Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
Bab 43 " Apakah Aku Akan Mati? "


__ADS_3

Setelah perdebatan yang panjang antara Alzam, Kenzo dan juga Azkia akhirnya mereka bersetuju untuk membantu Rizkiya dalam proses kehamilannya.


Azkia sangat paham saat ini sahabatnya membutuhkan dukungan walaupun yang Kenzo katakan hal yang benar, semua yang terjadi atas kemauan Rizkiya bersama kekasihnya yang tidak memiliki rasa tanggung jawab.


" Kenzo bukannya kau begitu mengenal dengan ayah Rizkiyah!," Ujar Alzam menatap kearah sepupunya itu.


" yah aku mengenal, perusahaan ayahnya sudah cukup lama bergabung bersama perusahaan mu dan beberapa kali saat paman meeting beliau sering mengajak ku!" Jawab Kenzo.


" mengajak mu! Alzam enggak di ajak?," Tanya Azkia yang memang masih belum mengetahui segala masa lalu menimpah Alzam.


Seketika saja Alzam menutup mulut Kenzo dan tidak membahas hal yang berkaitan dengan masa lalunya. Belum saatnya Alzam memberitahukan segalanya Alzam membutuhkan waktu untuk hal seperti itu.


" Aku sedang sibuk !" Jawab Alzam begitu cepat.


Saat mereka sedang sibuk berdiskusi, Rizkiya terbangun lalu memuntahkan segala isi perutnya. Yah saat sebelum bertemu Azkia wanita itu mabuk berat saat mengetahui bahwa rahimnya telah di semayamkan dari hasil perbuatannya bersama kekasih tercinta yang sama sekali tidak memiliki rasa empati atau tanggung jawab.


Azkia bersama pengawal setia Rizkiya begitu khawatir lalu mengusap punggung Rizkiyah dan memberikan sedikit air minum untuk mengurangi rasa mualnya.


" ayok kita pulang yah! Kondisi mu akan semakin memburuk!" Ajak Azkia.


", Enggak! Aku enggak mampu melihat raut wajah kecewa ayahku!," Ucap Rizkiya begitu sempoyongan akibat minuman keras.


Azkia yang tak ingin mengambil resiko apalagi ada bayi yang sedang bersemayam dalam perut sahabatnya, menyuruh pengawal unit menggendong tubuh Rizkiya masuk ke dalam mobil.


Rizkiya memberontak begitu kencang, namun tubuhnya yang kecil tidak bisa menyaingi tubuh body gardnya.


Azkia segera mengantar sahabatnya itu bersama Alzam dan Kenzo yang mengikuti dengan mobil berbeda.


Namun, saat mobil Rizkiyah deluan pergi, Kenzo menyuruh Alzam untuk ke suatu tempat.


Sesampainya di suatu tempat, Sebuah cafe ternama dan sangat banyak di gemari para remaja, Alzam dan Kenzo segera masuk ke dalam.Kenzo dengan wajah merah meneriaki pemilik dari cafe tersebut.


Untung saja saat itu sudah sangat malam dan hanya para karyawan yang membersihkan cafe itu masih berada di sana.

__ADS_1


" Kenzo!" Keluar seorang pria, tanpa pandang bulu Kenzo melayangkan bogeman mentah di wajah pria itu dengan sangat ganas. Untung saja Alzam menghentikan perbuatan Kenzo.


" Sial! Br*ngs*k! Cih, Kenapa kau memukul wajahku! Sial! Aku tidak pernah mencari masalah dengan mu Kenzo!," Ujar pria itu sambil mengusap bibirnya yang terluka akibat pukulan dari Kenzo.


" Itu belum cukup Arka dengan apa yang kau lakukan pada temanku! Kau berani menyentuhnya dan tidak bertanggung jawab! Kau pengecut!," Ujar Kenzo begitu dingin menatap wajah pria yang bernama Arka.


" Sial! Kau menuduhku sembarangan! Aku melakukan hal apa dengan teman mu! Kau pikir aku gay!," Ujar Arka yang sangat tau bahwa Kenzo hanya memiliki teman cowok,yah pria itu sangat tidak ingin memiliki hubungan dengan wanita walaupun itu hanya sebatas teman.


Mendegar itu entah mengapa Kenzo semakin memanas memukul wajah Arka kembali untung saja Alzam menahan untuk tidak melayangkan bogeman kedua kalinya.


" Kau membuat putri dari keluarga Chrsutian hamil! Dan tidak bertanggung jawab! Kau pengecut!,” geram Kenzo. Arka menyunggingkan senyumnya saat mengetahui maksud Kenzo.


" wanita murahan itu! Hmmm….! Cih, kenapa kau begitu marah Kenzo! Bukankah hal seperti ini bukan pertama kalinya bagimu! Kau tau aku seperti apa dan bukan hanya dia wanita yang pernah aku tiduri!" Ujar Arka sangat membanggakan barang pusakanya yang berhasil menembus gawang para wanita.


Seketika Arka tersungkur ke lantai kembali menerima pukulan namun bukan dari Kenzo melainkan Alzam. Pria itu tidak terkontrol saat mendegar perkataan Arka.


Segala penjuru wajah Arka Alzam hajat tanpa Kenzo menahannya. Para karyawan tidak ada yang membantu, mereka sangat tau siapa Kenzo dan Alzam, mereka pengusaha ternama yang bisa kapan saja akan mengubah nasib orang dengan kekayaan mereka.


Alzam bangkit lalu pergi melangkah pergi meninggalkan cafe namun baru saja kakinya ingin melangkah keluar dari situ, Arka malah menertawakan dirinya.


" Kenapa kalian berdua sangat marah! Apa kalian berdua pacarannya atau pernah tidur juga bersama wanita murahan itu! Hahaha..! Wanita murahan seperti dia tidak pantas kalian lindungi!," ujar Arka.


Alzam begitu naik pitam, pria itu berbalik lalu menghajar wajah Arka sampai biru lembab hingga sembab. wajah arak sudah begitu hancur tak karuan saat ini. Sementara Kenzo terdiam, ia bari sadar bahwa membangunkan Monster yang tertidur begitu mengerikan.


Saat pukulan terkahir Alzam layangkan, tangan pria itu di tahan oleh seseorang dari arah belakang.


" Sudah cukup! Jangan lagi di teruskan!" Ujar seseorang yang sangat Alzam kenali suaranya. Amarah Alzam seketika redah berbalik lalu memeluk Azkia begitu erat.


" Tidak apa-apa! Ayo keluar!," ujar Azkia lalu menarik tangan Alzam keluar.


Sebelum Kenzo pergi, pria itu sudah memberitahukan kepada para pegawai di tempat kerja Arka untuk tidak memberitahukan siapapun tentang kejadian malam ini, berani ada yang membuat mulutnya maka Kenzo tidak akan tinggal diam.


Sementara Alzam terduduk menuduhkan wajahnya, sejak tadi ia tidak berani mengangkat wajahnya menatap Azkia. Wanita itu mengobati tangan Alzam yahh sedikit memar akibat ulahnya memukul wajah Arka.

__ADS_1


" Maaf!," Ujar Alzam.


" Tidak apa-apa! terimakasih sudah membelah Rizkiya! Dia pasti sangat bahagia memiliki teman seperti dirimu dan Kenzo!," tutur Azkia begitu lembut lalu setelah membalut luka Alzam mereka kembali menuju mobil masing-masing dan segera membawa Rizkiyah ke rumahnya.


Sepanjang perjalanan Alzam tersenyum menatap balutan luka yang Azkia lakukan untuknya. Kenzo melirik sedikit, pria itu merasa aneh dengan perubahan wajah Alzam saat kedatangan Azkia. Jiwa monster nya hilang begitu saja.


" Setidaknya Aku tau bahwa Azkia bisa mengendalikan amarah Alzam!," batin Kenzo.


Setelah menempuh jalanan ibu kota yang cukup lama di tengah malam yang sangat dingin. Akhirnya mereka telah tiba di rumah Rizkiya.


Saat itu Kenzo berinisiatif untuk menopang tubuh Rizkiya untuk meminta maaf atas ucapannya tadi. tetapi bari saja kaki mereka di tangga teras halaman keluarga Christian Ayah, Ibu dan Kakek Rizkiya sudah berada di sana memasang wajah seram mereka.


" Angkat anakku dan bawa ke dalam kamar!," pinta Ayah Rizkiya, para pengawal dengan cepat mengambil Rizkiyah dari tangan Kenzo saat ini.


" Kalian! Jujur padaku Siapa yang membuat Rizkiyah seperti ini! Apa kamu lelaki berwajah Mesum!," tunjuk ayah Rizkiyansyah pada Kenzo tentu saja Kenzo begitu terkejut apalagi sebuah pedang keluar begitu saja dari belakang tangan ayah Rizkiyansyah.


Seketika pedang itu sudah berada di leher Kenzo saat ini. Pria itu hanya mengangkat tangannya dan menelan Saliva nya saat ini.


" Ya, Tuhan! Apakah aku akan mati atas kesalahan yang tidak pernah ku perbuat!," pikir Kenzo dalam hati.


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote


🥀☕ Berikan Hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2