


Mendegar hal itu Azkia bersemangat. Akhirnya saat itu mereka merayakan ulangtahun Azkia melalui jalur online walau seperti itu kebahagiaan begitu jelas terlihat di mata Azkia.


Azkia juga mendapatkan ucapan ulangtahun dari Kaka iparnya, benar-benar kebahagiaan Azkia begitu lengkap apalagi melihat Kaka iparnya mengendong bayi yang begitu tampan.


" Sehat-sehat ya!" Seru Azkia dalam hati.


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit

__ADS_1


🎟️ Vote


☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2