Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
Bab 40 " Akhir Masa Lalu "


__ADS_3

Hampir dua jam mereka berjalan menuju kota, akhirnya keluarga Azkia telah sampai di Sebuah rumah yang terlihat begitu mewah Keluarga Azkia segera masuk ke dalam, untung saat itu Rey sedang berada di rumah bersama ibunya dan saudaranya.


Rey dan ibunya begitu terkejut melihat kedatangan keluarga Azkia. Namun sepertinya ibu Azkia tak melihat raut wajah khawatir yang di namakan oleh Rey.


“ Ada apa kalian datang ke rumah ku! Apa kalian mencari putri Kalian di sini! Cih, putri yang begitu menjijikkan!,” Ujar ibu Rey begitu sombong hingga meludah ke lantai.


Ayah Azkia mendengar itu menjadi naik pitam untung saja ibu Azkia bisa menenangkan suaminya. Ibu Azkia tidak ingin berkelahi mereka ingin beritikad baik untuk meminta pertanggung jawaban Rey pada darah dagingnya yang sedang bersemayam di perut anaknya saat ini.


“ Azkia ada bersama kami saat ini! Kami datang di sini untuk meminta pertanggung jawaban mu Rey! Saat ini Azkia sedang mengandung anak mu!,” Tutur ibu Azkia begitu lembut.


Mendengar itu bukannya merasa hibah kepada istrinya, Rey malah tertawa dan berjalan dengan sombongnya kearah keluarga Azkia.


“ Apa Kalian berpikir aku b*d*h! Sudah hampir sebulan kalian baru datang dan memberitahukan bahwa Azkia sedang mengandung anakku! Itu sangat tidak mungkin, wanita seperti Azkia bisa tidur dengan siapa saja! Dia itu hanya wanita murahan dan sampah !,” Ujar Rey tentu perkataan itu membuat amarah keluarga Azkia memuncak.


Satu bogeman mentah melayang menghantam wajah Rey. Sejak tadi keluarga Azkia sudah cukup bersabar untuk mendengar hinaan mereka.


“ Apa kau pikir adikku wanita seperti apa! Aku begitu menyesal menyetujui pernikahan kalian! Sejak awal memang aku sudah tidak Sudi kau menikahi adikku! Tapi karena kepolosan dan cinta Azkia begitu besar padamu aku menyetujuinya!,” pekik Kaka Azkia, wajahnya sudah sangat memerah.


“ Hey kalian orang miskin! Berani menghajar wajah tampan anakku! Aku akan memanggil kan satpam untuk mengusir kalian dari sini! Dasar orang miskin hanya taunya mengemis mencari alasan putrinya hamil untuk meminta harta Rey sesuka hati!,” Ujar ibu Rey. Perkataan itu terlontar begitu menyakiti perasaan ibu Azkia. Selama ini Azkia bertahan dalam lingkungan keluarga seperti ini.


“ Dengarkan ini Rey! Kami sedikit pun meminta harta dari mu! Walaupun kami miskin tapi kami memiliki harga diri! Ingatlah satu hal Rey! Hukum karma pasti akan berlaku! Kau menyakiti putri ku seperti ini tapi suatu saat Tuhan akan membalasnya begitu sakit! Ingatlah Rey ini sumpah dari seorang ibu yang kau sakiti anaknya!,” Ujar ibu Azkia lalu menarik kedua lelakinya untuk keluar dari rumah Rey.


Hancur begitu hancur perasaan seorang ibu melihat rumah tangga anaknya tidak seperti orang pada umumnya.


Sepanjang perjalanan ini ibu Azkia menangis mengingat nasib anaknya. Bagaimana Azkia harus hidup singel parents. Itu sebuah kehidupan yang sangat berat.


Melihat itu Kaka Azkia begitu merasa sedih setibanya mereka di rumah. Ibu Azkia menceritakan segalanya kepada putrinya. Mendengarkan hal itu segala isi dunia Azkia hancur lembur. Harapannya untuk hidup sepertinya sudah sirna tidak ada setitik cahaya lagi yang akan menghampiri kehidupannya.

__ADS_1


“ Azkia dengarlah! Dengar Kaka, jangan menyerah kami semua akan mendukung mu! Masalah anak yang sedang berada dalam perut mu Kaka dan Kaka ipar mu akan bertanggung jawab merawatnya saat sudah lahir ke dunia ini! Kamu harus bangkit Azkia! Mereka akan semakin menertawakan dirimu jika kau terjatuh seperti ini!,” Ujar Kaka Azkia memberikan semangat kepada adiknya.


“ Apa kehidupan Azkia masih bisa di perbaiki setelah hancur seperti ini ? Apakah suatu hari Azkia bisa hidup bahagia?,” Tanya Azkia dengan wajah sendunya menatap kakak nya itu.


“ Bisa! Kamu bisa bahagia Azkia! Suatu hari nanti kamu akan bahagia!,” Tutur Kaka Azkia memeluk adiknya begitu erat.


Azkia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan kakak nya. Entah takdir akan membawanya kearah mana lagi. Apakah baik atau buruk biarlah sang waktu yang akan memainkan perannya dan takdir yang akan mengatur segalanya.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sembilan bulan kemudian, perut Azkia sudah sangat besar, keceriaan Azkia juga kembali seperti sediakala. Sungguh perjuangan Azkia begitu hebat dan atas support keluarganya Azkia bisa sampai ke tahap ini. Suar perceraian sudah Rey kirimkan kepada Azkia sejak terkahir keluarga mereka datang ke rumah Rey.


Azkia sudah ikhlas dengan apa yang terjadi dalam kehidupannya. Walau saat ini dia menyandang status janda di usia dua puluh satu tahun. Walau di kampungnya banyak orang yang mengatakan Azkia sebagai wanita murahan Azkia tidak menanggapi itu.


Azkia tidak ingin stress yang akan berdampak pada kandungannya. Wanita itu hanya bisa menutup kedua telinganya untuk saat ini tanpa menjawab satu katapun dari semua orang.


Saat hari operasi itu tiba, Azkia menggenggam tangan ibunya saat dirinya sudah akan bersiap melakukan operasi. Azkia meminta maaf segala kesalahannya kepada ibunya, rasanya begitu takut, namun Azkia berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri.


Saat Azkia di bawa ke dalam ruangan, semua keluarga Azkia menunggu di luar dengan perasaan yang amat sangat takut. Mereka takut saat keluar salah stau mereka harus meninggalkan dunia ini.


Hampir empat puluh lima menit belum ada tanda Azkia untuk keluar yang membuat keluarga Azkia semakin khawatir. Apa di dalam sama mereka baik-baik saja.


Saat pintu ruangan terbuka, suara tangisan bayi menggema. Badan mungil yang begitu putih di gendong keluar oleh dokter. Namun, seketika perasaan bahagia keluarga Azkia menjadi sedih saat dokter mengatakan bahwa anak Azkia harus segera di bawa ke ruangan khusus Karen cairan ketuban sudah masuk ke dalam paru-parunya.


Sementara Azkia masih berada di dalam ruangan operasi kondisinya sama sekali belum di beritahukan oleh dokter. Kaka dan ayah Azkia pergi untuk melihat anak Azkia sementara ibu dan Kaka ipar Azkia menunggu Azkia keluar dari ruangan operasi yang sedang memperjuangkan hidupnya di dalam sana.


Tidak menunggu beberapa lama, Azkia sudah keluar. Dokter mengatakan bahwa kondisi Azkia baik-baik saja. Azkia akan di bawa kedalam ruangan.

__ADS_1


Pertarungan nyawa yang harus Azkia lalui, selama ini menahan segala omongan masyarakat tentang dirinya begitu buruk. Untung saja keluarga Azkia sangat mendukung wanita itu hingga bisa berdamai dengan dirinya sendirian.


🍂🍂🍂🍂


Setahun sudah berlalu, setelah pemulihan Azkia wanita itu mengatur ulang kehidupannya di ibukota yang sangat besar. mempertaruhkan segala kehidupannya di sana nanti.


Walau sampai saat ini masih ada omongan yang tidak begitu enak di dengar oleh keluarga Azkia, wanita itu tetap berusaha untuk sabar dan tidak ingin membalas apapun yang mereka katakan.


Keluarga Rey, mereka sama sekali tidak memunculkan batang hidungnya. Para orang kaya seperti mereka pasti tidak akan sudi untuk datang mengunjungi Azkia. Apalagi pikiran mereka begitu picik mengira Azkia hamil dengan pria lain.


Anak Azkia begitu tampan rupawan sangat mirip dengan wajah ibunya, sebelum Azkia pergi menuju ibukota, wanita itu berpamitan kepada anaknya yang sudah di rawat oleh kakaknya sendiri. Mencium disegaala penjuru wajah gembul anaknya begitu menggemaskan.


" Doakan Ibu sayang! Ibu akan membuat kamu bangga memiliki wanita seperti Ibu yang telah melahirkan mu!," ujar Azkia dalam hati


Flash back on


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote

__ADS_1


☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2