
Lima menit sudah berlalu tapi tak ada sahutan apapun dari Azkia, wanita itu masih berusaha untuk mengontrol perasaannya yang sudah bercampur aduk.
“ Azkia,!” Panggil Alzam.
“ Ah..ehum!” Sahut Azkia.
“ Are you okey?,” Tanya Alzam.
“ Aku baik-baik saja! Maaf tadi aku sedang pikiran ke hal lain! “ Ujar Azkia dengan rasa begitu canggung.
“ Jika kau tidak ingin menjawab pertanyaan ku tidak apa! Aku tidak memaksa mu u-“ belum selesai Alzam berbicara Azkia sudah memotongnya lebih dulu.
“ Bukan! Aku bisa menjawab pertanyaan mu! Baiklah kenapa aku bisa sekuat ini menghadapi orang-orang yang merendahkan ku,” ujar Azkia menatap Alzam. Alzam menganggukkan kepalanya.
“ Karena aku mencintai hidupku! Aku bersikap untuk tidak memperdulikan perkataan orang, walau kadang perkataan mereka menyakitkan tapi aku tidak ingin down dengan apa yang mereka katakan ke padaku! Menghargai hidupku lebih baik untuk saat ini! Hidup Cuma sekali jika ingin terus hidup dengan mendengar ucapan orang maka kau tidak akan mendapatkan kebahagiaan hidup ku sampai saatnya aku mati! Dan lagian masih banyak orang-orang yang menyayangi ku, jadi aku tak ingin memperdulikan orang yang mengejekku!,” Jelas Azkia begitu panjang lebar, namun sudut matanya dapat Alzam melihat tumpukan beningan air mata di sana.
“ Apa hanya itu saja yang membuatmu kuat?,” Tanya Alzam.
“ Yah hanya itu saja! Intinya saat ini aku hanya ingin membahagiakan keluarga ku! Lagian kenapa kamu menanyakan hal ini padaku?,” Tanya Azkia kembali.
“ Aku hanya ingin tahu tentang mu! Mungkin aku bisa mendapatkan inspirasi atau keberanian dari ceritamu!,” Jawab Alzam.
“ Aku tidak tau masalah apa yang kau hadapi tapi semoga dengan apa yang aku katakan bisa membuatmu kuat juga!,” Ujar Azkia dengan senyumnya begitu manis. Melihat itu senyuman Azkia berhasil tembus hingga menusuk ke hati Alzam saat ini.
“ Yah! Tapi apa ada hal yang kau ingin ceritakan! Aku bisa menjadi pendengar yang baik!,” Ujar Alzam.
“ Terimakasih atas tawaran mu! Mm.. tapi kalau untuk saat ini tidak ada! Baiklah aku harus segera pulang, senja sudah mulai menampakkan dirinya!” Ujar Azkia segera beranjak dari tempat duduk.
Wanita itu berpamitan kepada Alzam lalu pergi meninggalkan Alzam sendiri di taman itu. Alzam menatap punggung Azkia yang terlihat begitu kecil, wanita yang sebenarnya sudah Alzam Kagumi saat pertama kali mengenalnya.
“ Apa kau takut untuk jujur semuanya Azkia! Kenapa kau bisa sekuat itu, aku tau semuanya tentang dirimu!,” Gumam Alzam. Lelaki itu kemudian memandang ke atas melihat langit sudah berwarna jingga berhamburan menandakan malam akan segera datang.
“Baiklah! Aku juga harus kuat untuk melindungi mu dan memiliki mu seutuhnya Azkia!,” Batin Alzam.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Kenzo yang sudah hampir menunggu dua jam, merasa kesal kepada Alzam. Setelah beberapa hari Alzam menyuruh para pengawal pribadinya untuk melacak latar belakang Azkia, pria itu lalu segera pergi untuk menemuinya. Tanpa memberitahukan kepada Kenzo sebenarnya apa yang terjadi.
“ Ah lebih baik aku duduk di kamar membaca buku sambil mendengarkan musik kesukaan ku,” gerutu Kenzo frustrasi.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Alzam dan Kenzo akhirnya tiba di rumah saya melewati perjalanan yang lumayan macet.
Alzam begitu tergesa-gesa untuk masuk ke dalam rumah, Kenzo melihat hal itu merasa bingung sikap Alzam saat bertemu Azkia selalu seperti ini.
“ Apa rencananya kali ini?” Gumam Kenzo. Pria itu segera mengikuti Alzam dari arah belakang hingga menuju ke ruangan tempat Abraham bekerja. Dalam kepala Kenzo banyak pertanyaan, apa yang Alzam lakukan, pria itu sebenarnya merencanakan apa?.
Alzam dan Kenzo segera masuk ke dalam, melihat Abraham sedang bekerja dengan beberapa berkasnya di atas meja.
“ Ayah!,” Panggil Alzam.
“ Alzam! Ada apa Nak?” Tanya Abraham.
“ Ayah aku siap! Aku siap untuk melakukan pertemuan dengan orang-orang yang penasaran siapa pewaris dari Jaya Group!,” Ujar Alzam tegas, tanpa ada rasa ragu di raut wajahnya.
“ Apa yang kau katakan ini serius Alzam! Maksud Ayah, kau ingin secepatnya melakukan pertemuan itu!,” Ujar Abraham.
“ Iya Ayah! Aku siap melakukannya! “ Sahut Alzam.
“ Apa kau yakin Alzam, jika kau melakukan itu kau tau sendiri hidupmu akan berbeda dari sebelumnya!,” Ujar Kenzo.
“ Aku tau! Maka kau juga harus bersiap untuk menjadi sekertaris pribadi Kenzo!,” Jawab Alzam melirik ke arah sepupunya yang tepat berada di sampingnya.
Mendengar jawaban Alzam begitu tegas tentu saja Abraham sangat bahagia akhirnya selama ini perjuangannya tak sia-sia. Abraham beranjak dari kursinya lalu memeluk putranya. Abraham juga langsung menelefon sekertaris pribadinya untuk menghubungi para pengusaha yang bekerja sama dengan Jaya Group bahwa besok akan ada pertemuan untuk memperkenalkan pewaris selanjutnya.
“ Ayah sangat senang dengan keputusan mu Alzam! Kakek pasti sangat bahagia mendengar hal ini!,” Ujar Abraham.
Sementara Kenzo masih terpaku diam. Kenzo sangatlah penasaran dengan keputusan Alzam. Apa yang membuatnya mengambil keputusan seperti ini. Apa Karena Azkia?. Pikir Kenzo.
__ADS_1
Setelahnya Alzam dan Kenzo segera keluar, Kenzo di perintahkan untuk mempersiapkan semua keperluan Alzam untuk besok. Kenzo menghubungi orang kepercayaannya untuk mempersiapkan segala keperluan Alzam.
Baru saja Alzam hendak beristirahat ke dalam kamarnya, Kenzo menarik pria itu untuk berbicara empat mata dengannya. Selama beberapa bulan ini Alzam tak pernah menyembunyikan hal apapun kepada Kenzo namun kenapa sekarang Kenzo merasa ada hal yang Alzam tutupi darinya.
“ Apa yang kau rencanakan! Kenapa secepat ini kau mengambil keputusan?,” Tanya Kenzo.
“ Tidak ada! Aku hanya ingin belajar bertanggung jawab, takdir ku sebagai penerus Jaya Group harus ku ikuti alurnya! Sudah lama aku keluar dari arah itu saat ini aku hanya ingin mengikuti jalur yang ada !,” Sahut Alzam.
“ Apa hanya itu? Aku tau semuanya karena Azkia bukan?, Selama beberapa hari ini kau mencari tau tentang latar belakang kehidupannya!,” Ucap Kenzo.
Mendegar semua ucapan Kenzo, membuat Alzam tak bisa menyembunyikan sesuatu dari sepupunya yang memiliki insting begitu kuat. Alzam mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan sesuatu kepada Kenzo.
Kenzo membaca dengan teliti, semua latar belakang Azkia ada di dalam sana. Kenzo sangat terkejut saat mengetahui semuanya, pria itu menatap Alzam.
“ Yah, itulah kehidupannya sebenarnya! Aku begitu kagum dia bisa sekuat itu! Aku banyak belajar darinya, dan saat ini aku ingin melindunginya dengan tangan ku sendiri!,” Ujar Alzam sambil mengepalkan tangannya.
“ Apa kau sudah mencintainya?,” Tanya Kenzo.
“ Yah, aku sudah mencintainya tanpa sadar! Maka bantulah aku, hanya kau satu-satunya orang yang aku percayai di dunia itu setelah Ayah!,” Ujar Alzam mengulurkan tangannya ke arah Kenzo.
Kenzo tersenyum tipis lalu membalas ukuran tangan Alzam.
“ Jika itu kebahagiaan mu maka aku akan mendukungmu Alzam! Azkia wanita yang pantas untuk mu!,” Ujar Kenzo dalam hati.
Bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komentar
❤️ Favorit
__ADS_1
🎟️ Vote
☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini