
Beberapa Minggu sejak kejadian tempo hari hingga membuat Alzam dan Azkia menjadi sat, pria itu tiada henti untuk tersenyum walau sedang bekerja maupun memerhatikan dosen saat sedang mengajar.
Dalam pikiran Alzam di penuhi oleh bayang-bayang wajah gadis yang sedang memenuhi hatinya saat ini. Sepanjang Alzam mengerjakan pekerjaan kantornya bersama Kenzo pria itu kadang tertawa menutup wajahnya bahkan Alzam berdiri lalu mengacak rambutnya sendiri.
Kenzo melihat hal itu merasa bahwa Alzam sedang kerasukan.
“ apa gua bacain kitab gua ampuh gak sama nih manusia satu! Dari tadi tingkahnya membuat gua merinding banget!,” batin Kenzo.
” Kenzo! Kamu mau makan apa hari ini?,” tanya Alzam tiba-tiba.
Pikiran Kenzo terlintas seblak seminggu yang lalu saat dirinya pergi bersama Rizkiya. Sejak saat itu Ingin rasanya Kenzo mencobanya kembali hanya saja waktu belum merestui hal itu sampai saat ini .
“ aku seblak aja!” Sahut Kenzo.
“ seblak! Apa itu? Apa semacam makanan?,” tanya Alzam yahh memang tidak menahu bentuk seblak seperti apa.
“ yah elah! Kamu sih agak norak ya! Itu tuh makanan yang lagi viral saat ini! Kamu mau coba enggak supaya aku pesankan sekalian!,” Ujar Kenzo menawarkan kepada Alzam.
Alzam berpikir sejenak meletakkan jari telunjuknya di atas kening yang terlihat begitu bersih dan mempesona.
“ enggak deh! Aku ke tempat favorit ku aja!,” ucap Alzam lalu segera meraih jas kebesarannya dari kursi lalu tak lupa juga Alzam mengambil kunci mobil yang tergeletak indah di atas meja kerjanya.
“ tempat favorit dimana? Kamu juga mau kemana? Pekerjaan belum selesai Alzam!,” tanya Kenzo saat Alzam sudah berlalu pergi dari pintu.
Kenzo mengendus kan nafasnya, apa dirinya harus menyelesaikan pekerjaan ini sendirian. Saat Kenzo melanjutkan pekerjaannya tiba-tiba suara Alzam terdengar bersama kepalanya di balik pintu menatap Kenzo.
“ Kenzo ada yang cari tuh! Aku berangkat dulu yah! Selamat menikmati waktu berdua!,” ucap Alzam tentu saja Kenzo mengerutkan keningnya mencerna perkataan Alzam.
Belum lama Alzam menghilang dari pintu seorang wanita yang sudah tak asing untuk Kenzo lihat masuk ke dalam ruangan sambil membawa sebuah kotak makanan.
“ Kamu! Ngapain ke sini?,” tanya Kenzo.
“ Cih! Gua lapar jadi gua cari makanan tapi kalau makan sendirian enggak enak jadi gua cari loh deh!,” ujar wanita yang bernama Rizkiya itu.
Tanpa rasa malu Rizkiya menjatuhkan bokongnya di samping Kenzo lalu membuka kotak makanan yang ia bawa.
Aromanya sungguh menggugah selera Kenzo apalagi saat ini waktu makan siang. Tanpa sadar perut Kenzo malah mengeluarkan gemuruh tentu saja Rizkiya tertawa namun berbeda dengan Kenzo yang harus bersikap cool walaupun rasa malu sedang menyelimuti dirinya saat ini.
“ Hahahaha! Perut Lo jujur banget! Jangan malu gua tau Lo pasti lapar makanya gua ke sini untuk makan siang bersama Lo! Ayok makan!” Ajak Rizkiya. Mereka berdua pun menyantap makan siang dengan begitu nikmat.
“ Kenzo!” Panggil Rizkiya.
“ Hmmm!” Sahut Kenzo masih terisi makanan dalam mulutnya.
__ADS_1
“ karena gua sudah traktir Lo makan jadi setelah ini Lo antar gua pulang yah!,” pinta Rizkiya begitu santai tentu saja Kenzo menghentikan makannya menatap wanita yang berada di sampingnya itu seperti tidak percaya ada wanita aneh seperti di hadapannya saat ini.
“ Lo pikir gua cowok apaan! Sopir Lo mana?,” tanya Kenzo.
“ gua udah suruh pulang! Lagian Lo tega nih telantari ibu hamil pulang sendiri?,” tanya Rizkiyah tentu saja membuat Kenzo terdiam tak bisa berkutik lagi.
Melihat ekspresi wajah Kenzo tentu saja membuat Rizkiyah begitu puas lalu mereka berdua melanjutkan makannya.
“ Nyesel gua terima niat baiknya! Apa dia pikir gua sopir pribadinya, cewek gila!,” gerutu Kenzo dalam hati.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kenzo yang sedang kesel dengan sikap Rizkiya berbeda dengan Alzam yang menikmati makanan buatan Azkia.
Sejak mereka pacaran, tempat favorit bagi Alzam tidak lain masakan Azkia. Pria itu menjemput wanita sang pemilik hatinya di kos lalu mengajak makan bersama di sebuah taman sambil menikmati angin di bawah pohon rindang tempat favorit mereka selama seminggu belakangan ini mereka kunjungi.
“ Apa sebegitu enaknya sampai kau melahapnya tanpa henti?” Tanya Azkia saat melihat cara makan Alzam begitu menikmati masakannya.
“ sangat enak! Masakan mu sesuai dengan selera lidahku! Kau sangat jago dalam hal memasak seperti ini” ucap Alzam lalu melanjutkan makannya.
Azkia mendengar kejujuran Alzam tersenyum bahagia. Ia terlintas mengingat kembali dirinya di masa lalu saat dirinya begitu tak di hargai oleh mantan suaminya. Tidak ada pujian atau apapun yang hal baik terlontar dalam mulut pria yang sudah berstatus menjadi mantan suaminya saat ini.
Tapi saat ini Tuhan mempertemukan dengan pria yang begitu menghargai dirinya walau hal sekecil apapun Alzam terus memuji dan berterima kasih kepada Azkia. Saat ini Azkia hanya bisa bersyukur Tuhan begitu baik mempertemukan dengan seorang Lelaki yang mampu membalut luka lamanya.
Setelah selesai menyantap makan siang, kedua sejoli itu menghabiskan waktu bercerita banyak hal. Dari Alzam yang menceritakan perihal pekerjanya hingga Azkia yang menceritakan tentang anaknya yang saat ini sudah tumbuh besar di tangan kakanya.
“ kau begitu kuat sayang! Aku sangat mengagumi mu!” Ucap Alzam mengusap kepala Azkia tertutup dengan hijab berwarna pink soft.
“ Aku tidak sekuat itu, jika Tuhan dan keluargaku tidak bersama ku! Mungkin aku tidak berada di sini saat ini!,” lirih Azkia, walau saat ini dirinya seperti terlihat baik-baik saja, namun di dalam hati kecilnya masih ada ketakutan maupun luka yang masih berbekas dan tak pernah di lupakan.
Alzam memeluk erat tubuh Azkia memberikan energi positif, Azkia merasa begitu nyaman menangis dalam pelukan Alzam saat ini.
“ Love you sayang ku! Aku akan berada di sampingmu selamanya dan aku tidak pernah akan melukai wanita yang sangat ku cintai!,” ujar Alzam.
Siang itu angin yang menghembus begitu tenang menjadi saksi cinta di antara keduanya, entah takdir akan membawa kemana cinta mereka biarlah waktu dan Tuhan yang akan mengatur segalanya.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Beberapa hari sudah berlalu Alzam tidak bekerja untuk hari ini dikarenakan jadwal kampus yang harus ia datangi jika tidak dirinya bisa-bisa akan tertinggal semester untuk tahun ini.
Seperti biasanya pesona seorang pewaris kini sudah melekat di wajah Alzam apalagi foto dirinya sudah di pajang di berbagai majalah, media maupun surat kabar yang membahas tentang pewaris kaya tunggal di negara itu.
Pria itu sudah mulai terbiasa dengan suasana seperti ini, dirinya yang masih terus memakai masker agar merasa lebih tenang mencari keberadaan Azkia yang tak kunjung ia temui.
__ADS_1
Sudah hampir tiga puluh menit Alzam menunggu Azkia di tempat biasa merek bertemu saat di kampus, namun batang hidung wanita itu sama sekali tidak muncul. Alzam sudah menghubungi beberapa kali namun handphone Azkia tak kunjung di angkat.
“ Dia baik-baik saja bukan?,” gumam Alzam.
Baru saja Alzam berniat untuk mencari Azkia di tempat kosnya, suara wanita yang berada di arah belakang Alzam memanggil nama pria itu.
“ Alzam!,” Azkia berlari kecil kearah Alzam dengan nafas yang sudah seperti Senin Kamis itu.
Alzam memasang wajah datarnya, sebenarnya Alzam ingin memeluk Azkia saat ini tapi rasa kesalnya karena sudah membuat dirinya menunggu dan pria itu juga akan memberikan Azkia sedikit pelajaran untuk sang kekasih.
“ sayang maaf banget! Aku sangat terlambat! Aku tidak memiliki alasan tapi sepertinya kamu harus mendengar ceritaku kenapa aku bisa terlambat seperti ini” Azkia memasang wajah imut, wanita itu sengaja membuatnya tetapi tidak mampu membuat Alzam luluh begitu saja.
“ Katakan padaku mengapa kamu terlambat seperti ini?,” tanya Alzam begitu dingin.
Azkia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Wanita itu begitu pusing harus menghadapi Alzam versi dirinya saat ini. Azkia menarik nafasnya lalu mulai bercerita.
“ saat di perjalanan aku melihat seorang nenek yang sedang berjualan di jalanan, aku begitu merasa kasihan jadi aku membantunya menjual semua barangnya!” Jelas Azkia.
“ terus!,” sahut Alzam malah berwajah dingin.
“ Terus setelah laku, aku berpamitan pada nenek itu! Tapi nenek itu mengatakan sesuatu hal padaku!,” Azkia menatap mata Alzam saat ini.
Tatapan yang seakan mengisyaratkan kesedihan, Alzam bisa melihat itu semua dari mata Azkia.
“ Apa yang nenek itu katakan! Cepat katakan padaku, kenapa kau menjadi seperti ini?,” tanya Alzam lalu memeluk tubuh Azkia begitu erat.
Seketika Azkia tertawa, sepertinya Alzam terjebak di dalam raut wajah yang Azkia buat untuk Alzam bisa luluh dan tidak kesal lagi padanya.
“ Azkia!,” ujar Alzam tentu saja Azkia tertawa lalu berlari menjauh dari Alzam dari pada harus kena amukan dari sang kekasih.
Alzam segera mengejar Azkia agar memberikan hukuman kepada wanitanya itu. Saat ini tawa Azkia begitu menggema di atas atap gedung kampus mereka saat Alzam memeluk dirinya.
“ Kita akan tetap bersama dan aku akan membahagiakan mu hingga dunia iri atas cinta yang aku berikan kepada mu Azkia"
Bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
__ADS_1
🎟️ vote
🥀☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini