Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
Bab 41 " Ikatan Sahabat "


__ADS_3

Hujan deras masih mengguyur sekitaran ibu kota saat ini, gelapnya langit mendukung kisah sedih Azkia saat menceritakan masa lalu kelamnya.


Sepanjang Azkia bercerita wanita itu berapa kali menguasap butiran air matanya yang trus jatuh membahasi pipinya.


Alzam merasa ikut sedih hanya bisa menepuk pundak wanita itu untuk menyemangati dirinya saat ini.


" Hiks...hiks...hiks..! Saat itulah aku tidak pernah membuka hati untuk siapapun! Aku merasa tidak pantas untuk di cinta Alzam! Aku yakin suatu saat kau akan mendapatkan wanita yang lebih baik dariku!," ujar Azkia sela tangisannya.


Mendegar apa yang Azkia ucapakan sepertinya untuk saat ini Alzam harus menahan segala perasaannya sampai Azkia bisa berdamai masa lalunya dan tentunya Alzam akan membantu hal itu.


" Baiklah! setelah aku mendengarkan cerita mu dan sudah memutuskan semuanya bahwa kau harus menjadi sahabatku! tidak ada penolakan apapun! Bagaimana Sabahat!?," Alzam mengulurkan tangannya untuk meminta persetujuan Azkia hanya saja wanita itu masih begitu ragu menerima tawaran Alzam untuk menjadikan dirinya seorang sahabat.


" Apa kau tidak merasa jijik dengan diriku setelah mendengar kebenarannya?," tanya Azkia menatap sendu wajah Alzam.


" Jijik! Berhentilah untuk berpikir seperti itu!" Alzam menyentil kening Azkia begitu keras hingga wanita itu meringis menahan sakit akibat ulah Alzam.


" aduh! sakit tau!," melihat wajah Azkia menahan sakit membuat Alzam tertawa.


" kenapa kau tertawa! Apa menyentil keningku membuat mu sangat bahagia! sahabat bagaimana menertawakan sahabatnya sendiri!," ujar Azkia. Mendegar itu Alzam bahagia Azkia masih mau menerima Alzam sebagai sahabatnya.


" Sudah lah hapus air matamu! Kamu begitu jelek apalagi hidungmu lihatlah! Sudah begitu merah seperti Pinokio!," ejek Alzam, lelucon Alzam membuat Azkia tertawa hingga akhirnya kedua insan itu tertawa dibawah hujan deras.


" Terimakasih Alzam! Berkat mu perasaan ku begitu legah saat ini" ucap Azkia tulus, Alzam hanya membalas senyumannya lalu mengusap pelan kepal Azkia yang tertutup dengan hijab.


" Jangan pernah merendahkan dirimu lagi!" ujar Alzam.


" siap komandan!," sahut Azkia lalu kedua orang itu saling tertawa bersama.


Dari kejauhan Rizkiya begitu histeris karena rencana mereka berhasil. Yah Rizkiya sengaja untuk deluan pulang saat Azkia masih sibuk mencari bukunya, dan Alzam tentunya tidak tanpa sengaja bertemu Azkia hanya sebuah kebohongan. Mereka sudah merencanakan segalanya.


" Apa yang mereka ceritakan sehingga terlihat begitu seru!," ujar Rizkiya masih meneropong kearah Alzam dan Azkia.


Kenzo yang melihat sikap Rizkiya hanya bisa menghela nafas panjangnya. ia tidak habis pikir rencana konyol Rizkiya bisa berhasil seperti ini.

__ADS_1


" Hei tuan muda! Jagalah Azkia untukku! pacarku sudah datang menjengukku! aku tunggu sebentar kenapa kau harus memberitahukan manusia jomblo seperti dirimu tentang sebuah hubungan!," ejek Rizkiya lalu segera pergi meninggalkan Kenzo seorang diri di sebuah koridor tau jauh dari tempat persinggahan Azkia dan Alzam.


" Dasar wanita aneh!," gumam Kenzo menatap punggung Rizkiyah yang sudah berlalu pergi menggunakan mobil kekasihnya itu.


Tanpa mempedulikan Rizkiya Kenzo lebih memilih fokus menaikan ponselnya sambil menunggu Alzam mengubungi dirinya.


"Menjomblo itu lebih menyenangkan" gumam Kenzo.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Satu musim semester tidak terasa sudah berlalu, kini pergantian semester baru telah dimulai. Semua mahasiswa berbondong memasuki tempat perkuliahan selama hampir dua bulan menikmati libur panjang mereka.


Keempat orang manusia terpilih oleh author juga ikut masuk ke dalam kampus, yah tidak lain dan tidak bukan mereka adalah Azkia, Rizkiya, Alzam dan Kenzo. Sejak liburan keakraban mereka semakin bertambah.


Kejadian Hujan saat itu mengesankan bagi Alzam dan juga Azkia Selian itu juga kedua insan itu begitu lengket walau masih berada dalam topeng persahabatan.


Selain itu juga dua bulan yang lalu Ini ada suatu kejadian yang tak di sengaja membuat Kenzo, Alzam dan Azkia harus terlibat dalam kasus tersebut.


Flash back off


Baju piama bergambar Doraemon terpampang indah saat ini di tubuh Azkia apalagi balutan jilbab hitam yang menutupi kepalanya membuat penampilan Azkia saat ini mendapatkan banyak tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.


Raut wajah khawatir menghiasi Azkia, handphone yang ia genggam tak pernah lepas dari telinganya. Sesekali Azkia berkata untuk β€˜tunggu dan jangan melakukan hal apapun’.


Azkia yang sejak tadi menunggu pesanan taksinya di luar kos akhirnya tiba. Tanpa aba-aba Azkia segera masuk dan menyebutkan alamatnya yang ia tuju sesuai dengan pesanannya saat di aplikasi.


Supir yang melihat wajah Azkia dari kaca depan sedikit bingung, seorang wanita yang keluar di jam dua belas malam apalagi dengan baju piama yang Azkia kenakan, mau kemana tujuannya.


β€œNeng! Ini teh udah tengah malam, Eneng mau kemana atuh? β€œ Tanya pak sopir taksi sedikit berbasah basi agar rasa kantuk yang menyerangnya sedikit hilang.


β€œ Pak bisa dipercepat lagi! Teman saya sedang berada dalam masalah!,” Ujar Azkia begitu khawatir. Ia tak menjawab pertanyaan dari sopir melainkan sibuk dengan handphone nya seperti sedang menghubungi seseorang.


Pak sopir sepertinya mengerti dengan raut wajah cemas Azkia, sopir itu menaikkan sedikit kecepatan mobilnya. Menyusuri jalanan ibu kota di tengah malam akhirnya mereka sampai di sebuah jembatan yang masih ramai di lalui oleh orang-orang.

__ADS_1


Azkia segera keluar setelah membayar, lalu berjalan menghampiri seorang wanita yang sudah terpuruk tak berdaya di atas jembatan dengan beberapa pengawal pribadinya.


β€œ Rizkiya!,” Panggil Azkia berlari kecil lalu memeluk sahabatnya yang sudah sempoyongan.


Azkia yang baru saja menyelesaikan tontonan drakor nya ingin merebahkan tubuhnya, namun bari saja Azkia berniat ingin tidur. Dering telfonnya berbunyi panggilan dari Rizkiyah.


Saat bari saja Azkia mengangkat panggilan Rizkiya, wanita itu menangis histeris meminta Azkia untuk menemuinya di jembatan ini. Ada rasa sedih’ dan begitu terpuruk saat mendengar suara Rizkiya membuat Azkia sedikit khawatir. Tanpa banyak tanya Azkia langsung memesan taksi untuk menemui Rizkiya.


β€œ Kamu kenapa kaya gini? Coba cerita?,” Ujar Azkia begitu lembut sambil memeluk sahabatnya.


Para pengawal kepercayaan Rizkiya sedikit mundur saat Azkia sudah berhasil menenangkan nyonya mereka. Sejak tadi mereka kewalahan menahan Rizkiya yang ingin bunuh diri dari atas jembatan.


β€œ Azkia, kamu masih mau berteman dengan gua kan? Hiks...hiks... Walau gua menjijikkan! Hiks ..hiks..hiks..!,” Ujar Rizkiyah di tengah tangisannya memeluk Azkia begitu erat.


β€œ Hiks..hiks...! Gua mempermalukan bokap dan keluarga gua! Hiks..hiks.. gua hamil Ki dan pacar gua enggak mau bertanggung jawab! Hiks...hiks... Dia malah kabur ke luar negeri! Gua menjijikkan bukan Ki! Gua membuat keluarga gua malu! Masa depan gua udah hancur!Hiks...hiks..hiks..!” Rizkiya begitu histeris memeluk Azkia dengan sangat erat menumpahkan segala perasaannya.


Azkia mendengar penuturan Rizkiya ikut Sedih, air matanya begitu saja lolos. Rizkiya gadis yang begitu baik tapi mengapa kehidupannya begitu rumit harus ia lalui.


β€œ Udah yah jangan sedih lagi! Aku yakin kamu kuat! Aku ada di samping mu!” Ucap Azkia berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu.


β€œ Enggak Ki! Gua gak kuat! Gua gak bisa, gua enggak bisa biarkan anak ini tumbuh dalam rahim gua! Hiks...hiks..! Anak ini hanya bisa mempermalukan keluarga gua! Gua enggak mau, gua harus bunuh anak ini! Yah harus bunuh!” Ucap Rizkiyah namun perkataan itu membuat Azkia begitu kesal dengan jalan pemikiran sahabatnya, apa dia tidak berpikir salah siapa sampai anak itu ada dalam rahimnya saat ini.


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


πŸ‘ Like


πŸ’¬ Komentar


❀️ Favorit


🎟️ Vote

__ADS_1


πŸ₯€β˜• Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2