
Sudah sebulan berlalu pernikahan Rey bersama Azkia sudah semakin dekat, sikap Rey berubah sangatlah drastis, sejak kejadian di danau saat itu Rey menjadi sangat berbeda dan tentu itu sangat membuat Azkia begitu bahagia.
Rey sama sekali tidak berkata kasar dan pelit terhadap uangnya, pria itu malah memiliki banyak janji kepada Azkia salah satunya akan menyekolahkan Azkia sampai jenjang pendidikan sarjana. Azkia yang terbuai dengan apa yang Rey katakan menjadi luluh dan memaafkan segala kesalahan yang Rey lakukan.
Keluarga Azkia pun sedikit luluh dengan hubungan Azkia bersama Rey, apalagi saat ini Rey sudah menyayangi Azkia. Saudara dan orang tua Azkia ikut bahagia dengan perubahan yang Rey lakukan tapi semoga itu bukan perubahan sementara.
Hari pernikahan semakin dekat, semua perabotan dan peralatan pernikahan sudah di siapkan. Keluarga Azkia begitu sibuk dengan berbagi urusan pernikahan, sedangkan Azkia hanya duduk di dalam kamar, kata orang tua saat hari pernikahan dekat pengantin wanita tidak bisa keluar dari kamar sampai hari pernikahan tiba.
Azkia hanya duduk sambil berbalas chat dengan Rey, sungguh rasanya begitu bahagia, keputusan mempertahankan Rey bukan suatu kesalahan pikir Azkia yang sudah buta akan cinta.
Dua Minggu berlalu kini hari pernikahan sudah tiba, semua keluarga Rey berdatangan begitu pula keluarga Azkia yang sudah menyiapkan berbagai hidangan untuk menyambut kedatangan keluarga Rey beserta kerabat dekat mereka.
Jantung Azkia begitu tak karuan saat dirinya sudah di dandanin sangat cantik, baju akad yang berwarna gold itu menghiasi tubuh Azkia saat ini begitu indah siapa saja yang melihat akan terpesona.
" Ya Allah lancarkan segala urusan dan semoga saya bersama Rey bisa membina rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah!" batin Azkia.
saat Azkia sudah terpanggil untuk duduk di samping Rey walau jarak mereka tak begitu jauh, untuk melakukan akad nikah sesuai dengan aturan desa tempat Azkia tinggal.
Acara demi rangkaian acara sudah dilaksanakan, Azkia menarik nafasnya begitu berat saat pengucapan ikrar suci di lontarkan oleh Rey dalam satu tarikan nafas.
Azkia merasa sangat bahagia saat ini tanggung jawab ayahnya berpindah ke tangan Rey orang yang sangat Azkia cintai setelah ayahnya.
__ADS_1
Hubungan yang terjalin dan tumbuh bukan dari perasaan cinta akan hancur dan berubah saat waktu yang tepat seperti halnya Azkia dan Rey pernikahan baru seumur jagung tepatnya satu bulan setelah pernikahan Azkia dan Rey mengalami perkelahian begitu hebat.
Azkia sangat tidak paham dengan pola pikir Rey, hanya karena Azkia mengambil uang lima rubuh untuk membeli sabun agar bisa mencuci Rey malah memarahinya sambil mengatai Azkia berbagai macam hewan yang ada di dunia ini.
Azkia yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya terdiam, ia malah menangis dan meminta maaf atas kesalahan yang sebenarnya bukan dari dia melainkan memang Rey yang tidak beres.
" Rey maafkan aku!" ujar Azkia begitu pelan.
" Aku memaafkan mu tapi jangan pernah menyentuh uang yang berada di dalam tas ku! Apa beras dan ikan yang aku bawakan tidak cukup untuk dirimu makan!" ujar Rey sangat kasar menohok hingga kedalam raga Azkia.
Apakah seorang istri salah mengambil uang suaminya untuk membeli suatu kebutuhan yang memang itu kewajiban seorang Suami untuk memenuhinya. bukankah itu bukan suatu kesalahan? Lantas mengapa Rey begitu marah kepada nya saat ini. Pikir Azkia dalam benaknya.
" aku tidak mencuri! Selama ini kau tidak memberikan ku uang sepeserpun! Aku bingung harus meminta uang dimana untuk mencuci pakaian kita!," jawab Azkia dengan nada begitu halus.
sungguh nasib Azkia begitu tidak beruntung pernikahan yang ia impikan hancur begitu saja, janji Rey tidak ada satupun yang ia tepati. Apalagi semua keuangan Rey bukan Azkia yang pegang melainkan ibu mertuanya.
Azkia sejak menikah tidak pernah memegang uang, Rey hanya berdiskusi dengan ibunya sendiri tanpa mengajak Azkia. Apapun yang Rey lakukan harus ada persetujuan dari ibunya sendiri.
" ya Allah kuatkan aku! Aku yakin Rey pasti bisa berubah!" gumam Azkia dalam hatinya. Sungguh saat ini Azkia seperti sinetron dalam ikan terbang tapi ini sungguh terjadi dalam kehidupan wanita malang itu. Apa yang harus ia lakukan? ingin kabur kemana? Dengan siapa?.
Ini bukan sebuah novel akan kabur bersama orang ke negara lain. Ini adalah dunia nyata Azkia tidak bisa melakukan hal apapun kecuali hanya berdoa dan pasrah apa yang sudah Rey lakukan. wanita itu sudah tak mempedulikannya.
__ADS_1
Empat bulan sejak pernikahan mereka Azkia belum ada tanda kehamilan. Ibu mertuanya yang menuntut untuk mendapat seorang cucu menutut Azkia untuk hamil tapi tidak semudah membalikan telapak tangan untuk mendapat seorang anak.
" sudah empat bulan pernikahan tapi tak kunjung hamil! apa kamu tidak ingin memiliki anak! Rey mengatakan semuanya padaku!" ujar ibu mertua Azkia dengan santai.
namun Azkia hanya tersenyum tanpa menjawab satu katapun yang Azkia lontarkan, pertanyaannya itu sungguh menyakitkan perasaan Azkia.
" aku sangat menginginkan seorang anak tapi mungkin Allah belum mempercayai aku dan Rey saya ini!," batin Azkia yang sejak tadi ia memikirkan perkataan ibu mertuanya yang kejam.
Semua berbagai penderitaan Azkia alami walau seperti itu Azkia tetap mencintai Rey sangat tulus entah Sampai kapan takdir semua ini berlalu biarkan lah Sang waktu yang akan menjawab segalanya.
Bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ Vote
__ADS_1
🥀☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini