Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
Bab 48 " Calon Istri "


__ADS_3

Kekacauan terjadi di kantor Abraham saat ini, bagaimana tidak saat kemarin malam pak Aris di hubungi untuk membatalkan persyaratan yang sudah Abraham setujui dengan begitu saja.


pak Aris yang tidak menerima baik mendatangi kantor megah Abraham dengan begitu membabi buta.


Abraham hanya bisa mengusap pelipisnya, entah harus bagaimana menghadapi kemarahan pak Aris yang akan menjadi salah satu kolage untuk bekerja sama dengan perusahaan miliknya dengan menjodohkan kedua anak mereka.


" Bukankah kau sudah menyetujuinya seminggu yang lalu Abraham! Lalu mengapa kemarin malam sekertaris mu memberitahukan ku untuk membatalkan semaunya! Apa kau sedang mempermainkan ku saat ini Abraham!" geram Pak Aris.


" Tenang lah Aris! Aku melakukan ini dan memutuskan semuanya karena anakku Alzam tidak menginginkan perjodohan ini" Jelas Abraham selembut mungkin agar pak Aris bisa lebih tenang.


" Tapi anakku menyentujui perjodohan ini! Apa kau tau Abraham anakku baru tiba Indonesia dua hari yang lalu setelah aku memberitahukannya, wanita itu rela berpindah kuliah dari Eropa ke Indonesia untuk menemui anak mu!," ujar pak Aris.


Mulut Abraham terbungkam seribu bahasa, entah apa yang harus ia katakan kepada pak Aris. Situasi saat ini seperti tak bisa di hindari tapi di satu sisi lain Alzam akan sangat murka kepadanya jika perjodohan ini masih terus di lanjutkan.


" Aku tidak mau tau Abraham, walau perusahaan mu begitu besar aku tidak takut! Kau sudah berjanji untuk menjodohkan Alzam dengan putriku! " ucap pak Aris lalu meninggal Abraham dalam ruangannya seorang diri.


Abraham mendongakkan kepalanya ke atas menatap langit-langit ruangannya, Abraham menutup kedua matanya sambil menghela nafasnya begitu berat. Entah harus apa pria baru baya itu lakukan. Apakah perjodohan ini harus dilakukan?.


" Aku harus bagaimana Alia?" lirih Abraham.


Sementara seseorang yang sejak tadi berada di luar pintu ruangan Abraham mendengar segalanya, hingga melihat pak Aris keluar dari ruangan Abraham dengan wajahnya yang sangat marah.


Pria itu tidak bisa berkata-kata, situasi saat ini pasti sangat menyulitkan bagi Abraham saat ini.


" Tuan Kenzo! sedang apa di sini? Apa ingin bertemu Pak Abraham?," tanya sekertaris Abraham yang baru saja datang dengan segelas kopi yang berada di tangannya saat ini.


" Aku hanya ingin membawakan beberapa berkas pekerjaan yang sudah Alzam selesaikan. Tolong berikan kepada Pak Abraham" Kenzo memberikan beberapa berkas pada sekertaris Abraham setelahnya berlalu pergi begitu saja. Sekertaris Abraham hanya bisa terheran biasanya Kenzo akan menyerahkan sendiri berkas itu tapi saat ini sedikit berbeda.


" Mungkin dia sibuk dengan kuliahnya!," gumam sekertaris Abraham lalu segera masuk kedalam ruangan Abraham dan memberikan kepada Abraham.


✨✨✨✨✨


Sementara di tempat lain Alzam, Rizkiya, dan Azkia begitu asik di kantin kampus mencoba segala makanan yang ibu hamil itu inginkan.


Rizkiya dan Azkia begitu asik menyantap segala makanan yang ada di hadapannya, sementara Alzam hanya menatap wajah Azkia begitu serius. sepertinya saat ini pikirannya masih terbayang saat semalam Abraham mengatakan perjodohan yang sangat membuat Alzam begitu murka.


" Hei! Apa kau tidak ikut makan bersama kami?," tanya Rizkiyah seketika membuyarkan pandangan Alzam menatap wajah Azkia.

__ADS_1


"Kalian makan lah! Aku sudah kenyang!" ujar Alzam.


Alzam memajukan tubuhnya kearah Azkia lalu mengusap sudut bibir Azkia yah terkena saus makanan. Tentu saja hal itu membuat seluruh mahasiswa yang melihatnya bersorak kerah Alzam dan Azkia.


Azkia saat ini begitu merasa malu dengan perlakuan Alzam. Apa yang lelaki itu pikiran?. Apa saat ini Alzam tidak memiliki rasa malu?.


" Jangan melakukan hal seperti itu lagi di depan umum!," ujar Azkia.


" Why? Kau istriku, jadi aku tidak salah melakukan hal seperti itu di hadapan semua orang!," balas Alzam lalu kembali duduk santai memainkan ponselnya tanpa mempedulikan tatapan beberapa mahasiswi yang menatap Alzam dengan rasa kagum dan Azkia sepertinya para wanita di kampus itu tak menyukai Azkia sejak hubungannya bersama Alzam diketahui oleh mereka.


" Sepertinya urat malunya sudah putus!," bisik Rizkiya ke telinga Azkia.


" Makanlah! Setelah itu kita harus mengecek kandungan mu ke dokter bukan!," ujar Azkia, wanita itu berusaha untuk mengalihkan pikirannya.


Membayangkan wajah Alzam begitu dekat dengannya saat tadi tentu saja membuat Azkia begitu terpesona melihat wajah Alzam, jantungnya seperti sudah ingin copot dari tempatnya.


Setelah menyantap makanan yang begitu lezat, ada seorang mahasiswa berteriak kearah kantin seperti orang kerasukan.


" Mahasiswi baru! Body Spanyol!," kata-kata seperti itulah yang di dengar tentu saja para mahasiswa yang bermuka buaya ikut lari berhamburan saat mendengar kata mahasiswa baru dan bodi spanyol itu.


" Untuk apa? Body Spanyol dan bidadari cantikku sudah berada di hadapanku saya ini!," jawab Alzam begitu santai namun tidak dengan Azkia yang langsung tersedak mendengar apa yang Alzam katakan.


Segelas air habis Azkia teguk dalam sekali tarikan nafas tentu saja itu membuat Alzam tersenyum.


" Makannya pelan sayang! " ujar Alzam mengusap kepala Azkia.


" Ya Tuhan! Biarkan hamba mu berpindah ke planet Mars! Sepertinya bumi hanya sudah di huni oleh kedua manusia bucin ini!," ujar Rizkiyah membuat Alzam dan Azkia tergelak tawa.


" Gua bantu pindah boleh! Soalnya Lo berisik!," ujar Kenzo yang tiba-tiba duduk di samping Rizkiyah lalu menyeruput minuman wanita itu.


" Yah! Kenzo itu minuman gua! Lo kalau mau pesan! Huaaa... minuman gua!," Rizkiyah lalu memukul tubuh Kenzo walaupun pukulannya tidka begitu menyakitkan di tubuh pria itu.


" Nah Si kucing dan Tikus sedang bertengkar!," timpal Azkia tentu saja wajah Rizkiya berubah drastis menatap sinis kearah Kenzo.


" Oh iya, Kak Kenzo enggak lihat mahasiswa baru! Katanya body Spanyol loh kak!" tanya Azkia.


" Yaelah dia tuh enggak akan nafsu sama cewek! Apa kalian tau sebenarnya Kenzo itu Guy!," ucap Rizkiya dengan tawarnya yang begitu kencang.

__ADS_1


" Enak aja Lo! gua masih normal," bantah Kenzo lalu menarik Rizkiya menjitak kepala wanita itu.


" Yah! Ampun Kenzo lepasin, enggak bisa nafas gua!," ujar Rizkiyah.


Setelah itu mereka kembali bercanda, saat ini Kenzo sudah mulai terbiasa berbicara atau membalas ucapan Rizkiyah sepertinya rasa nyaman sudah mulai tumbuh di antara keduanya tanpa mereka sadari.


suara riuh para mahasiswa menyoraki mahasiswi baru terdengar semakin dekat kearah kantin, keempat orang itu berbalik melihat wanita dengan pakaian begitu minim, makup yahh begitu tertata cantik di wajahnya serta hempasan rambut yang menari-nari begitu indah menambah kesan kecantikannya


Baju dress pink serta high heels yang menyempurnakan penampilan wanita itu saat ini. Tapi anehnya, wanita itu berjalan kearah Alzam, semua orang terdiam seketika saya wanita itu berhenti di kursi Alzam.


" Apa kita pernah bertemu?," tanya Kenzo.


" Siapa di sini yang bernama Alzam?," tanya wanita itu.


" Ada apa?," tanya Alzam dengan wajah datarnya tanpa melihat kearah wanita itu.


" Apa itu Lo?," tanya wanita itu kembali.


" Pria ini yang bernama Alzam! Ada hal apa kau mencarinya?," tanya Azkia.


" Oh iya perkenalkan Gua calon istri Alzam! Aruma Sheila Aris!"....


Deg...


Bersambung..


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote


☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2