Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
" Terpesona"


__ADS_3

Mata yang tiada henti menatap wajah Azkia yang sejak tadi menyentuh wajahnya. Alzam begitu canggung dengan suasana seperti ini.


Seumur hidupnya ia tak pernah mengalami situasi yang membuat hatinya seakan ingin keluar dari tempatnya.


Saat ia dan Kenzo selesai menceritakan kejadian yang menimpa mereka. Azkia masuk ke dalam rumahnya lalu membawakan sekotak P3k.


Awalnya Alzam menatap bingung, sampai Alzam menyuruh pria itu untuk membuka maskernya dan mengobati luka lembab akibat hantaman dari pada preman tadi.


Awalnya Alzam menolak, namun ia tak dapat mengimbangi ucapan Azkia yang memaksa nya, Azkia seperti seorang ibu yang sedang mengkhawatirkan anaknya.


Dengan rasa takut Alzam perlahan membuka maskernya untuk pertama kali ia memperlihatkan dirinya kepada orang lain selain para pelayan di rumah besar Abraham.


Azkia dengan sigap mengusap perlahan luka lembab Alzam yang melukai wajah pria itu. Hembusan nafas Azkia yang begitu wangi bisa tercium jelas oleh Alzam apalagi saya ini jarak mereka sangat dekat.


Kenzo tentu yang melihat situasi seperti itu lebih memilih untuk membiarkannya dan menikmati dengan baik. Sangat jarang melihat momen seperti ini bukan.


" Terimakasih!," Ucap Alzam.


" Tenang dulu sebentar!," Ucap Azkia. Wanita itu menempel sesuatu tepat di bagian kening Alzam. Bentuknya panjang dan memiliki karakter hello Kitty.


" Sudah siap!," Ujar Azkia lalu ia merapikan semua kotak P3k nya menatap Alzam yang sudah ia obati dengan senyumannya.


"Terimakasih!," Haya kaya itu yang Alzam bisa katakan saat ini. Rasanya Alzam ingin terbang ke langit ketujuh, hatinya begitu bahagia saat ini. Dengan cepat Alzam menutup wajahnya kembali.


Beberapa detik kemudian, tidak ada satu katapun terucap dari kedua insan itu. Alzam dan Azkia sama-sama tenggelam dalam pandangan mereka yang saling bertemu.


Kenzo yang melihat hal itu sedikit berbatuk untuk mencairkan suasana. Azkia dan Alzam yang tersadar tentu menjadi salah tingkah. Azkia yang langsung masuk ke dalam kos untuk menyimpan kembali kotak akan tetapi Azkia harus kejedot pintu.


Hal itu membuat Kenzo menahan tawanya begitu juga Alzam.


" Sejak kapan pintu ini ada di sini!," Batin Azkia ia memegang keningnya lalu segera masuk ke dalam.


Beberapa menit kemudian wanita itu keluar dan mengunci pintu kos miliknya.


" Sepertinya kita sudah sangat terlambat untuk ke kampus saat ini!," Ujar Azkia menatap kedua pria yang ada di hadapannya saat ini.


" Tenang saja aku sudah menghubungi dosen kalian bahwa ada yang harus di urus kalian bisa datang saat ini!," Terang Kenzo yang sudah menghubungi lebih dulu.


" Apa itu bisa kau lakukan?," Tanya Azkia.

__ADS_1


" Apa kau lupa! Tuan muda yang ada di hadapan mu itu!," Sahut Kenzo melirik ke arah Alzam.


Azkia menatap Alzam, lalu pandangannya mulai ke arah lain. Entah apa yang Azkia pikirkan dirinya saya ini begitu malu menatap Alzam.


" Baiklah ayo kita berangkat, saat ini para pengawal sudah menjaga kita! Dan paman akan membuat perhitungan dengan orang yang mengirim preman-preman tadi!," Tutur Kenzo.


Mereka bertiga pun segera bergegas menuju kampus. Sepanjang perjalanan, Azkia duduk tenang di belakang supir sendiri. Kenzo sudah mengganti mobilnya dengan yang baru.


Alzam yang melirik Azkia dari kaca spion. Wajah ikut Azkia Yanga menatap ke arah luar jendela tentu membuat Alzam terpesona.


" Dia begitu cantik!," Batin Alzam.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


POV Azkia.....


Mendengar cerita Alzam aku begitu sedih, hidup yang dijalinnya begitu berat. Aku masuk ke dalam kos untuk mengambil kotak obat ingin membantu menyembuhkan lukanya.


Saat aku keluar, aku meminta Alzam untuk membuka maskernya agar aku bisa melihat luka lembab nya. Walau diriku tau bahwa ia tak mau tapi aku berusaha keras untuk membujuknya.


Usahaku tak sia-sia akhirnya ia mau membukanya, saat Alzam membuka maskernya tentu itu membuat ku begitu terkejut. Hatiku berdegup sangat kencang. Bibirnya begitu merah dan sangat kecil, hidung mancung dan alis yang begitu sempurna. Apa ini malaikat atau manusia?


" Azkia, kamu bisa! Ayolah, jangan okey!," Batinku.


Setelah aku mengobati lukanya, aku merapikan kembali peralatan P3k milikku yang selalu aku stok untuk keperluan mendadak seperti ini.


" Terimakasih!," Ucapannya dengan sangat tulus, aku bisa tau itu. Tak sengaja saat aku memandanginya mata kamu bertemu.


Baru kali ini aku melihat mata yang sangat indah, aku terhanyut di dalam sana. Ada perasaan tenang yang tak bisa aku jelaskan. Hingga suara batuk yang kak Kenzo lakukan membuatku salah tingkah.


Aku segera bersikap santai namun tetap rasa canggung dan grogi tadi membuatku malah menabrak pintu.


" Sejak kapan pintu ini ada di sini!," Batinku. mengutuk kebodohan ku sendiri.


Lalu segera aku menyimpan kembali kotak P3K dan segera keluar serta mengunci pintu kos. Aku melihat jam di arloji sudah tidak memungkinkan untuk mengikuti mata kuliah.


Namun kak Kenzo mengatakan bahwa kami masih bisa, yah aku hampir lupa saat ini aku sedang bersama seorang anak pengusaha yang menyumbang banyak uang mereka dalam pembangunan kampus tersebut.


Sepanjang perjalanan menuju kampus, aku menatap ke arah luar jendela untuk menenangkan perasaanku tapi itu tidak bisa aku lakukan.

__ADS_1


Aku begitu terpesona dan mengingat jelas bagaimana wajah Alzam. Pria yang selama ini tak pernah aku temui, dirinya bak malaikat, wajah polosnya menambah kesan menawannya.


" Ah sial! Menyingkir lah, hus..hus...!" Batinku sambil menggerutu diriku sendiri. Aku gak boleh sampai jatuh cinta padanya, itu akan berakibat gatal dan mungkin tentu membuatku akan terjatuh kembali.


" Ayolah Azkia! Ingat tujuanmu!" Ucapku Salma hati sambil memandang langit biru yang aku lintasi di sepanjang perjalanan menuju kampus.


🍂🍂🍂🍂🍂


Abraham tak tinggal diam saat mendengar putranya berada dalam gawat darurat, para preman yang menyerang Alzam sudah di tangkap oleh kaki tangan Abraham.


Abraham saya ini menatap ke semua preman tersebut memandang dengan wajah amarah, matanya saya ini begitu merah.


" ambilkan pistol!," pinta Abraham.


tanpa rasa segan satu tarikan pistol yah sudah berada di tangan Abraham, pria tua itu mengarahkan ke salah satu ketua preman tersebut.


" ampun kami tuan! kamu hanya menjalani perintah!," ucap preman itu dengan wajah yang pucat.


" kalian sudah menyentuh putra kesayanganku dan penerus Jaya Group! hiduplah dengan tenang !," geram Abraham. pria berusia paruh baya itu melayangkan satu tembakan.


Doar....doar....


suara tembakan yang hampir berbunyi sampai dia puluh kali membuat semua preman itu mati tergeletak di lantai dengan bersimpuh darah.


" hapus semua jejak! aku harus pergi untuk menyapa adik kesayanganku itu!," ucap Abraham sambil membersihkan tangannya menggunakan tisu lalu pergi meninggalkan tempat.


" Kalian mengajak ku untuk perang! baiklah selama ini aku tidak meladeninya tapi saat ini kalian semua akan mati di tanganku!," Gumam Abraham.


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote


☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2