Kisah Cinta Arka

Kisah Cinta Arka
BAB 26


__ADS_3

Tiga minggu kemudian


Hari ini adalah hari pernikahan Tia dan Reyhan. Pernikahan mereka diadakan di sebuah restoran yang disewa Reyhan. Tia tidak bisa menolak pernikahan ini karena telah kepergok berbuat mesum bersama dengan Reyhan di mobil waktu itu. Meskipun nyatanya tidak seperti itu, tapi beberapa dosen melihat kejadian itu dengan mata kepala mereka sendiri. Hingga akhirnya mau tidak mau, mereka harus menikah.


Setelah berpikir beberapa hari, Tia akhirnya pasrah pada takdir. Bukankah empat tahun ini Arka juga tidak menghubunginya sama sekali? Mungkin Arka sudah menemukan kekasih baru di Amerika dan melupakannya, pikir Tia.


Kini Tia duduk di depan sebuah cermin setelah dirias. Ia menatap bayangan dirinya dengan gaun putih yang menempel pada tubuhnya. Ia pun tersenyum miring melihat bayangan dirinya kini. Tidak pernah sekalipun ia membayangkan akan menikah secepat ini. Usianya masih 21 tahun, bahkan kuliah pun ia belum lulus. Tiba-tiba saja ia harus menikah dengan orang yang baru saja ia kenal.


Memang Reyhan tampan, pintar, dan baik. Banyak mahasiswa bahkan dosen wanita yang menggilainya. Namun tidak dengan Tia. Ia cukup sadar diri bahwa ia tidak pantas mendapatkan seseorang yang sesempurna Reyhan. Ia hanyalah gadis yatim piatu yang tidak berhak mengharapkan sesuatu yang tidak layak untuknya.


Tidak lama kemudian pintu kamar itu ada yang membuka dari luar. Tia menoleh dan tampaklah Salsa di sana. Sahabat Tia satu-satunya. Salsa berjalan mendekati Tia dan memeluknya.


“Sa … “ ucap Tia dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca.


“Jangan menangis. Ini hari bahagiamu Tia,” kata Salsa seraya membelai punggung Tia dengan tersenyum. Setelah itu ia melepas pelukannya pada tubuh Tia dan mengusap air mata Tia dengan tisu yang ia ambil dari dalam tasnya.


“Ayo keluar, pak penghulunya sudah datang,” ajak Salsa seraya menggandeng tangan Tia. Tia pun pasrah ditarik Salsa keluar dari ruangan itu.


Tia berjalan dengan jantung berdegup kencang. Ini adalah pertama kalinya ia menjadi pengantin dan sebentar lagi ia akan menjadi seorang istri. Tia tidak memiliki siapa pun di dunia ini. Kini hanya Salsa yang bisa menemani hari harinya setelah kepergian Arka. Termasuk hari pernikahannya saat ini.


Sesampainya Tia di tempat pesta, ia melihat Reyhan sudah duduk di depan pak penghulu sambil menatap ke arahnya dan tersenyum. Tia berjalan mendekati Reyhan dan duduk di sampingnya. Setelah itu pak penghulu menjabat tangan Reyhan. Ijab qobul pun dimulai. Hingga akhirnya terdengar kata “sah” dari para tamu undangan. Doa pun dipanjatkan.


Tia menitikkan air matanya. Entah ini tangis kebahagiaan atau kesedihan. Seharusnya ia bahagia karena semua orang yang menikah bahagia di hari pernikahannya, tapi ia juga merasa sedih karena menikah dengan orang yang tidak ia cintai. Ia benar-benar belum siap untuk menjadi seorang istri di usianya yang masih 21 tahun.

__ADS_1


Reyhan mengulurkan tangannya mengusap air mata Tia dengan tersenyum. Tia memandang Reyhan yang tersenyum padanya. Setelah itu Reyhan mencium kening Tia dengan lembut. Tia tertegun saat Reyhan mencium keningnya.


Setelah itu Reyhan dan Tia duduk di pelaminan dan para tamu undangan memberikan selamat pada mereka secara bergantian.


Di acara pernikahan ini hanya orang tua dan kakaknya Reyhan saja yang datang, sedangkan adiknya tidak bisa datang karena pernikahan ini dilaksanakan begitu mendadak dan adiknya Reyhan sedang kuliah di Belanda.


“Tidak kusangka kamu begitu ngebet kawin, sampai-sampai melangkahi kakakmu ini,” bisik Adimas, kakaknya Reyhan yang tinggal di Jerman saat mengucapkan selamat pada Reyhan. Ia pulang ke Indonesia beberapa hari yang lalu setelah mendapat kabar bahwa Reyhan akan menikah.


Seusai acara resepsi, Reyhan mengajak Tia pulang ke apartemennya. (Cerita pernikahan Reyhan dan Tia bisa dibaca di novel yang berjudul SUAMIKU KAMU SATU SELAMANYA)


***


Sementara itu di Amerika, Arka baru saja bangun dari tidurnya. Ia sangat bersemangat pagi ini karena dua hari lagi ia akan pulang ke Indonesia. Ia bangkit dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi  dengan tersenyum.


Setelah mandi ia mengemasi barang-barangnya dengan bersiul-siul saking senangnya. Ia sudah sangat tidak sabar untuk segera pulang dan bertemu dengan Tia, kekasihnya yang ia tinggalkan empat tahun lalu.


“Sayang … aku sangat merindukanmu,” gumam Arka. Tanpa Arka tahu kini Tia sudah menikah dengan Reyhan.


***


Keesokan harinya


Setelah semua barang-barangnya siap, Arka mengirim pesan pada Tia.

__ADS_1


Arka : Sayang, besok aku pulang. Jemput aku di bandara jam 1 siang ya. I love you.


Tia yang sudah bersiap-siap tidur segera mengambil ponselnya setelah mendengar ponselnya bergetar. Ia tidak pernah menyangka bahwa yang mengiriminya pesan adalah Arka.


Tia : Oke!


Arka kembali, apa yang harus kukatakan padanya? Ya Tuhan, aku belum siap mengatakannya pada Arka bahwa aku sudah menikah. Batin Tia.


***


Keesokan harinya, Tia izin pada Reyhan untuk keluar sebentar karena ada urusan. Reyhan pun mengizinkannya tanpa bertanya lebih detil. Ia tidak mau mencampuri urusan Tia terlalu jauh yang bisa membuat Tia tidak nyaman padanya. Meskipun mereka sudah menikah, tapi privasi urusan pribadi juga perlu. Apalagi mereka menikah dengan terpaksa bukan karena cinta.


Setelah keluar dari apartemen, Tia naik taksi menuju bandara sebelum pukul satu. Jujur saja ia sangat merindukan Arka. Kekasih yang meninggalkannya di bandara empat tahun yang lalu.


Selama di dalam taksi, Tia berpikir keras bagaimana caranya menjelaskan pada Arka bahwa kini ia sudah menikah. Tia tahu Arka pasti akan marah dan hancur, tapi ini sudah terjadi. Ia juga sudah membuat perjanjian dengan Reyhan bahwa mereka tidak akan pernah bercerai.


Jam 12.30 Tia sudah sampai di bandara. Ia masuk dan menunggu kedatangan Arka di lobby. Sampai sekarang ia belum menemukan kata-kata yang pas untuk menjelaskan pernikahannya pada Arka. Ia memejamkan matanya sambil berpikir. Ia juga sudah bisa membayangkan bagaimana respon Arka yang mungkin akan mengira ia menghianatinya.


Jam di ponsel Tia sudah menunjukkan pukul 13.10, Arka masih belum menunjukkan tanda - tanda kedatangannya. Tia pun pergi ke toilet karena sudah tidak tahan menahan keinginannya untuk buang air sejak tadi.


Setelah selesai buang air, Tia keluar dari dalam toilet dan tiba - tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Tia pun berbalik dan melihat wajah Arka.


***

__ADS_1


Selamat Hari Raya Iduf Fitri 1441 H / 2020 M. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan batin.


Author Mangatoon / Noveltoon : Sifa (DI PAKSA MENIKAH, KISAH CINTA ARKA, SUAMIKU KAMU SATU SELAMANYA, SIAPA JODOHKU)


__ADS_2