Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
" Kenangan "


__ADS_3

Hari libur yang menyenangkan untuk Azkia, tidak ada kegiatan berat yang wanita itu lakukan selain merebahkan dirinya di atas kasur empuknya sambil memeluk salah satu boneka favoritnya yang berbentuk bintang berwarna pink.


sesekali Azkia berteriak histeris menonton idol kesukaannya. Azkia benar-tidaknya menikmati waktu liburannya hingga suara ketukan pintu membuat Azkia bingung. " Siapa yang bertamu di hari libur apalagi ini masih pagi?," pikir Azkia dalam hati.


Azkia beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju pintu, saat wanita itu membuka betapa terkejutnya dirinya melihat Rizkia sahabatnya.


" Rizkia, apa yang kamu lakukan?," tanya Azkia.


"sstttt! Gua lusa ada acara keluarga trus gua di suruh cari baju yang paling bagus. Tapi gua malas sendiri!," Jelas Rizkia


"Yah terus!" sahut Azkia.


" Yah, Lo kan teman dekat gua satu-satunya di muka bumi ini, plis temani gua yah!," Pinta Rizkia memasang wajah sok imut yahh sangat Azkia merasa aneh jika Sahabatnya sudah melakukan hal itu.


" sumpah kamu enggak imut! lagian aku juga belum mandi" ujar Azkia jujur.


"cih, cepatlah gua tunggu Lo mandi, okey! cepat, cepat , cepat!," Rizkia mendorong tubuh Azkia lalu menutup pintu kos nya.


Azkia menyambar handuknya segera masuk ke dalam kamar mandi. Yah, tipe Azkia tak suka berlama di dalam sana, segera melaksanakan ritualnya. Sementara Rizkia asik menonton idol K-Pop di handphone milik Azkia.


" Azkia Lo suka sama idol ini?," tanya Rizkia sama Azkia saat melihat sahabatnya sudah keluar dari kamar mandi.


" Suka lah, siapa yang gak suka sama mereka sih tujuh pria terganteng di dunia! Apalagi tuh mereka habis mendapatkan penghargaan dari presiden!," jelas Azkia sambil mencari baju di dalam lemari.


" Sama gua juga suka banget!, Gua udah beberapa kali nonton konser secara langsung, gila mereka ganteng banget!," Ujar Rizkia begitu antusias.


" Wah anak sultan emang beda! " gumam Azkia.


Cukup lama akhirnya Azkia sudah selesai mengganti bajunya, penampilannya kali ini begitu sederhana tapi sangat imut.


" Ayo jalan!," Ucap Azkia.


"Wow cantik banget Lo! kalau Alzam lihat nih pas-!" belum selesai Rizkia berbicara wanita itu sudah mendapatkan tatapan mematikan dari Azkia.


" Ayo jalan! enggak usah bahas hal aneh!," Tegas Azkia.


Sepanjang perjalanan, tiada henti Rizkia selalu menggoda sahabatnya, entah menyebut nama Alzam hingga para cowok yahh sekarang menjadi fans-nya saat ini.


Azkia hanya menghembuskan nafasnya, ia bingung kenapa para cowok menyukai dirinya. Beberapa hadiah yang Azkia terima saat di kampus, Azkia sama sekali tidak menyentuhnya. Ia malah membagikannya kepada teman-teman satu kelasnya.


" Lo beneran gak ada naksir gitu sama salah satu cowok di kampus itu?," tanya Rizkia.


" Enggak ada, aku hanya ingin fokus kuliah!," Jawab Azkia seadanya.

__ADS_1


" Yakin Lo?" Tanya Rizkia kembali menatap sahabatnya.


" Yakin lah Rizkia, lagian aku Kalau pacaran bisa-bisa uang bulanan ku jadi taruhannya!," sahut Azkia.


" Tapi kalau calonnya Alzam sih, gua yakin orang tua Lo bakal setuju!," goda Rizkia mencolek sedikit dagu sahabatnya.


" Cih, apaan sih! aku sama Alzam gak ada apa-apa. Jangan hanya sebungkus roti kamu berpikir yang aneh-aneh!," ujar Azkia sedikit kesal melihat Rizkia menggodanya seperti itu.


" Iya maaf, gua hanya bercanda! Lo sensi banget, lagi PMS ya!," ucap Rizkia.


" Enggak, hanya saja aku gak suka,! Maaf aku tadi sedikit kesal!," ujar Azkia.


" Enggak apa kok, Gua aja yang berlebih-lebihan goda Lo!, aduh sahabat gua jangan pasang wajah seperti itu!," ujar Rizkia memeluk sahabatnya dengan erat.


" Maaf, aku belum berani memberitahukan sebenarnya kepada mu," seru Azkia dalam hati.


🍂🍂🍂🍂


Di tempat lain kediaman Abraham begitu heboh saat melihat Abraham bermain basket bersama Kenzo. semua para pelayan begitu Alzam menikmati permainan one by one dari Kenzo dan Abraham.


Sebenarnya itu semua rencana Kenzo untuk menghabiskan waktu mereka bersama di hari libur, hanya saja saat mengajak Alzam lelaki itu menolak. Ia mengatakan tak bisa bermain basket.


Padahal, Kenzo tau diam-diam Alzam sering bermain sendiri dan menonton semua pertandingan basket hingga mengidolakan pemain terhebat di dunia dalam olahraga itu.


" Alzam ayo, main sekali dengan ku!," ajak Kenzo.


" Enggak, aku tidak minat!," jawab Alzam singkat, sat hendak berdiri ingin pergi dari tempat duduknya, Kenzo menahan tangannya.


" Yang kalah akan mengikuti keinginan si pemenang!," Ujar Kenzo.


" Aku pasti akan kalah," ucap Alzam lalu segera masuk ke dalam rumah tanpa menoleh kebelakang.


Sebenarnya Dalma lubuk hati Kenzo ingin sekali ia bermain bersama seperti Abraham dan Kenzo, hanya saja rasa takutnya selalu menyelimuti dirinya. Alzam sudah berusaha tapi tetap saja hasilnya selalu sama Alzam tidak bisa mengalahkan rasa ketidakpercayaan dirinya.


Di dalam kamar Alzam menatap beberapa piala kecil saat dirinya masih menduduki bangku sekolah dasar. Alzam mengingat dengan jelas saat ia memenangi perlombaan melukis.


Pelukan dari beberapa teman sebayanya dan juga senyum Abraham yang sangat bangga kepada Alzam. Ia juga mengingat dengan jelas bagaimana memamerkan kemenangannya di depan kakeknya saat dulu.


Flash back on


Langkah kecil seorang anak berusia delapan tahun, menggema di seluruh ruangan. Apalagi teriakan memanggil Kakek kesayangannya melengking begitu keras.


Alzam memeluk erat tubuh kakeknya saat melihat pria baru baya itu tengah duduk sambil menikmati secangkir teh.

__ADS_1


" Kakek,! Kakek, aku mendapatkan piala!," Ujar Alzam begitu semangat sambil menunjukan pialanya kepada lelaki kesayangannya itu.


" Cucu Kakek begitu pintar! Kakek yakin kamu akan menjadi pewaris perusahaan setelah kakek pergi nanti!," sahut Kakek menggendong Alzam dalam pangkuannya.


Alzam menatap bingung dengan apa yang Kakek ucapan. Anak berusia delapan tahun tidak akan mengerti hal seperti itu.


" Emang Kakek mau kemana?, Kakek mau pergi kemana?," Tanya Alzam kecil yang begitu polos.


" Nanti kamu akan tau sendiri Alzam! Kakek sudah begitu tua, suatu saat nanti kau akan tumbuh menjadi pria dewasa yang pintar, kamu akan meneruskan semua warisan Kakek! " seru Kakek dalam hati sambil mengusap kepala Alzam.


" Kakek tidak kemana-mana! " sahut Kakek.


" Kakek, kalau Alzam sudah besar nanti, Alzam ingin menjadi orang hebat seperti Kakek!" celoteh Alzam membuat kakek tertawa melihat tingkah cucuk kesayangannya.


" iya , kekek yakin kamu akan menjadi orang hebat seperti Kakek!," balas kakek lalu mencium pucuk kepala Alzam.


Flash back off


Setetes air mata membasahi pipi Alzam saat mengingat hari itu, ingin rasanya Alzam kembali ke masa dirinya tak seperti sekarang. Harapan Kakek kepada dirinya tak bisa ia lakukan.


" Kakek maafkan Alzam!, Alzam membuat kekek kecewa!," gumam Alzam mengusap air matanya.


Lelaki itu menangis sejadi-jadinya, bagaimana caranya agar ia bisa kembali. Keterpurukan dirinya menjadi beban tersendiri bagi Alzam.


"hiks...hiks...! aku tidak berguna!," seru Alzam dalam hati .


Kenzo yang berada di balik pintu kamar Alzam mendegar tangisan sepupunya membuat hati Kenzo hancur. Ia sangat tau Alzam juga ingin bisa seperti orang pada umumnya.


" Ya Tuhan berikan kekuatan untuk Alzam bisa berjuang dan kembali menjadi Alzam yang dulu!," ....


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote


☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2