
Hari ini Jasmine dan Arka sudah mulai masuk kuliah. Arka mendaftar kuliah melalui website online beberapa waktu sebelumnya. Mereka kuliah di universitas yang sama, tapi di fakultas yang berbeda.
Pagi ini Arka memasak untuk sarapan mereka karena ia tidak mau keracunan lagi dengan memakan masakan yang dimasak Jasmine. Arka memasak makanan sederhana. Ia buka tipe laki-laki yang suka memilih makanan. Pagi ini ia memasak omelet sayuran dengan campuran kornet.
Jasmine keluar dari dalam kamarnya dengan menenteng tasnya dan duduk di meja makan di mana Arka sudah duduk memakan sarapannya.
“Cepat habiskan sarapanmu,” ujar Arka pada Jasmine. Jasmine pun cemberut karena kini Arka selalu mengatur hidupnya. Tidak boleh begini, tidak boleh begitu. Jasmine merasa kebebasannya terenggut.
Setelah sarapan kini mereka berangkat kuliah bersama-sama. Arka mengantar Jasmine ke fakultas di mana ia mengambil jurusan seni kreatif dan desain. Setelah itu ia melajukan mobilnya ke fakultas menejemen dan bisnis tempatnya mengambil jurusan.Jarak fakultas mereka berjauhan, sehingga mereka harus berpisah.
Hari ini adalah hari pertama Arka kuliah. Ketika Arka akan menaiki tangga, banyak mata yang melihatnya dengan terheran - heran. Mereka belum pernah melihat sosok Arka sebelumnya. Veronica, gadis paling cantik di fakultas manajemen sekaligus idola para laki - laki itu pun segera menghampiri Arka.
"Hai... aku tidak pernah melihatmu sebelumnya," sapa Veronica menggunakan bahasa Inggris.
"Ya, aku mahasiswa baru dan mulai kuliah hari ini," jawab Arka sopan menggunakan bahasa Inggris juga.
"Perkenalkan aku Veronica dari Inggris. Kamu?" tanya Veronica seraya mengulurkan tangannya.
"Arka dari Indonesia," balas Arka seraya menyambut uluran tangan Veronica.
"Senang berkenalan denganmu, Tampan," ucap Veronica dengan tersenyum. Arka pun hanya membalas dengan tersenyum lalu pergi menaiki tangga menuju kelasnya.
Veronica mengikutinya dan duduk di samping Arka. Arka membuka tasnya lalu mengeluarkan sebuah buku dan membacanya. Ia tidak menghiraukan keberadaan Veronica di sampingnya. Veronica memperhatikan Arka tanpa berkedip.
Tampan sekali. Pertama kali melihatnya, aku langsung menyukainya. kamu harus jadi kekasihku Arka. ucap Veronica dalam hati.
***
Jasmine sudah masuk ke dalam kelasnya. Talia, sahabat Jasmine segera menghampirinya.
"Kamu pulang ke Indonesia lama sekali. Ada apa Jasmine?" tanya Talia saat sudah duduk di samping Jasmine.
"Mmmm … aku dijodohkan, Talia" jawab Jasmine dengan lemas lalu menaruh kepalanya di atas meja dengan cemberut.
__ADS_1
"Masih dijodohkan saja. Yang penting belum menikah kan? kamu bisa menolaknya jika kamu mau," saran Talia pada Jasmine.
"Sudah. Sekarang statusku sudah menjadi istri orang," jawab Jasmine.
"Keren! Cepat sekali prosesnya. Kamu menikah muda Jasmine. Apa kamu mengenalnya sebelumya? Berarti kamu sudah enggak virgin dong?" tanya Talia dengan antusias.
"Apaan sih. Sudah ah. Tu, mr. Edward sudah datang. Jangan berisik!" balas Jasmine menghentikan percakapan mereka saat melihat dosennya datang. Talia pun tidak melanjutkan percakapan mereka dari pada diusir mr. Edward gara - gara berisik. Mr. Edward sangat tidak suka mahasiswanya yang berisik ketika dia memasuki kelas.
***
Kuliah Arka hari ini hanya sampai siang hari. Setelah keluar dari ruang kelasnya, Arka segera menuju mobilnya. Ketika ia hendak menyalakan mesin mobilnya, ia teringat Jasmine. Ia hampir lupa kalau sekarang punya tanggung jawab menjaga anak orang yang tak lain adalah istrinya. Ia pun menelapon Jasmine.
"Hallo, Kak … " sapa Jasmine dari seberang telepon.
"Kuliahmu selesai jam berapa?" tanya Arka.
"Mungkin sore, Kak. Masih ada mata kuliah lagi nanti," jawab Jasmine
“Iya. Aku sudah biasa pulang sendiri sebelum ada kak Arka," balas Jasmine.
"Oke. Bye!" pamit Arka sebelum memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Arka menyalakan mesin mobilnya. Ketika ia hendak melaju, tiba-tiba Veronica berdiri di depan mobilnya dengan membentangkan tangannya.
"Ada apa?" tanya Arka sambil mengeluarkan kepalanya setelah membuka kaca jendela mobilnya.
"Bisakah aku menumpang mobilmu? Ban mobilku kempes, Arka," ujar Veronica dengan wajah memelas. Arka pun tidak segera menyetujuinya. Ketika Arka tampak berpikir, tiba - tiba Veronica mendekat dan memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya. Arka pun tidak tega dan akhirnya menyetujuinya.
"Mau diantar ke mana?" tanya Arka seraya mulai melajukan mobilnya ketika Veronica sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Bisakah kita makan siang dulu. Aku lapar, Arka," ajak Veronica sembari membelai perutnya.
"Tidak bisa. Aku harus segera pulang," balas Arka dengan tegas.
__ADS_1
"Ayolah ... aku yang bayar. Anggap saja ini merayakan pertemanan kita dan hari pertama kamu kuliah," rayu Veronica tidak mau menyerah.
"Baiklah. Sebentar saja. Mau makan di mana?" tanya Arka akhirnya mengalah.
Veronica pun menunjukkan jalan ke restoran elit favoritnya. Setelah sampai di restoran, Veronica dan Arka masuk dan segera memesan makanan. Arka bukan tipe pemilih makanan, jadi makanan jenis apapun dia bisa memakannya. Sambil menunggu makanan disajikan, Veronica memulai percakapan.
"Kamu tinggal di mana, Arka?" tanya Veronica ingin tahu.
"Apartemen Meteor," jawab Arka singkat.
"Hmmm … bukankah itu kawasan apartemen mini dengan 1 kamar," tanya Veronica lagi memastikan.
"Iya," balas Arka.
Veronica pun akhirnya berpikir kalau Arka tinggal sendiri saja di Belanda. Ia jadi semakin bersemangat mendekati Arka.
Dua puluh menit kemudian makanan pesanan mereka datang. Arka segera memakannya tanpa banyak bicara ataupun basa-basi. Sembari menikmati makanannya Veronica memperhatikan Arka yang sedang makan dengan santainya.
Setelah makan, Arka segera pamit pulang dan meminta Veronica untuk pulang dengan naik taksi. Veronica pun terpaksa menyetujuinya karena ia tidak punya alasan lagi untuk bisa nempel dengan Arka.
Sesampainya Arka di apartemen, ia segera masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Hari ini adalah hari ulang tahun Tia. Ia ingin mengucapkan selamat ualang tahun pada Tia, tapi ia ragu-ragu karena kini Tia telah bersuami.
Akhirnya Arka pun memilih untuk tidur siang sebentar. Sore hari ia baru terbangun dan melihat waktu di ponselnya sudah menunjukkan pukul 17.05 waktu Amsterdam. Ia pun segera mengirim pesan pada Tia tanpa ragu-ragu lagi.
Arka : SELAMAT ULANG TAHUN SINTIA MAULIDYA. SEMOGA KAMU BAHAGIA SELALU.
Tia : Terima kasih, Adik Ipar.
Arka : Sama – sama, Kakak Ipar. I miss you.
Setelah itu Tia menaruh ponselnya di atas nakas lalu berbaring dan menarik selimutnya tanpa membalas pesan dari Arka lagi. Karena waktu Indonesia dan Belanda selisih lima jam, ketika di Belanda pukul lima sore, di Indonesia sudah pukul sepuluh malam.
Arka menatap ponselnya berharap Tia akan membalas pesannya lagi. Namum, setelah beberapa menit ia menunggu, tidak ada pesan lagi dari Tia.
__ADS_1