
Pagi hari yang indah Alzam sudah bersiap seperti biasa begitu pula Kenzo sudah bersiap dengan penampilan cool fres nya membuat wanita mana saja bisa pingsan melihatnya.
Saat hendak turun dari tangga langkah Kenzo terhenti begitu pula Alzam yang mengekor di belakang Kenzo. Dengan cepat Kenzo menyuruh Alzam untuk kembali naik saat melihat Anita dan Jack sedang mengobrol santai bersama Abraham di lantai bawah.
Kenzo segera turun seorang diri, sementara Alzam masih berada di lantai atas tapi ia masih bisa sedikit mendengar pembicaraan Abraham dan Bi Anita di bawah sana walau sedikit samar.
“ Selamat pagi paman!,” Sapa Kenzo lalu pandangannya beralih ke arah Anita dan Jack, Kenzo hanya tersenyum sinis menatap ke arah dua monster yang selalu mengincar sesuatu yang bukan haknya.
“ Anak itu mau kemana Abraham? Apa kau tidak memulangkannya saja di Amerika! Kau masih memelihara ponakan istrimu di sini! Padahal mendiang istrimu sudah lama meninggal, sebenarnya anak itu sudah tidak pantas berada di rumah ini!,” Ujar Anita dengan begitu tajam seakan lidahnya ingin Kenzo keluarkan dari mulutnya. Untung saja kesabaran Lelaki itu masih ada dan tidak setipis tisu.
“ Jaga ucapan mu Anita! Kenzo sudah ku anggap sebagai anakku sendiri, walau istriku sudah lama meninggal bukan berarti kerabat istriku sudah tidak ada hubungannya denganku!” Balas Abraham dengan sangat tegas membuat Anita berdecak kesal.
Mendengar jawaban Abraham Kenzo tersenyum menang melirik ke arah Anita dan Jack.
“ Kau lebih menyayangi anak ponakan dari istrimu di bandingkan ponakan mu sendiri! Apa Jack pernah kau ajak untuk tinggal di rumah mu? Tidak pernah sama sekali! Kau sangat pilih kasih Abraham!,” Ucap Anita.
“ Aku memiliki alasan untuk memilih siapa yang cocok tinggal di rumah ini apalagi dengan anakku! Aku tidak mau memelihara ular berbisa yang kapan saja akan menerkam keluarga saat ia mau!,” Sahut Abraham, mendengar jawaban Abraham membuat Anita begitu naik pitam. Ia membanting cangkirnya lalu beranjak dari kursi menarik Jack anaknya untuk segera pulang.
“ Suatu saat kau akan lihat Abraham saat anakku lebih layak ada di posisi seorang CEO! Kakek sangat salah sudah memilih anak mu sebagai pewaris berikutnya!,” Pekik Anita dengan lantang, mata merah bibir bergetar menahan amarah, sangat terlihat jelas di wajahnya saat ini.
“ Aku menunggu hari itu Anita! Semoga kau dan anak mu akan berhasil! Dan terimakasih atas kunjungan pagi mu hari ini saudara ku tersayang!,” Ujar Abraham dengan Sangat tajam.
Anita dan Jack segera pergi meninggalkan kediaman Abraham. Melihat situasi sudah aman Alzam segera turun dari lantai bawah. Ia bisa melihat raut wajah Abraham yang sedikit kelelahan harus berdebat dengan saudaranya sendiri. Bagaimana pun Anita adik kesayangan Abraham namun hanya karena perebutan kekuasaan membuat hubungan mereka hancur.
“ Alzam! Ayah tidak memaksa mu untuk berada di posisi itu! Ayah sudah berpikir sangat keras, ayah tidak ingin memaksa mu dan membuat mu membenci ayah! Lakukan hal yang kamu mau, masalah perusahaan Kakek ayah akan pikirkan!” Ucap Abraham lalu segera pergi meninggalkan Alzam dan Kenzo yang terdiam.
__ADS_1
Mendengar perkataan Abraham membuat Kenzo sedikit terpukul. Alzam harapan semua orang untuk meneruskan perusahaan Jaya Group tapi sementara dirinya menolak, bukan karena Alzam tidak ingin hanya lelaki itu merasa tidak pantas dirinya berada di posisi itu.
“ Alzam!” Panggil Kenzo.
“ Iya!,” Sahut Alzam yang beri tersadar dari lamunannya.
“ Ayo berangkat!,” Ajak Kenzo.
Mereka berdua pun segera berjalan meninggalkan kediaman Abraham menuju kampus. Sepanjang perjalanan Alzam hanya terdiam menatap ke arah jendela, Alzam benar-benar tenggelam dalam pikirannya sendiri entah apa yang Alzam pikirkan hanya ia yang tau.
Sementara Kenzo melirik sedikit kearah sepupunya, ia tau Alzam memikirkan perkataan Abraham tadi. Kenzo yang tak ingin mengganggu Alzam memilih diam dan fokus untuk menyetir.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Suara sorakan semua mahasiswa begitu bersemangat saat seorang senior tercerdas, tampan dan sangat dingin kepada wanita mana pun menembak Azkia di tengah-tengah bangunan universitas ternama itu.
“ Azkia! Sejak pertama aku melihatmu! Rasanya kau sangat berbeda dengan wanita lainnya!,” Ucap lelaki yang sedang berjongkok menatap Azkia sambil mengeluarkan kata-kata puitisnya seperti anak senja tapi tak membuat Azkia terpikat.
Sementara Rizkiya yang baru datang melihat situasi seperti ini begitu kaget. Rizkiyah ingin membantu Azkia namun saat Azkia melirik ke arahnya, wanita itu memberikan kode untuk membiarkan dulu.
Sangat tidak enak jika harus pergi seperti ini. Azkia ingin menolak dengan sangat halus agar tidak menyakiti perasaan orang lain.
“ Azkia Putri Nanda! Maukah kau jadi pacar ku!,” Ucap pria itu lalu memberikan sebuah cincin kepada Azkia.
Azkia hanya mengerutkan keningnya menatap lelaki itu tapi berbeda dengan mahasiswa cewek yang histeris sambil berteriak untuk menyuruh Azkia menerima pernyataan cinta Lelaki tampan di universitas mereka itu.
__ADS_1
Azkia menghembus nafasnya dengan pelan lalu menyuruh pria yang ada di hadapannya untuk berdiri.
“ Aku sangat senang kau melakukan hal ini kepadaku! Aku berterima kasih untuk hal ini semuanya! Tapi aku sangat minta maaf kepadamu, aku tidak bisa berpacaran dengan mu! Bukan karena aku membenci atau apapun itu! Aku hanya ingin menjalani hubungan jika aku juga mencintai pasanganku, aku yakin masih banyak wanita yang baik di luar sana yang mencintai mu dengan tulus! Kau pria yang baik! Sekali lagi aku minta maaf!,” Tutur Azkia begitu lembut penolak yang Azkia lakukan tak membuat mahasiswa lain menghujatnya Karen alasan Azkia begitu pas apalagi cara ia menolak sangat sopan tidak menyakiti hati pria yang menyatakan perasaannya.
Setelah Azkia menolak ia segera pergi bersama Rizkiya yang sudah bersiap sejak tadi untuk menjaga Azkia dari tatapan wanita yang tidak menyukainya.
Sementara Alzam dan Kenzo yang beru datang sejak tadi menonton adegan drama yang dibintangi oleh Azkia. Wanita itu memang sangat susah untuk didapatkan.
Kenzo melirik sepupunya Alzam, menampilkan senyum menggodanya. Melihat itu Alzam memalingkan wajahnya lalu segera berjalan menuju kelasnya.
“ Kau harus berusaha keras untuk mendapatkan hatinya!,” Ujar Kenzo menepuk pundak Alzam lalu berjalan cepat meninggalkan sepupunya.
“ Ah sial!”....
Bersambung...
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komentar
❤️ Favorit
🎟️ Vote
__ADS_1
🥀☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini