Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
Bab 38 " Hati yang Hancur "


__ADS_3

Tahun, Bulan, hari telah berganti, kini usia pernikahan Azkia memasuki satu tahun delapan bulan tidak terasa bagi Rey namun itu sangat menyakitkan bagi Azkia


Satu tahun delapan bulan Azkia bagaikan berada dalam neraka, ia tidak bisa melakukan hal apapun kecuali menuruti apa yang suaminya katakan. Azkia tidak bisa bercengkrama lama bersama keluarganya, kalau hal itu Azkia lakukan maka Rey akan sangat marah.


Azkia memiliki keluarga dan saudara mayoritas laki-laki, hal itu yang selalu Rey larang untuk bercengkrama dengan saudara ataupun sepupunya. Rey begitu cemburu jika Azkia bercerita atau menegur sapa keluarganya. Kata Rey ia merasa malu dan akan di permalukan jika Azkia melakukan hal itu.


Padahal itu suatu hal yang tidak salah, Azkia hanya bercerita bersama keluarganya tapi dalam pikiran Rey Azkia melakukan hal yang lebih dari itu. Sungguh Rey satu dari ribuan lelaki yang memiliki pemikiran begitu sempit.


Harapan Azkia pupus begitu saja melihat sikap Rey yang tidak pernah berubah, lelaki itu hanya mengatakan ia akan berubah jika melakukan kesalahan tapi nyatanya saat semua sudah berdamai Rey akan tetap melakukan hal yang sama. Sifat yang sudah mendarah daging susah untuk di ubah.


🍂🍂🍂🍂


Entah setan dari mana yang menabrak otak Rey hingga mengizinkan Azkia untuk pergi ke acara keluarganya. Mungkin alasan terkuat Rey tidak bisa menolak karena bibi Azkia sendiri yang datang dan mengundang ponakan tersayangnya itu, Rey yang memang sangat menjaga imeg nya didepan orang mengatakan 'iya' tanpa ada raut wajah keraguan.


Azkia begitu bahagia, akhirnya selama ini dirinya bisa menemui keluarganya kembali, walau waktunya tak cukup banyak setidaknya ia bisa merasakan kehangatan keluarganya yang sangat ia rindukan.


Hari dimana pernikahan sepupu Azkia akhirinya tiba, Azkia lebih dulu pergi ke rumah keluarganya, Rey sedikit terlambat untuk datang karena harus mengurus beberapa meeting yang tidak bisa ia tunda.


Selama di sana Azkia banyak bercerita tertawa sungguh Azkia seperti burung yang bebas dalam sangkarnya. Namun, suatu hal kejadian tak terduga terjadi saat waktu resepsi di mulai, ada beberapa ritual yang harus di lalui sebagaimana sepupu Azkia menikah dengan seorang pengabdi negara.


Azkia di tunjuk sebagai salah satu orang yang akan ikut serta dalam ritual itu atas permintaan sepupunya, awalnya Azkia begitu menolak ia tak ingin Rey datang dan melihat semua itu. Sungguh itu akan menjadi hal yang sangat buruk.


" Apa tidak orang selain aku Din! Aku sepertinya tidak bisa!," ujar Azkia. sekuat tenaga Azkia ingin menyembunyikan sifat Rey dihadapan keluarganya karena rasa sayang Azkia masih begitu dalam kepada suaminya.


" Ki, ku mohon! Kali ini aku meminta mu untuk ikut serta dalam acara pedang pora itu yah! aku mohon!," bujuk sepupu Azkia bernama Dinda itu yang akan melepaskan masa lajangnya.


Setelah berpikir cukup lama dan sangat panjang, akhirnya Azkia memutuskan untuk mengikuti acara tersebut. Toh dia tidak melakukan suatu perbuatan buruk, wanita itu hanya memegang sebuah mahar dan ikut di belakang pasukan militer itu.


Acara pun di mulai, walau hati Azkia begitu gelisah matanya tak diam untuk melihat mencari Rey yang belum datang dan berharap suaminya akan datang saat acara khusus ini selesai.


" Ya Tuhan! Semoga Rey belum tiba!," ujar Azkia dalam hati.

__ADS_1


Saat acara di mulai pengantin dan Azkia bersama para peserta militer memasuki ruangan, semua mata tertuju sungguh jantung Azkia Tidka berhenti untuk terus berdetak kencang.


Bukan karena gugup dirinya lebih takut jika Rey tiba-tiba datang dan mengacaukan segala acara keluarganya.


Rangkaian demi rangkaian di mulai hingga saat Azkia di kelilingi oleh para militer untuk menyerahkan mahar dan sebuah cincin emas kepada sang pengantin tiba-tiba saja seseorang menarik tangannya begitu kasar hingga barang yang Azkia pegang jatuh berserakan di lantai.


" Dasar Wanita Ja*lan*! B*d*h! Ka*mbin! kau hanya bisa mempermalukan ku di depan umum dasar wanita tidak tau malu !," pekik Rey tanpa rasa malu.


Mata Azkia terbuka lebar saat melihat apa yang Rey lakukan di hadapan keluarganya. tanpa rasa ragu Rey membentak Azkia seperti anak kecil. Apa yang Rey lakukan sungguh mempermalukan dirinya saat ini.


" Rey!" panggil Azkia pelan.


Lelaki itu tak ingin mendengar langsung menarik tangan Azkia untuk meninggalkan acara tersebut. Azkia di paksa masuk ke dalam mobil. Rasa sakit yang Azkia rasakan begitu menyakitkan.


Apa yang Rey lakukan sungguh merendahkan diri Azkia. sementara lelaki itu Hanay bisa marah dan marah tanpa sebuah alasan yang begitu jelas.


Rey mengemudi mobil menelusuri jalanan begitu membabi buta. mata merah hingga darahnya mengalir keatas wajahnya. Azkia begitu jelas melihat wajah murka Rey saat ini.


" Diam! Kau hanya bisa mempermalukan ku !," pekik Rey tentu saja Azkia merasa sangat ketakutan saat ini.


saat setibanya di rumah mereka, Rey menarik tangan Azkia begitu kencang masuk kedalam saat. Rey begitu kasar melempar tubuh Azkia hingga terpelanting ke lantai.


" KAU HANYA WANITA YANG MENJIJIKAN! AKU MENGIZINKAN MU KE ACARA ITU BUKAN UNTUK BERSENANG-SENANG DENGAN PARA LELAKI!," pekik Rey begitu keras hingga melempar sesuatu kearah Azkia. Untung saja Azkia bisa menghindar.


Rasa tak percaya Azkia saat mendegar segala perkataan kasar Rey begitu menyakitkan dirinya. rasa sesak di dadanya dan nafas yang sudah teratur membuat Azkia ingin melupakan segala amarahnya.


Wanita memegang Dadan berdiri menghadap Rey yang saat ini berdiri tak jauh dari hadapannya.


" Selama ini! Selama ini aku tidak pernah membentak mu dan membalas kemarahan mu Rey! Tapi saat ini kau begitu menyakiti hatiku!," ujar Azkia mulai meneteskan beningan air mata kepedihan yang selama ini ia simpan untuk dirinya sendiri.


" Kau memarahi seperti anak kecil! Aku istrimu Rey! Selama ini aku bertahan menerima segala perilaku mu kepada ku! Aku begitu sakit Rey, aku begitu sakit dengan sikap mu! Hiks...hiks...hiks..!," Azkia menangis namun amarahnya sangat tidak bisa untuk tertahan.

__ADS_1


" Hubungan apa yang selama ini kita jalani Rey? Apa seperti ini seorang suami memperlakukan istrinya! Aku sungguh tidak sanggup lagi! Hiks..hiks..! Aku ingin berpisah dengan mu Rey! AKU INGIN KITA BERPISAH!," ujar Azkia menekan kata pisah kepada Rey.


Selama ini Azkia tidak pernah mengatakan hal seperti itu kepada Rey. Saat mendegar perkataan Azkia, Rey mendekat kearah wanita itu.


" Wanita j*l*ang seperti mu tidak pantas untuk ku! Kau Ingin pisah dari ku! Baiklah saat ini kau akan aku jauhkan talak tiga dan angkatlah kaki dari rumahku saat ini!," ujar Rey.


Bagaikan disambar petir di siang bolong, mendegar semua itu Azkia terpaku diam melihat Rey berlalu pergi saat mengatakan semuanya. Dirinya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Azkia berpikir harus kemana? ke rumah orangtuanya tidak akan mungkin. apa kata tetangga mereka, Azkia gagal dalam pernikahannya yang masih terlalu dini itu.


Azkia berjalan pergi meninggalkan rumah Rey dengan langkah gontai menuju ke arah yang entah kemana langkahnya akan membawanya pergi.


Hujan deras yang tiba-tiba saja menguyur kota itu saat ini, Azkia berjalan tanpa arah di tengah hujan yang begitu deras.Pikirannya sudah begitu kosong, seakan hidupnya sudah tidak berdaya.


aduh hampir 3 jam Azkia berjalan di tengah hujan yang entah keman hingga badannya sudah tak sanggup lagi untuk berjalan. pandangannya begitu buram tanpa sadar Azkia terjatuh hingga tak sadarkan diri.


" Ya Tuhan jika ini waktunya aku meninggalkan dunia! Maka saati ini juga aku siap! Hatiku dan hidup ku sudah begitu hancur!"


Bersambung....


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote


☕🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2