Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
Bab 33 " Masa lalu "


__ADS_3

Azkia berjalan terus meninggalkan Alzam saat wahana bianglalai sudah selesai di mainkan. Perasaan kecewa terus masuk ke dalam diri wanita itu.


Sepanjang wahana permainan Azkia tak mendengar permintaan maaf yang Alzam lakukan padanya. Pikirannya begitu kacau.


Sementara Alzam berusaha untuk mengimbangi langkah Azkia yang tiba-tiba begitu saja lebih cepat apalagi di tempat kerumunan orang membuat Alzam kesusahan mencari Azkia mengingat tubuh kecil wanita itu.


Alzam hampir saja kehilangan jejak Azkia untung saja mata Alzam masih begitu tajam melihat Azkia berjalan menuju keluar ke taman bermain.


Alzam berlari kearah wanita itu dengan satu tarikan Azkia sudah berada dalam pelukan Alzam. Pria itu memeluk tubuh Azkia dengan begitu berani, Alzam tak mempedulikan apa yang akan Azkia lakukan padanya saat ini Alzam hanya ingin meminta maaf mengutarakan semua perasaannya kepada sang pujaan hati.


Azkia memberontak dengan sangat kuat saat Alzam memeluknya begitu erat, namun sayang tubuh kecil nan pendek itu tidak bisa membuatnya terlepas dari pelukan dari tubuh kekar Alzam.


" Maafkan aku Azkia, tapi aku mohon jangan marah kepadaku! Aku tidak sanggup jika kau marah seperti ini!," Ujar Alzam dengan suara bergetar.


Azkia terdiam saat merasakan tetesan air mata membahasi bajunya, yah Alzam hanya seorang Lelaki biasa. Selama ia hidup dlama lingkungan mengerikan, ia baru kali ini merasa begitu bebas dan bahagia saat bersama Azkia.


" Kenapa kau menyukaiku Alzam! Kamu pasti sudah mengetahui masa lalu ku seperti apa! Aku hanya wanita hina Alzam! Aku tidak pantas dengan mu!," Ujar Azkia, matanya Azkia begitu tidak tahan untuk menetas jika membahas membahas masa lalunya yang begitu menyakitkan untuk di kenang kembali.


" Aku tidak peduli dengan masa lalu mu! Aku mencintaimu Azkia, aku mencintaimu! Aku tidak peduli, aku lebih takut kehilangan mu di bandingkan mengetahui kenyataan masa lalu mu! Kau bukan wanita hina Azkia!," Ujar Alzam. Pria itu perlahan membalik tubuh Azkia.


"Kenapa kau melakukan semua ini padaku! Hiks...hiks...! Kau hanya kasihan padaku bukan?," Tanya Azkia dengan air mata yang jatuh membahasi pipinya. Azkia memukul dada Alzam begitu keras, rasa cinta yang memang sudah tumbuh di antara keduanya, Azkia tak bisa memungkiri hal itu.


Mendegarkan perkataan Azkia, Alzam tersenyum lalu memeluk tubuh Azkia yang begitu kecil dari tubuh kekarnya itu.

__ADS_1


Alzam Mengusap kepala Azkia begitu lembut, tidak ada penolakan dari Azkia, wanita itu seperti nyajan berada dalam pelukan hangat Alzam.


" Dengarkan aku baik-baik! Mulai saat ini kau milikku, aku tidak peduli dengan masa lalu mu seperti apa!" Ujar Alzam.


" Aku bukan wanita sempurna Alzam! Aku hanya seorang wanita rusak! Hiks...hiks...hiks..!," Ujar Azkia sela tangisnya.


" Jangan bicara seperti! Kamu bukan sebuah barang yang kapanpun bisa rusak!" Ujar Alzam memeluk lebih erat tubuh Azkia, entah mengapa mendengar Azkia mengatakan hal seperti otu seperti menyakitkan bagi Alzam.


" Tapi mereka semua mengatakan seperti itu padaku Alzam! Hiks...hiks...hisk...! Aku hanya wanita yang tidak beruntung, aku wanita rusak tidak pantas untuk siapapun!," Balas Azkia tangisnya begitu oecah saat mengingat kembali kejadian yang menimoaj dirinya kala itu.


" Itu tidak benar Azkia! Kamu snagta pantas di cintai dan mencintai siapapun! Jangan pernah mendengarkan ucapan orang lain, bukankah kata itu yang pernah kau ucapkan padaku untuk tidak mendengar apapun yang orang lain katakan!," Ucao Alzam melepaskan pelukannya sebentar lalu menatap wajah Azkia. Jejak air mata yang membahasi pipi Azkia perlahan Alzam mengusapnya.


" I love you! Aku tidak peduli dengan apapun masa lalu mu! Aku tidak pernah mempermasalahkan dirimu seperti apa! Yang aku tau saat ini bahwa aku mencintaimu, aku sangat takut kehilangan mu Azkia!," Ucap alzam tulus.


Awan hitam yang memang sejak tadi menutup daerah metropolitan, gemuruh yang seakan menandakan hujan akan segera turun kini mulai membahasi ibu kota secara merata.


Kedua insan itu masih terbuai dalam tatapan di tengah hujan yang mengguyur tubuh mereka saat ini.


Perlahan tangan Alzam memegangi wajah Azkia dengan begitu lembut hingga Azkia bisa merasakan kehangatan yang Alzam berikan.


Entah setan yang datang dari arah mana, Alzam mencoba mendekatkan wajahnya kearah Azkia, hingga Azkia bisa merasakan hembusan wangi nafas Azkia merasuk ke dalam dirinya saat ini.


Azkia begitu terbuai dengan suasana malah reflek menutup kedua matanya menerima perlakuan Alzam.

__ADS_1


Saat Alzam baru saja menyentuh bibir Azkia, wanita itu dengan cepat mendorong tubu Alzam.


" Maafkan aku! Aku tidak bisa!," Ujar Azkia wanita itu segera berlari meninggalkan Alzam sendiri yahg terpaku terdiam menatap punggung Azkia yang kini hampir menghilang dari pandangannya.


" Aku mencintaimu dengan tulus Azkia!," Gumam Alzam


Sementara Kenzo yang sejak tadi melihat keromantisan Alzam dan Azkia hanya terdiam tanpa melakukan hal apapun. Kenzo tau apa yang dirasakan Azkia tidak semudah itu menerima Alzam apalagi dengan masa lalunya.


" Buatlah Azkia berdamai dengan masa lalunya Alzam!," Gumam Kenzo dari kejauhan memandang sepupunya itu.


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote


🥀☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2