
Keheningan terjadi di antara Alzam dan Azkia, sejak tadi mereka berdua hanya terdiam tanpa mengucapkan kalimat apapun. Suasana begitu canggung di antara keduanya.
Setelah Alzam menelefon Kenzo untuk menuju ke alamat yang sudah Alzam Sherlock, mereka menunggu di luar kos rumah Azkia agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“ Sebenarnya apa yang terjadi, sampai kamu bisa dikejar sama orang berjas hitam tadi?,” Tanya Azkia. Sejak tadi sebenarnya wanita itu sangat penasaran, apa hubungannya kedua pria tadi dengan Alzam.
“ Apa kamu seorang buronan! Atau kamu seorang mafia!,” Tebak Azkia, entah mengapa pikirnya saat ini membayangkan Alzam seperti pria yang berada di dalam dunia drakor nya.
Alzam menggelengkan kepalanya lalu menyentil kening Azkia tidak begitu keras hanya saja tetap Azkia merasakan sakitnya.
“ Kau terlalu banyak menonton film sampai menuduh ku seperti itu!” Ujar Alzam lalu tertawa kecil melihat ekspresi Azkia yang menahan sakit di keningnya akibat ulahnya.
“ Aku hanya menebak saja! Aku bertanya tapi kak tak menjelaskannya!,” Protes Azkia yang tak mau di salahkan.
“ Cukup rumit jika aku menjelaskan semuanya! Intinya mereka menginginkan aku mati itu saja!,” Balas Alzam tentu saja perkataan lelaki itu membuat Azkia terdiam menatap Alzam.
“ Apa mereka seorang pembunuh bayaran! Berarti nyawamu dalam bahaya! Kenapa kau masih bersikap begitu tenang! Kau harus segera pulang, kalau tidak mereka akan mengincar mu lagi!,” Tutur Azkia begitu panik, sikapnya itu tanpa sadar membuat Alzam semakin terpikat padanya.
“ Apa sekarang kau sedang mengkhawatirkan ku?,” Tanya Alzam.
“ Aku mengkhawatirkan mu? Yah tentu saja kau teman ku, mana ada teman yang mau temanya mati begitu saja bukan!” Jelas Azkia dengan lantang.
“ Teman yah!” Gumam Alzam, entah mengapa saat Azkia mengatakan itu semua perasaan Alzam sedikit sakit. Pria itu menginginkan hubungan yang lebih bersama Azkia hanya saja kembali lagi ke permasalahan dirinya yang begitu insicure.
Tidak lama kemudian, Kenzo datang dengan nafas yang ngos-ngosan. Melihat Alzam baik-baik saja membuat Kenzo bersyukur.
“ Apa kamu terluka?,” Tanya Kenzo.
“ Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja!,” Jawab Alzam.
Kenzo seketika sadar saya matanya menatap Azkia yang berdiri tidak jauh dari Alzam. “ Kenapa Azkia bisa ada di sini?,” Pikir Kenzo dalam hati.
“ Sebenarnya apa yang terjadi! Kalian berdua membuatku semakin penasaran?,” Tanya Azkia menatap ke dua pria yang berada di samping kanan dan kirinya saat ini.
Kenzo menatap ke arah Alzam, meminta persetujuan pria itu untuk menceritakan semuanya kepada Azkia. Tentu saja Alzam mengisyaratkan bahwa Kenzo bisa menceritakan semuanya.
“ Kamu tau aku Alzam sepupu ku bukan?,” Tanya Kenzo.
__ADS_1
“ Yah aku tau, kak Kenzo memberitahukan ku saat awal masuk kampus!,” Sahut Azkia.
“ Apa kamu tau juga aku tinggal bersama siapa ?,” Tanya kembali Kenzo.
“ Aku hanya mendengar beberapa rumor bahwa kak Kenzo tinggal di rumah Abraham, seorang pengusaha terkaya dan memiliki seorang anak-! Wait, apakah?,” Azkia begitu terkejut menunjuk kearah Alzam.
“ Yah, Alzam Abqory Zhafar! Anak tunggal Abraham dan penerus perusahaan Jaya Group! Dua pria berjas hitam tadi yang mengejar Alzam mereka seorang penyuruh untuk melenyapkan Alzam!,” Jelas Kenzo tentu saja Azkia begitu terkejut. Selama ini Alzam hidup di tengah para monster demi sebuah kekuasaan.
“ Apa mereka menginginkan kekuasaan, bila melenyapkan Alzam seorang penerus maka-!,” Ucap Azkia terbatas sambil menatap kearah Alzam yang sejak tadi bersikap sangat tenang.
“ Apa yang kamu pikirkan sangat benar!” Balas Kenzo.
“ Jadi apa yang terjadi tadi sampai kalian berdua bisa di kejar dan Alzam sampai berlari ke tempat ini?,” Tanya Azkia.
“ Saat kami berangkat menuju kampus.....!”
Flash back on
2 Jam yang lalu....
Di perjalanan menuju kampus, Alzam dan Kenzo awalnya begitu tenang menikmati perjalanan, namun sejak saat keluar gerbang Kenzo seperti merasa sedang di ikuti dari belakang.
“ Mereka ada di belakang! Aku melihatnya saat keluar dari gerbang! Sepertinya mereka orang suruhan Tante Anita.
“ Cih, apa mereka sudah mengintai kita! Pegangan yang erat !,” Pinta Kenzo.
Dengan kecepatan tinggi Kenzo membelah jalanan ibukota pagi itu. Namun, ternyata mereka bukan hanya satu mobil melainkan tiga mobil yang mengawasi mereka.
Kenzo tersenyum miring, sepertinya mereka meremehkan seorang mantan pembalap liar di negeri Paman Sam itu.
“ Baiklah! Permainan di mulai!,” Ucap Kenzo. Kecepatan yang mata yang Kenzo pakai sungguh di atas kuadrat manusia. Entah lelaki itu sudah tidak sayang nyawa yang hanya memili satu dalam tubuhnya.
Dor....dor..
Suara tembakan dari arah belakang membuat Kenzo sedikit kesal. Ban mobil merek terkena hingga Kenzo hampir kehilangan kendali atas mobilnya sendiri.
Kenzo dengan cepat membanting mobilnya ke kiri menabrak sebuah bangunan.
__ADS_1
“ Kita berpencar di sini! Aku akan segera menghubungi paman untuk membawa bantuan! Mereka terlalu banyak saat ini untuk kita lawan!,” Ucap Kenzo.
Alzam yang paham segera turun dari mobil, lelaki itu berlari sekuat tenaga. Entah kemana arah kakinya melangkah yang terpenting saat ini ia tak boleh sampai tertangkap oleh para baju hitam itu.
Sampai di sebuah gang kecil, Alzam segera masuk ke dalam wilayah itu, ia masih melihat di belakangnya sekelompok orang mengejarnya.
“ Sial! Apa mereka tidak capek! Ah aku sudah sangat lelah sial!,” Batin Alzam.
“ Eh mau kemana!,” Ucap seseorang yang sudah berada di hadapan Alzam. Alzam spontan kaget menghentikan langkahnya. Ia ingin berlari ke berbalik arah namun dua pria berbaju hitam sudah berada di belakangnya saat ini.
“ Siapa kalian?,” Tanya Alzam.
“ Bisa di bilang kami malaikat yang akan mencabut nyawa mu saat ini!,” Ucap seorang pria berjas hitam dengan rambut panjang, muka seramnya membuat Alzam merasa takut.
Kaki Alzam gemetar namun ia berusaha untuk bersikap tenang, seumur hidupnya pria itu tidak pernah mengalami situasi seperti ini. Apalagi dirinya tidak begitu jago dalam urusan adu tinju.
“ Setang dia!” Pinta seseorang yang menjadi bos di antara mereka.
Alzam berusaha menghindar pukulan mereka namun tetap saja dia tonjokan melayang mengenai wajah Alzam membuat sedikit darah keluar dari sudut bibirnya untung saja masker di wajahnya masih tertutup dengan sempurna.
“Alzam berusaha berpikir agar bisa lolos dari mereka. Ia melihat sebuah balok besar dengan tenaganya yang ada Alzam melemparkan beberapa balik ke arah para preman itu lalu saat mereka lengah Alzam kembali berlari sekuat tenaga, tas miliknya sudah entah kemana saya dirinya tadi terjatuh akibat tonjokan dari para preman itu.
Alzam terus berlari hingga dari jauh mata Alzam melihat Azkia yang baru saja keluar dari sebuah kos yang berpetak lima itu. Tanpa berpikir panjang Alzam berlari ke arah Azkia untuk menyelamatkan dirinya.
Flash back off...
Bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komentar
❤️ Favorit
🎟️ Vote
__ADS_1
☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini