
Sepanjang perjalanan pulang Alzam tidak banyak bicara kepada Kenzo. Pria itu lebih memilih memakai airphone nya dan menutup kepalanya menggunakan hoddie yang ia kenakan.
Kenzo yang sudah terbiasa dengan sikap Alzam seperti itu tidak merasa begitu aneh. ia tetap mengendarai mobilnya sambil memakan kue buatan Azkia lumayan begitu enak di lida Kenzo.
" Alzam apa kamu mau?," Tawar Kenzo melirik sedikit ke arah sepupunya. Sebenarnya Kenzo sengaja melakukan hal itu, ia tau Alzam tidak mendengar musik.
" Aku tidak suka! Makanlah bukankah dia membuatkannya spesial untukmu!," Sahut Alzam begitu tajam.
Nada bicara yang tidak begitu biasa di dengar oleh Kenzo. Ada rasa kekesalan saat Alzam melontarkan perkataannya.
" Apa dia sedang cemburu?," Pikir Kenzo dalam hati, senyum licik terukir di sudut bibir Kenzo. Pria itu memiliki ide konyol untuk membuat Alzam panas di makan api cemburu.
" Baiklah! Aku sudah menawarkan nya untukmu! Kuenya begitu enak. Ternyata Azkia selain cantik dia juga sangat pintar masak!,' puji Kenzo.
Alzam membuka topi Hoodie nya lalu meilirik ke arah sepupunya dengan sangat tajam. Entah mengapa mendengar ucapan Kenzo, Alzam begitu sangat kesal di buatnya.
" Aku yang menolongnya tapi kau yang malah mendapatkan rasa terimakasih itu! Menyebalkan!," Ujar Alzam sinis.
" Kau yang menyuruhku untuk tidak memberitahukan kepada nya kan! Lagian nih sepertinya Azkia tertarik padaku!," Sahut Kenzo begitu santai sambil terus mengunyah tanpa ada rasa dosa apapun.
Mendegar perkataan Kenzo Alzam terdiam, menatap sepupunya begitu tajam. Pria itu kembali menutup kepalanya lalu kembali sambil mengumpat Kenzo di dalam hati.
" Ah sial! Kenzo brengs**! Ah aku kenapa sih,!" Batin Alzam.
Kenzo tersenyum menang melihat wajah kesal Alzam terlihat jelas. Seperti dugaannya saat menyelamatkan Azkia, Alzam tanpa sadar memendam rasa kepada Azkia entah sejak kapan bunga mekar itu tumbuh dalam hati alzam.
" Dia begitu lucu saat cemburu! Aku akan menggunakan kartu ini untuk bisa terus menggodanya!," Seru Kenzo dalam hati.
🍂🍂🍂🍂
Sementara di tempat lain, Azkia tentu bersama sahabatnya sedang asik memilih beberapa komik, seperti janji Rizkia akan menemani Azkia nanti di tempat buku komik dan saat ini Rizkia sudah menepatinya.
Rizkia menyuruh Azkia untuk memilih beberapa komik kesukaannya dan ia akan mentraktirnya. Saat sedang asik memilih, mata Azkia tertuju pada satu buku komik yang begitu langkah. Bisa di bilang komik satu ini memiliki edisi terbatas. Wanita itu seketika mengingat perkataan Kenzo tentang Alzam yang menyelematkan dirinya.
" Apa aku membelikan buku ini kepadanya untuk rasa terimakasih ku!," Gumam Azkia.
Azkia mengambil kursi agar bisa sampai mengambil buku di rak yang sedikit tinggi dari tubuh mungilnya itu.
" Semoga dia menyukainya!," Seru Azkia.
Setelah memilih beberapa buku Azkia menyerah kepada Rizkia tapi tidak dengan satu buku yang ia belikan khusus untuk Alzam memakai uang jajannya sendiri.
__ADS_1
" Buku itu tidak sekalian?," Tanya Rizkia, melihat satu buku masih ada di genggaman tangan Azkia.
" Hmm! Enggak buku ini biar aku yang bayar sendiri!," Sahut Azkia sedikit gugup. Tidak mungkin ia akan jujur akan membelikan Alzam buku bisa berabe nanti Rizkia akan salah paham dengannya.
" Kenapa! Gua kan udah janji, sini gua yang bayar!," Ucap Rizkia.
" Enggak usah! Ini aku belikan khusus buat sepupu! Iya sepupu aku minta beliin buku ini!," Ujat Azkia berbohong.
", Sepupu Lo! Sini gua yang bayarin, sekalian kan !," Sahut Rizkia tak mau kalah.
" Enggak usah! Aku udah janji beliin! Enggak enak kalo aku kasih ternyata kamu yang beliin kan!," Ucap Azkia memasang wajah sedihnya.
" Baiklah! Jangan memasang wajah sendu seperti itu! " Ucap Rizkia.
Setelah membeli buku, Rizkia mengantar Azkia pulang lalu ia juga berpamitan untuk segera pulang setelah mendapatkan telfon dari orang tuanya.
Sesampainya di kos Azkia membersihkan tubuhnya lalu mengerjakan ritualnya sebagai umat muslim. Setelah itu ia mengambil tas untuk mengeluarkan beberapa komik yang Rizkia belikan untuknya dan satu buku yang ia beli untuk Alzam.
" Aku harus membungkusnya dengan cantik atau enggak yah?." Pikir Azkia. Cukup lama menimang pikirannya akhirnya Azkia pergi keluar menuju minimarket untuk membeli sesuatu di sana.
Azkia keluar dari minimarket sambil mengomel dengan dirinya sendiri. Tujuannya hanya membeli kertas kado eh malah jajanan coklat ikut serta masuk di dalam belanjanya.
Malam hari Azkia sudah menyelesaikan segala aktivitasnya, membersihkan tubuhnya lalu merebahkan dirinya di tempat favorit sejuta umat di dunia ini.
Azkia menatap kado yang akan di berikan nya kepada Alzam, sudah terbungkus dengan sangat rapi.
" Apa dia akan menyukainya?," Gumam Azkia sambil menatap kado yang sudah ia simpan berdekatan dengan tas miliknya.
Setelah puas bermain handphone, matanya terasa begitu berat akhirnya wanita itu tanpa sadar menjatuhkan Handphone nya dari tangan, suara dengkuran nafasnya mulai teratur. Azkia sudah tertidur begitu pulas menikmati mimpi indah malamnya.
Pagi hari dengan kicauan burung yang ikut meramaikan suasana kala itu terasa begitu indah. Azkia menatap dirinya di pantulan cermin, hijab berwarna biru senada dengan rok lipit yang ia kenakan serta baju berwarna hitam berpadu cantik menghiasi penampilan Azkia saat ini.
Selesai bersiap, Azkia meraih tas nya dan menaruh kado yang akan ia berikan kepada Alzam ke dalam tas miliknya. Azkia segera pergi meninggalkan rumahnya menuju kampus.
perjalanan yang hanya memakan waktu sepuluh menit Azkia sudah sampai di kampus. Azkia meraih ponselnya untuk menghubungi Rizkia, namun baru saja Azkia ingin menelfon sahabatnya itu. Rizkia lebih dulu memberikan Azkia pesan singkat bahwa Rizkia tak bisa hadir di kelas untuk hari ini. Tapi Rizkia tak lupa untuk mengirimkan pengawal kepada Azkia agar bisa menjaga sahabatnya walau dirinya jauh dari Azkia.
" Yah, hari ini aku sendiri lagi! akhir-akhir ini dia begitu sibuk!," gumam Azkia.
Wanita itu membalas pesan singkat Rizkia, memberikan dukungan kepada sahabatnya untuk melakukan aktivitasnya dengan semangat.
Kemudian Azkia kembali berjalan menuju kelasnya, Saat sedang asik berjalan Azkia melihat Alzam berjalan sendiri tanpa ada Kenzo di sampingnya.
__ADS_1
" Kenapa dia sendiri? kak Kenzo di mana?," tanya Azkia Dalma hati.
Azkia lalu memberanikan diri untuk berjalan mendekati Alzam. Saat sudah sedikit dekat dengan Alzam Azkia memanggil pria itu. Alzam yang merasa namanya terpanggil menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah belakang.
Azkia tersenyum lebar ke arah Alzam sambil melambaikan tangannya dengan begitu ramah. Azkia berlari kecil sampai di hadapan Alzam saat ini.
" Tumben kamu sendiri?, kak Kenzo tidak bersamamu hari ini?," tanya Azkia.
Mendegar pertanyaan Azkia, Alzam hanya tersenyum tipis di balik maskernya.
" Aku lagi ingin sendiri! kalau kamu ingin mencari Kenzo cari di kelasnya!," sahut Alzam tajam.
" Ada apa dengannya?, apa dia lagi PMS Seperti wanita!," batin Azkia.
"Enggak aku ingin menemui hari ini! Tunggu sebentar!," ucap Azkia. ia meraih tasnya lalu mengambil kado yang akan Azkia berikan kepada Alzam.
" Ini untuk kamu! Maaf jika kami tidak menyukainya, tapi aku pikir mungkin ini hadiah yang sangat cocok untukmu!," jelas Azkia mengulurkan kado kepada Alzam.
Alzam menatap kado yang Azkia berikan, tidak ada respon apapun lelaki itu haha terdiam lalu menatap mata Azkia.
" Kenapa memberikan kepadaku?," tanya Alzam.
" Terimakasih sudah menolongku! Kak Kenzo sudah memberitahukan ku semuanya! " Jelas Azkia. Wanita meraih tangan Alzam lalu memberikan hadiah itu setelahnya Azkia segera pergi meninggalkan Alzam seorang diri.
Sementara Alzam hanya terdiam menatap kado yang Azkia berikan padanya. Senyum begitu lebar terukir dari sudut bibir Alzam, pria itu merasa sensasi bahagia yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
" Apa begini rasanya mendapatkan sebuah hadiah,"....
Bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komentar
🎟️ Favorit
❤️ Vote
☕🥀 Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1