Kisah Cinta Alzam & Azkia

Kisah Cinta Alzam & Azkia
Bab 45 " Rumah Pulang "


__ADS_3

Alzam mengendarai mobilnya begitu laju membelah jalanan ibu kota, mengingat perkataan Anita yang menghina ibunya sebagai wanita murahan membuat Alzam semakin dikuasai amarah. Entah kemana pria itu pergi saat ini Alzam hanya ingin butuh ketenangan saat jiwa monster sesungguhnya yang berada dalam diri Alzam tidak bangkit sepenuhnya.


Alzam memarkirkan mobilnya di sebuah kos yang tersusun begitu rapi dengan langkah yang gontai ia berjalan dan mengetuk salah satu pintu yang berada di kos tersebut.


Tidak lama kemudian, seorang wanita keluar dengan kerudung yang masih menempel di menutupi kepalanya.


“ Alzam !,” Ujar seorang wanita itu yang tidak lain adalah Azkia.


Alzam memeluk tubuh Azkia menumpahkan segala tangisan pria itu. Saat ini sebenarnya Alzam begitu lemah, ia hanya ingin menumpahkan kesedihannya bersama orang yang sangat Alzam sayangi.


Azkia menyuruh untuk Alzam masuk menenangkannya di dalam. Alzam masih saja menangis tiada henti layaknya seorang anak kecil kepada ibunya.


Azkia hanya mengusap punggung lelaki itu, sebenarnya Azkia sangat penasaran apa yang bisa membuatnya menangis seperti ini tapi saat ini Azkia tak berani untuk bertanya kepada Alzam.


Saat melepaskan pelukannya, ekor mata Azkia melihat tangan Alzam berdarah. Wanita itu begitu khawatir lalu berlari mengambil kotak P3k.


Azkia membalut tangan Alzam sambil memarahi pria itu, ocehan Azkia membuat Alzam sedikit lebih membaik. Pria itu malah menatap wajah Alzam begitu sayu.


“ Cantik!,” Ujar Alzam, mendengar itu Azkia hanya terdiam. Walau saat ini wajahnya begitu merah Azkia masih terus menundukkan kepalanya sambil membalut luka Alzam.


“ Kenapa tanganmu bisa terluka seperti ini?,” Tanya Azkia.


“ Aku memukul meja kaca yang ada di kantor!,” Jawab Alzam apa adanya.


“ Memukul meja! Apa kau pikir kau super Hero, lihatlah tangan mu saat ini terlihat begitu parah! Jangan pernah melakukan hal itu lagi!” Omel Azkia.


Alzam melihat Azkia seperti itu merasa sangat gemas menarik hidung wanitanya dengan begitu pelan lalu tersenyum manis hingga sebuah lesung yang berada di pipi Alzam terlihat. Sungguh ketampanan yang tiada tara.


Jantung Azkia berdetak begitu kencang tapi wanita itu berusaha untuk menetralkan perasaannya saat ini.


“ Khm! Luka mu sudah ku balut! Lain kali jangan melakukan hal yang melukai dirimu!” Pinta Azkia lalu mensirh kembali kotak P3k miliknya.


Entah setan dari mana yang mendorong Alzam, pria itu memeluk tubuh Azkia dari belakang. Azkia terdiam sesaat rasa nyaman yang Azkia rasakan tak bisa menolak apa yang Alzam perlakukan padanya saat ini.

__ADS_1


“ Apa hubungan kita hanya akan terus sebatas persahabatan! Maaf Azkia aku begitu egois, tapi aku ingin kau menjadi milikku! Aku akan membahagiakan mu dengan cara ku sendiri! Maukah kamu menjadi pacar ku dan akan terus bersamaku selamanya!,” Tutur Alzam begitu lembut.


Hati Azkia yang memang sudah terjatuh kepada Alzam tidak bisa menolak untuk menerima perasaan Alzam tapi sisi lain rasa takut dan trauma mendalam masih ada.


“ Tapi-“ belum Azkia menjawab, Alzam memutar tubuh Azkia hingga saat ini mereka saling menatap.


Mata abu-abu yang sangat begitu indah, Azkia bari kali ini melihat mata yang sangat cantik. Hidung mancung dan bibir merah Alzam membuat Azkia hanya menelan Saliva nya.


“ Aku tidak ingin ada penolakan! Hanya kau rumah pulangku, dimana aku bisa merasa tenang dan bahagia!,” Ujar Alzam mengusap wajah Azkia.


Hembusan nafas Alzam semakin mendekat kearah Azkia hingga tak lama kemudian bibir mereka menyatu dengan sempurna.


Azkia meremas baju Alzam saat pria itu mengemut bibir milik Azkia, wajah mereka berdua begitu merah, ciuman yang semakin memanas hingga tanpa sadar tangan Azkia sudah mengalung dengan sempurna di leher Alzam.


Alzam menahan tengkuk leher Azkia untuk memperdalam ciuman mereka. Suasana semakin memanas saat Azkia sudah kehabisan nafas Alzam melepaskan ciumannya lalu mengusap bibirnya.


“ Kau milikku Azkia! Kau adalah milikku! Jangan pergi dariku sampai kapan pun!” Alzam memeluk tubuh wanita itu sangat erat. Azkia membalas pelukan Alzam .


“ Tidak! Dimataku kau berlian berharga Azkia! Aku sangat bersyukur Tuhan mempertemukanku dengan mu ! Love you sayang!” Ucap Alzam.


Siang itu kedua sejoli itu menikmati waktu bersama, Azkia juga memasak beberapa makanan untuk Alzam tidak sempat menghabiskan makan siangnya karena kedatangan Anita mengacaukan seleranya.


Alzam pun mengajak Azkia untuk keluar bersama menikmati udara luar yang lebih menyegarkan dari pada harus berada di kos berdua seperti ini bisa-bisa Alzam tidak bisa menahan segala hasratnya bagi seorang lelaki.


Setelah menunggu Azkia di luar berganti pakaian, mereka berdua segera meninggalkan kos menuju tempat wahana permainan yang ingin sekali Azkia kunjungi.


Saat malam terakhir mereka pergi, Azkia tidak terlalu menikmati karena perkelahian mereka saat di biang lalai tempo hari.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Di tempat lain Alzam dan Azkia sedang asik menikmati waktu berdua berbeda dengan Kenzo yang harus menikmati waktu bersama Rizkiya. Wanita itu meminta untuk menemani dirinya memakan seblak yang sedang viral di salah satu aplikasi yang ia nonton.


“ apa sekarang Lo sudah puas?,” Tanya Kenzo.

__ADS_1


“ belum! Gua akan memesan satu porsi lagi! Wah ini begitu enak banget! Gua baru mencobanya pertama kali! Apa lo ingin mencobanya! Lo juga belum pernah makan seblak kan!,” Rizkiya menyodorkan satu sendok kearah mulut Kenzo menyuruh pria itu untuk makan.


Awalnya Kenzo menolak, tetapi wanita itu terus memaksa apalagi saat Rizkiya memasang wajah sedih membuat Kenzo tidak tega lalu segera melahap seblak yang Rizkiya tawarkan.


“ Bagaimana? Enak bukan!,” Tanya Rizkiyah.


Rasa pedas bercampur segarnya sungguh membuat rasa seblak itu terasa sangat sempurna. Namun untuk menjaga harga dirinya, Kenzo hanya mengangguk tanpa mengatakan hal apapun walau sebenarnya ia ingin menambah lagi seblak yang Rizkiya makan.


“ Aku akan menyuruh Alzam membelikannya saat jam kantor besok!,” Gumam Kenzo di dalam hati.


Setelah puas memakan seblak, Rizkiya meminta untuk membeli beberapa es krim kesukaannya namun kali ini Rizkiyah menyuruh Kenzo untuk membayarnya.


Dengan rasa berat hati, Kenzo membayar semua es krim yang Rizkiya pesan, saat di kasir para penjaga terlihat senyam-senyum melihat Rizkiyah bersama Kenzo seperti pasangan suami istri yang sempurna.


” Mas, istrinya cantik sekali ya! Sampai sesenang itu mendapat es krim!,” Ujar mbak penjaga kasir.


Rizkiya yang menunggu Alzam di luar sambil menikmati es krim, pria itu tanpa sadar terpesona dengan tingkah gemas Rizkiya saat ini.


Deg..


Bersambung...


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komentar


❤️ Favorit


🎟️ Vote


☕🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

__ADS_1


__ADS_2