
Azkia hanya terdiam saat mendapatkan pertanyaan ibunya, entah apa yang harus di jawabnya. Azkia sangat tau karakter pacarnya seperti apa tapi tetap ada hati yang tak bisa Azkia pungkiri bahwa ia mencintai lelaki tersebut.
Selama ini Azkia menanamkan dalam pikirannya bahwa calon suaminya itu akan berubah, walau kadang terlintas sejenak dalam pikirannya itu tidak akan pernah terjadi.
Setelah perdebatan yang cukup panjang, Azkia masuk kedalam kamar merenungkan segala perkataan Kaka dan kedua orangnya. Dalam kesendiriannya Azkia menangis meratapi segala perjalanan hidupnya saat ini.
Pilihan mana yang harus ia jalani, apakah menikah dengan orang yang cintai atau memilih melepaskannya.
Saat Azkia terbalut sedih, dering ponselnya berbunyi, Azkia segera meraih ponsel yang tidak jauh darinya. enam pesan singkat dari calon suaminya itu.
Rey ❤️ : "Sayang"
Rey ❤️ : "kamu di mana kok chat aku enggak di balas?"
Rey ❤️: "Kamu lagi jalan sama cowok lain yah"
Rey ❤️: "Dasar cewek murahan! ingat aku udah menyentuhmu jadi enggak akan ada laki-laki yang menerima mu!"
Rey ❤️: "Cewek sialan! Cepat hubungi aku sekarang! Kalau tidak kita putus hari ini!"
Rey ❤️: "sayang kamu di mana?"
Membaca semua pesan singkat yang Rey kirimkan kepada Azkia, hatinya semakin sakit. Bagaimana ia harus mengambil suatu keputusan. Sisi lain Azkia sudah pernah melakukan semua itu bersama Rey, ia tergoda dengan perkataan pria itu.
Azkia yang polos dan begitu sangat mencintai Rey ia menyerahkan segala harga dirinya kepada pria yang sama sekali tak menghargai dan mengerti arti sebuah cinta dan pengorbanan.
Azkia mengusap pipinya karena jejak air mata. lalu segera membalas chat Rey. Begitu banyak penjelasan yang harus Azkia berikan agar Rey tidak marah padanya akhirnya Azkia bisa membuat Rey tenang.
setelah lama berbalas pesan dengan Rey Azkia tertidur pulas di atas ranjang. Tidurnya begitu lelap namun begitu banyak beban yang harus ia jalani kedepannya.
__ADS_1
Keesokan harinya, pagi yang begitu cerah Azkia sudah bersiap dengan pakaian yang sangat rapi. Saat semalam ia sudah menetapkan dirinya berbicara empat mata kepada Rey tentang hubungan mereka yang di tentang oleh keluarganya.
Setelah selesai bersiap Azkia berpamitan untuk pergi bersama Rey yang sudah menjemput Azkia sejak tadi. Mereka berpamitan dengan baik lalu kedua insan itu pergi meninggalkan kediaman Azkia.
Sepanjang perjalanan Azkia berpikir begitu keras, ia harus bicara seperti kepada Rey nanti. Wanita itu sangat frustasi jika ia salah bicara Rey akan marah padanya.
Hampir sejam lebih mereka berjalan menggunakan roda dua akhirnya telah sampai, Azkia dan Rey segera turun dari sana. Danau yang begitu sunyi, hening dan hanya hembusan angin yang tenang.
Rey dan Azkia duduk di taman, sudah hampir lima menit Azkia hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatakata apapun. Bibirnya terasa berat jika harus bercerita kepada Rey.
" Apa yang ingin kamu bicarakan padaku?," Tanya Rey, namun tangannya tidak berhenti untuk terus berjalan menuju kearah tubuh Azkia.
" Rey, jangan menyentuhku! Aku ingin membicarakan sesuatu hal dengan mu!," Ujar Azkia menepis tangan Rey begitu keras.
Rey yang tidak terima baik dengan penolakan yang Azkia lakukan begitu marah, wajah Rey seketika memerah menatap Azkia dengan tajam.
Azkia yang sudah tidak tahan dengan apa yang Rey katakan langsung menampar pipi pria itu begitu keras. Air mata Azkia jatuh begitu saja membahasi pipi indahnya. Apa yang Rey pikirkan! Apakah selama ini ia menyentuh dirinya bukan karena rasa cinta melainkan hanya untuk pelampiasan nafsunya. Pikir Azkia dalam benaknya.
"Kau br*ngs*k Rey! Selama ini aku diam karena aku mencintaimu! Aku tidak mempedulikan sehina apa kau kepadaku tapi aku masih tetap mencintai mu! Aku berjuang sendiri untuk membela dirimu didepan keluarga ku tapi apa yang kamu lakukan kepadaku ku Rey! Kau menyentuh ku dengan alasan kau mencintaiku dan dengan bodohnya aku mau mengikutinya! Kau begitu br*ngs*k Rey! " pakik Azkia.
Wajahnya sudah sangat merah, air matanya trus jatuh membahasi pipinya. Rasa hancur berantakan sudah bercampur aduk menjadi satu. Azkia sudah begitu sangat terluka dengan perlakuan Rey.
" Pelankan suara mu! Apa yang kamu bicarakan! Apa kau tidak memiliki malu jika orang lain mendengar semua itu bagaimana! Dasar wanita b*d*h!" Ujar Rey menutup mulut Azkia lalu melihat sekeliling tidka ada satu orang pun di sana.
Azki begitu marah menghampaskan tangan Rey lalu menampar untuk kedua kalinya pada laki-laki bermuka iblis itu. Sungguh tak percaya dengan apa yang Rey katakan.
" Baiklah! Kalau begitu kita putus! Bukankah aku hanya wanita b*d*h di mata mu! Aku tidak peduli jika laki-laki yang tidak ingi menerima ku setidaknya aku bisa bebas darimu!," Tegas Azkia menatap Rey begitu tajam.
Kata-kata yang selama ini tidak pernah Azkia lontarkan akhirnya keluar begitu saja. Rasanya begitu legah namun satu sisi Azkia begitu sakit. Walau bagaimanapun cintanya begitu besar kepada Rey.
__ADS_1
Saat ingin beranjak pergi Rey menahan tangan Azkia memeluk wanita itu dengan begitu kuat.
" Azkia....! Jangan pergi meninggalkan ku! Maaf..., Maaf aku melakukan hal kasar padamu! Hiks .hiks..! Azkia aku mohon jangan putus dariku! Bukankah tanggal pernikahan kita sudah tidak lama lagi! Aku sangat mencintaimu Azkia! Aku berjanji tidak akan melakukan hal ini kepadamu! Aku akan memperlakukan mu dengan sangat baik! Percayalah padaku Azkia!," Ujar Rey sangat lembut.
Hati Azkia yang terbuat dari kapas langsung luluh begitu saja sata Rey menyiramkan kata-kata cinta yang mungkin sudah Rey ucapkan ratusan kali saat anak Adam namun berjiwa iblis itu melakukan kesalahan kepada Azkia.
Pelukan begitu erat berubah menjadi panas saat tangan Rey berjalan menuju ke tempat sensitif Azkia. Rey mulai mendekatkan wajahnya hingga mendaratkan bibirnya kearah Azkia.
Ci*man begitu panas Rey lakukan hingga Azkia terbuai dan sangat terbuai dengan permainan nakal yang Rey lakukan.
" Aku mencintaimu Rey! Berjanjilah jangan melakukan hal seperti itu lagi !," Pinta Azkia di tengah ci*man mereka.
" Aku berjanji sayang!," Ujar Rey lalu menyeruput kembali bibir Azkia begitu rakus. Adegan demi adegan panas Azkia lakukan bermasa Rey di danau itu.
" Aku mencintaimu Rey! Aku percaya padamu!
Bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komentar
❤️ Favorit
🎟️ Vote
🥀☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1