Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
" Sikap Azkia "


__ADS_3

Suara tamparan yang memenuhi semua ruangan itu, rumah megah dengan beberapa barang mewah tertata begitu rapi. wanita yang berusia paruh baya namun tetap berpenampilan begitu elegan saat ini berada dalam kemarahan.


wajah makeup yang terkesan seperti nyonya muda kejam terlihat jelas di wajahnya, apalagi saat ini wajahnya begitu merah. Akibat ulah anaknya yang tidak berguna mereka akan tertumpah masalah begitu besar.


" Dasar tidak berguna! Percuma aku melahirkan mu di dunia ini jika bekerja seperti ini kau tidak bisa! Apa yang kau lakukan! membunuh Alzam, apa kau tau itu tindakan bodoh! " geram Anita menatap anaknya dengan mata menyala, saat ini rasanya Anita ingin melahap orang hidup-hidup.


Jack menyentuh pipinya yang begitu terasa pedih akibat pukulan dari ibunya sendiri. Pria itu tersenyum picik.


" Aku begitu geram melihat dia berkeliaran tanpa beban di luar sana! Sampai kapan kita harus berpura-pura Ibu! Kita bisa kapan saja membunuhnya!," Pekik Jack dengan lantang.


" Tutup mulutmu! Jangan berani mencoba menyentuh Alzam saat ini! Aku sangat tau karakter Abraham seperti apa, dia tidak segan akan membunuh siapa saja yang berani menyentuh keluarganya!," Ujar Anita.


Jack terdiam saat mendengar penjelasan Anita. Apakah kecerobohannya akan membawa kematiannya semakin mendekat padanya.


" bersembunyi lah di dalam kamar! aku akan menangani Abraham! Aku yakin dia akan ke sini dengan amarahnya!," ucap Anita lalu menyuruh beberapa pengawal Jack untuk membawa anaknya menuju kamar.


Anita menyuruh para pelayan untuk menyiapkan minuman untuk menyambut Abraham, Anita sangat hafal dengan sikap kakanya itu.


Tidak berapa lama kemudian Abraham bersama beberapa pengawalnya datang, mendobrak rumah Anita hingga beberapa perabotan di sana hancur berantakan.


Anita tetap bersikap tenang walau sebenarnya ia juga sangat takut menghadapi kemarahan kakanya saat ini.


" Selamat datang kak!," sapa Anita di ambang pintu masuk saat menuju ke ruangan khusus tamu keluarga.


Abraham berjalan menuju ke arah adiknya, lalu menodongkan senjata tanpa ragu. Anita hanya bisa menahan nafasnya saat senjata itu sudah berada tepat di otak kecilnya saat ini.


" Sekali tembak maka kamu akan mati!," ujar Abraham.


Anita menutup kedua matanya " Tembak lah kak! Aku akan menyerahkan hidupku saat ini!," ujar Anita, ia sangat tau kartu kelemahan Abraham. seiblis apapun Abraham ia tetap seorang manusia yang mempunyai hati apalagi Anita saudara satu-satunya yang Abraham miliki saat ini.


Abraham yang begitu kesal dengan perasaannya, pria tua itu membanting senjatanya di atas lantai dengan kasar lalu meninju dinding dengan sangat kuat untuk melampiaskan kemarahannya.


" Apa yang kau lakukan Anita! kau ingin membunuh anakku?," Tanya Abraham dengan begitu sinis menatap adiknya.


" Aku tidak membunuhnya, hanya memberikan beberapa pelajaran hidup. dia sudah terkurung begitu cukup lama dalam istananya kak!," sahut Anita yang tak kalah sinis.

__ADS_1


" Anita!," pekik Abraham.


" Apa Kaka ingin minum Teh bersama ku!," tawar Anita, namun Abraham tidak ingin menerima tawaran Anita yang memiliki makna tersirat untuk memaafkan putranya Jack.


" Aku memberikan peringatan terakhir, Jangan pernah menyentuh putraku Anita! Kali ini aku akan memaafkan Jack, dan aku tidak akan melupakan kejadian 17 tahun yang lalu Anita! ingatan itu masih teringat jelas!," ucap Abraham lalu segera pergi meninggalkan Anita sendiri terpaku diam saat mendengar ucapan terkahir Abraham.


" Jika Kakek memberikan warisan itu kepada Jack dan aku! Kejadian 17 tahun yang lalu tidak akan terjadi Kak!," gumam Anita menatap punggung Abraham yang begitu kekar mulai menghilang dari pandangannya saat ini.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Azkia sejak tadi tak berhenti tersenyum saat memikirkan Alzam. apalagi saat ia mengobati luka Alzam, ia begitu terpanah saat melihat wajah yang begitu tampan.


Rizkiyah yang sejak tadi menyantap eskrim nya begitu heran dengan sikap Azkia, apa yang terjadi dengannya. selama dua hari belakangan ini, Azkia sering tersenyum sendiri bahkan wanita itu kadang suka menyentuhkan kepalanya ke dinding atau pintu.


" Apa anak ini kesambet!" Gumam Rizkiya.


Baru saja Rizkiya mengingat keanehan Azkia, wanita itu melakukannya lagi tapi kali ini begitu membuat Rizkiya malu dengan sikap Azkia.


Wanita itu tiba-tiba saja memukul meja restoran lalu berteriak mengatakan hal aneh. tentu saja semua pandangan orang yang berada dalam restoran itu tertuju pada Azkia dan Rizkiyah.


" Apa yang terjadi pada lo! Dari kemarin sikap lo begitu aneh?," tanya Rizkiya.


" aneh! aku, hahahaha....! itu hanya perasaan mu saja! aku baik-baik saja kok!," sahut Azkia memakan satu suapan eskrim nya namun matanya tak berani untuk melihat wajah Rizkiya ia lebih memilih melihat jalanan di balik jendela kaca.


" Baiklah! setelah makan ini, gua akan mengantar lo pulang!," ucap Rizkiya.


" okey! Hari ini kamu mau bertemu lagi dengan pacar mu yah?," tanya Azkia yang sudah tau tentang segala hal asmara Rizkiya.


" Iya, dia ingin mengajak gua berkencan untuk memperingati hari anniversary kami yang ke satu tahun! Dia begitu romantis bukan!," ujar Rizkiyah begitu bahagia. Azkia tersenyum melihat wajah bahagia Rizkiya.


" Aku mendoakan yang terbaik untuk hubungan mu! Jangan lupa mengundangku nanti!," ucap Azkia mencoba menggoda sahabatnya.


" Tentu saja! Kau akan menjadi pendampingku saat aku berjalan menuju altar!," sahut Rizkiyah.


Apa aku melupakan untuk memberitahu kalian, Rizkiya memiliki keyakinan berbeda dengan Azkia. Namun hubungan pertemanan mereka begitu akrab. Melihat status sosial tak pernah terlintas di benak kedua wanita itu.

__ADS_1


Setelah puas menikmati eskrim Rizkiya dan Azkia segera pulang, sesampainya di kos kedua wanita itu saling berpelukan lalu Rizkiya berpamitan untuk pulang.


Azkia melihat mobil sahabatnya sudah berlalu pergi, wanita itu segera pergi melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kos. Namun baru saja Azkia hendak membuka pintu namanya terpanggil membuat Azkia berbalik menatap seseorang yang sudah berdiri di belakangnya tetapi jaraknya sekitar tiga meter dari tempat Azkia berdiri.


" Alzam!," ucap Azkia.


" Hai, Apa kita bisa mengobrol sebentar?," Tanya Alzam dengan begitu canggung. Azkia menganggukan kepalanya sebagai tanda persetujuannya.


" Tapi kita bisa ke tempat lain! aku tak ingin ada rumor aneh jika kau dan aku hanya berdua di halaman kos ini!," ujar Azkia tentu Alzam menyetujui untuk mencari tempat terdekat agar mereka bisa mengobrol berdua.


Di sebuah taman yang tak begitu ramai cukup lumayan dekat dengan tempat tinggal Azkia. kedua insan itu duduk berdua.


" Aku ingin bertanya satu hal padamu?," tanya Alzam membuka pembicaraan.


" Bertanya padaku?" tanya Azkia.


" Aku hanya ingin tau bagaimana sampai kau sekuat ini! Aku ingin tau bagaimana caranya kau bisa bertahan dengan ucapan orang-orang yang menghina mu!" tanya Alzam serius menatap mata Azkia saat ini.


Azkia berusaha untuk mengontrol perasaannya saya mendapatkan tatapan seperti itu dari Alzam.


" Ah apa anak ini memakai sesuatu yang membuat jantungku selalu berdebar!," ....


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote


☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2