
Kediaman keluarga Abraham begitu berisik bagaimana tidak, Alzam tertawa terbahak-bahak saat mendengar cerita Kenzo. Melihat Alzam tertawa membuat Kenzo begitu menyesal harus menceritakan segalanya kepada sepupunya itu.
“ kalian berdua cocok kok! Aku setuju!,” ujar Alzam lalu segera mengambil piringnya yang berada di atas meja makan. Namun rasa gelitik di perutnya belum hilang.
“ puas tertawakan sepupu sendiri!,” kesal Kenzo.
“ bukan gitu! Sorry... Sorry! Hanya saja kenapa tuh anak nempel banget sama kamu, tapi kalian berdua cocok kok! Aku jujur nih kalian sangat cocok,” ujar Alzam begitu santai.
Kenzo hanya bisa mengendus nafasnya, rasanya Kenzo ingin menghilang dari dunia ini saat mengingat kejadian dirinya saat siang tadi. Sungguh penyesalan terbesar bagi Kenzo.
“ Sudah hampir dua puluh tahun gua menjaga diri gua sesampai sesuci saat ini tapi wanita itu sial!,” geram Kenzo dalam hati.
Flash back on....
Kenzo yang baru selesai menyelesaikan mata kuliahnya, berjalan menuju kantin saat dirinya mendapatkan pesan dari Alzam. Namun saat di perjalanan entah mengapa ia harus bertemu Rizkiya.
Sebenarnya, Kenzo sudah sangat begitu risi saat beberapa bulan ini Rizkiya selalu mengganggu kehidupannya. Tapi rasanya juga tidak begitu tega pada Rizkiya untuk menjauhi dirinya.
“ Kenzo! Lo mau kemana, kantin yah? Yuk bareng!” Ujar Rizkiyah, wanita itu meraih tangan Kenzo lalu menggandengnya, rasa sabar Kenzo yang sudah begitu habis menghempaskan tangan Rizkiyah, menatap tajam kearah wanita itu.
“ Jangan sentuh gua!” Geram Kenzo.
“ yaelah! Iya gua gak sentuh, lagian gua gak akan perkosa Lo juga!” Balas Rizkiya tak kalah jutek. Wanita itu berjalan duluan di hadapan Kenzo.
Baru beberapa langkah berjalan suatu kejadian yang sangat mengejutkan terjadi, entah setan mana yang membuat Kenzo reflek menolong Rizkiya saat wanita itu di tabrak oleh mahasiswa lain yang sedang berlarian.
Posisi yang sangat mengejutkan banyak mahasiswa, saat tubuh Rizkiyah sudah berada di atas tubuh Alzam, parahnya lagi wajah mereka bertemu dan tentu saja tanpa sengaja bibir Rizkiya menempel dengan sempurna fi bibir Kenzo.
Dengan cepat Kenzo mendorong tubuh Rizkiya lalu segera pergi meninggalkan wanita itu dengan tatapan begitu tajam dan ekspresinya yang sangat datar.
Sementara Rizkiya hanya bisa mematung terdiam sambil memegangi bibirnya. Tidak ada satu kata pun yang terlontar dari mulut wanita itu.
Sementara tempat di kamar mandi pria Kenzo beberapa kali membasuh mukanya kali membersihkan bibirnya dengan air kerang yang terus mengalir. Mengingat kejadian tadi membuat Kenzo sangat kesal begitu frustrasi.
“ Sial! Sial! Sial!,” ujar Kenzo memukul dinding lalu membasuh kembali bibirnya dengan sangat cepat agar bekas bibir Rizkiya hilang, begitu lah kira-kira dalam pikiran Kenzo saat ini.
Flash back off....
Abraham yang ikut bergabung setelah menyesuaikan pekerjaannya seharian, pria tua itu menyempatkan dirinya untuk makan malam bersama kedua putranya, walau Kenzo hanya ponakannya tetapi Abraham sudah menganggap Kenzo seperti anaknya sendiri.
__ADS_1
“ sepertinya kalian berdua menceritakan hal seru! Apa Aku ketinggalan momen langkah seperti ini?,” Abraham menarik kursi lalu menjauhkan bokongnya menatap kedua putranya saat ini.
“ Kenzo saat ini sedang bersama wanita yang sedikit gila ayah! “ ujar Alzam yang menahan tawanya melihat wajah Kenzo.
“ Wah apa Kenzo sudah memiliki pasangan! Ini berita yang bagus aku akan menyampaikan kepada papa mu di Amerika!,” ujar Abraham begitu bersemangat namun dengan cepat Kenzo menggelengkan kepalanya.
Rasanya pria itu ingin menonjok wajah Alzam yang sangat menyebalkan baginya.
Tidak ada balasan komentar apapun setelahnya, saat semuanya sibuk menikmati makanan, Abraham menatap Alzam lalu membuka pembicaraan.
“ Alzam!,” panggil Abraham.
“ Iyah ayah!,” sahut Alzam setelah menyelesaikan makannya.
“ Ayah ingin memberitahukan sesuatu padamu,” ujar Abraham.
“ Apa Ayah? Apa masalah perusahaan?,” tanya Alzam.
“ Bisa di bilang seperti itu! Saat ini Ayah berencana untuk memperluas perusahaan kita!,” ucap Abraham.
“ Bukankah perusahaan kita sudah cukup luas Ayah!” Balas Alzam, pria itu mengerutkan keningnya menatap Abraham.
Alzam masih mencerna dengan baik apa yang Abraham katakan, sebenarnya kemana arah pembicaraan yang Abraham katakan ini.
“ permintaan seperti apa ayah?,” tanya Alzam.
“ Pemilik perusahaan itu memiliki seorang putri tunggal dan meminta untuk menjodohkan putrinya dengan mu Alzam!,” Tutur Abraham.
Bagai di sambar petir di siang bolong, apa yang Alzam dengar saat ini bukan mimpi’, perjodohan sungguh tidak akan mungkin Alzam lakukan apalagi Abraham pasti tau kondisi Alzam, walau saat ini Alzam terlihat lebih baik di balik itu semua ada seorang wanita yang berada di samping Alzam.
Kenzo melirik kearah sepupunya, pria itu sangat tau respon apa yang akan Alzam berikan kepada Abraham.
“ Apa ayah menyetujui permintaan pemilik perusahaan itu?,” tanya Alzam pelan walaupun saat ini terlihat jelas pria itu menahan amarahnya.
“ Ayah menyetujuinya! Alzam dengar Ayah, kamu satu-satunya penerus perusahaan ini dan-“ Abraham belum menyelesaikan ucapannya Alzam memukul meja makan begitu keras hingga para pelayan semua tersentak kaget.
“ Dengarkan aku Ayah, Aku menyetujui mu untuk mengurus perusahaan ini tapi bukan berarti semua kehidupan ku harus Ayah yang mengurusnya apalagi masalah pendamping hidup ayah! Jika ayah meneruskan perjodohan ini aku tidak akan segan untuk meninggalkan semuanya!” Alzam segera pergi dari meja makan meninggalkan Abraham yang terdiam mendengar segala ucapan Alzam.
“ Alzam berhenti! Apa karena wanita itu kau tidak menginginkan perjodohan ini!,” geram Abraham berbalik menatap Alzam yang sudah menghentikan langkahnya di atas anak tangga.
__ADS_1
Alzam berbalik menatap Abraham begitu mengerikan, selama dua puluh tahun Abraham bari kali ini melihat jiwa monster Alzam seperti dirinya sendiri.
“ Jangan pernah mengganggu wanita itu Ayah! Jika tangan ayah menyentuhnya sedikit saja, Maka aku akan melupakan dirimu sebagai ayahku lagi!,” setelah berbicara seperti itu Alzam segera pergi menuju kamarnya menutup pintu begitu keras hingga Abraham dan Kenzo bisa mendengarnya dari lantai bawah.
Abraham mengusap wajahnya, Alzam tidak akan pernah main-main dengan ucapannya, sungguh watak monster Alzam sudah sepenuhnya terbangun saat ini.
Kenzo yang tidak ingin ikut campur memilih untuk meninggalkan Abraham dan menenangkan Alzam.
“ Kenzo!,” panggil Abraham.
“ Iya paman!,” sahut Kenzo.
“ Apa kamu bisa membujuk Alzam menerima perjodohan ini?,” pinta Abraham.
“ Maaf paman! Aku bukannya tidak mau hanya saja karena wanita itu Alzam bisa di tahap seperti ini! Wanita itu sumber kekuatan Alzam dan aku tidak ingin mencampuri urusan paman! Selamat malam paman!,” Kenzo segera meninggalkan Abraham menuju lantai dua untuk memastikan Alzam tidak melakukan hal yang tidak harus di lakukan.
Sekali lagi Abraham begitu frustrasi, satu sisi dia adalah sosok ayah tapi disisi lain Abraham seorang CEO perusahaan besar di kota ini. Abraham meraih ponselnya lalu menelefon seseorang di seberang sana.
“ Batalkan permintaan pak Aris untuk menjodohkan putrinya dengan Alzam, jika pak Aris meminta untuk memutuskan hubungan perusahaan maka lakukan seperti apa yang ia inginkan!...📞📞” ujar Abraham.
“ Baik Tuan!..📞📞📞” sahut seseorang di seberang telefon sana lalu segera mematikan sambungan telepon.
Abraham mengusap wajahnya, saat ini putranya lebih penting dari segalanya. Kesembuhan Alzam saat ini menjadi Rahmat bagi Abraham. Ia tidak ingin melihat Alzam seperti dulu.
“ Alia, sepertinya putra kita begitu keras kepala seperti ku! Jika kau masih hidup, maka Alzam tidak akan seperti ini!,” lirih Abraham, tak terasa Sudut mata Abraham mengeluarkan air mata saat mengingat sang istri tercinta yang sudah begitu tenang di alam yang berbeda dengannya.
Bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1