
Setelah mengirim pesan pada Tia dan tidak mendapatkan balasan, Arka turun dari atas tempat tidur lalu membuka pintu balkon apartemen dan bernyanyi di sana. Ia duduk di lantai sambil memeluk lututnya menghadap matahari tenggelam.
Sing a song
Saat kau pergi
Berlinanglah air mataku
Betapa singkat kurasakan
Kebahagiaan itu
Kini lenyaplah sudah
Oh...
Tak pernah kuinginkan
Perpisahan ini terjadi
'Ku hanya bisa merelakan
Jika memang kau pikir
Inilah yang terbaik
Tak perlu kau beri alasan
Mengapa kau ingin pergi meninggalkan diriku
Karena ku yakin mungkin semuanya itu bisa
Membuatmu bahagia
Sepenuhnya 'ku menyadari
Bahwa cinta itu tak mesti harus memiliki
Namun 'ku akan terus selalu menyayangimu
__ADS_1
Setulusnya hati
Tak pernah kuinginkan
Perpisahan ini terjadi
Betapa singkat kurasakan
Kebahagiaan itu
Kini lenyaplah sudah
Saat Arka sedang bernyanyi, Jasmine baru saja pulang dan masuk ke dalam kamarnya. Ia mendengar semua lirik lagu nyanyian Arka. Karena terlalu menghayati perasaannya, sampai - sampai Arka tidak menyadari kehadiran Jasmine.
Dalam sekali lagunya. Apa sekarang kamu sedang bersedih untuk seseorang, Kak? Ucap Jasmine dalam hati. Matanya pun sudah berkaca-kaca ikut terbawa suasana lagunya.
Jasmine pun berjalan menghampiri Arka yang duduk di balkon. Ia duduk di lantai di samping Arka. Arka menoleh dan mendapati sosok Jasmine di sampingnya.
"Apa kamu sedang bersedih, Kak?" tanya Jasmine. Pandangannya lurus ke depan tanpa menoleh pada Arka.
"Tidak. Hanya ingin bernyanyi saja," jawab Arka datar sambil tetap menatap lurus ke depan.
"Aku tidak apa-apa, Jasmine. Aku mau mandi dulu," elak Arka seraya berdiri dan berbalik hendak masuk. Sebelum kakinya melangkah, tangannya ditarik oleh Jasmine. Jasmine pun berdiri dan memeluk Arka dari belakang.
"Kak, apa Kak Arka tidak bahagia menikah dengan Jasmine?" tanya Jasmine dengan suara lirih dan memeluk tubuh Arka dengan erat.
"Aku akan berusaha menjalaninya pelan-pelan, Jasmine," balas Arka. Tangannya tetap terjuntai ke bawah tanpa membalas pelukan Jasmine.
"Jasmine janji, Kak. Jasmine akan menjadi istri yang baik buat Kak Arka. Jasmine juga janji akan belajar mencintai Kak Arka. Jangan bersedih lagi. Hiks," ujar Jasmine dengan isak tangis. Arka pun merasa kasihan pada Jasmine. Jasmine juga tidak salah atas perjodohan ini. Arka pun membalas pelukan Jasmine.
"Jangan menangis. Ini bukan salahmu, Jasmine. Aku juga akan belajar mencintaimu," balas Arka lalu mengecup kening Jasmine dengan lembut. Mereka pun berpelukan di balkon dengan disinari matahari senja.
Setelah itu mereka masuk ke dalam kamar bersama-sama. Arka masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi. Sedangkan Jasmine pergi ke dapur untuk menyiapkan spagetti yang dibelinya tadi ketika perjalanan pulang dari kampus. Setelah mandi, Arka keluar dari dalam kamar dan menghampiri Jasmine yang duduk di meja makan sedang menikmati spagetti.
"Kak, apa kita perlu menutupi pernikahan kita di Belanda?" tanya Jasmine seraya menyodorkan piring yang berisi spagetti pada Arka.
"Terserah kamu," jawab Arka singkat lalu memasukkan spagetti ke dalam mulutnya.
"Kalau Kak Arka?" tanya Jasmine seraya memandang Arka.
__ADS_1
"Aku akan mengatakan apa adanya. Untuk apa ditutupi? Kita pasangan menikah yang sah, bukan pasangan selingkuh," balas Arka. Ia tidak akan menutupi apapun dari siapapun. Walaupun ia tidak mencintai Jasmine, ia akan tetap mengakui Jasmine sebagai istrinya.
"Iya, kakak benar. Hahaha," ucap Jasmine membenarkan ucapan Arka.
Hari pun semakin malam. Kini Arka sudah duduk di atas tempat tidur dengan membaca buku dan menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur. Sedangkan Jasmine berendam air hangat di dalam kamar mandi. Setelah mandi, seperti biasa Jasmine memakai piyama tanpa bra. Ia sudah terbiasa melakukan itu sejak dulu dan tidak bisa tidur dengan nyenyak apabila memakai bra seperti beberapa malam kemarin. Jasmine keluar dari dalam kamar mandi seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk dan duduk di tepi ranjang membelakangi Arka.
"Apa Kak Arka masih tidak mau cerita?" tanya Jasmine tiba - tiba.
"Cerita apa?" tanya Arka balik tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.
"Yang tadi sore," balas Jasmine mengingatkan.
"Tidak ada yang perlu diceritakan. Aku mau tidur. Selamat malam," balas Arka sambil menutup bukunya dan meletakkannya di atas nakas. Setelah itu ia mematikan lampu tidur di sampingnya.
"Oke. Selamat tidur, Kak. Jika suatu saat Kakak mau bercerita, aku akan siap mendengarkannya," balas Jasmine seraya tersenyum.
Maaf, Jasmine. Aku tidak bisa menceritakannya padamu. Rahasia ini cukup aku dan Tia yang tahu. Andai Tia bukan kakak iparmu, mungkin akan baik - baik saja aku menceritakannya padamu. Batin Arka.
***
Sinar matahari pagi menyelinap ke dalam kamar Arka dan Jasmine. Arka pun terbangun setelah merasakan silau pada matanya. Arka menoleh ke sampingnya dan mendapati Jasmine yang masih tertidur dengan nyenyaknya. Wajahnya cantik, manis, dan imut. Arka pun tersenyum. Pandangannya turun ke bawah tepatnya di bagian dada Jasmine yang tidak tertutupi oleh selimut. Arka melihat dua gundukan kecil di sana. Seperti biasa Jasmine tidak pernah memakai bra ketika tidur. Arka pun menaikkan selimut Jasmine hingga menutupi dadanya. Setelah itu Arka turun dari atas tempat tidur dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah mandi dan berganti pakaian, Arka segera ke dapur untuk membuat kopi dan roti bakar.
Tidak berapa lama kemudian Jasmine terbangun lalu keluar dari dalam kamar sambil mengusap - usap matanya. Ia melihat Arka sedang memasak di dapur. Ia pun duduk di meja makan dan minum air putih.
"Selamat pagi, Kak ... " sapa Jasmine.
"Makanlah!" ucap Arka seraya memberikan piring yang berisi roti bakar pada Jasmine. Jasmine pun menerimanya dan memakannya.
"Maaf, aku bangun kesiangan karena setiap hari Minggu aku selalu begini," ujar Jasmine sambil makan roti bakarnya. Arka pun tidak membalasnya.
"Aku sudah bilang, pakailah bra-mu kalau ada aku di dekatmu," ujar Arka tiba - tiba.
"Kenapa?" tanya Jasmine.
"Pikir saja sendiri. Jangan pura-pura bod*h. Apa kamu sengaja menggodaku?" sungut Arka.
"Tidak. Aku hanya sudah terbiasa dengan ini," balas Jasmine membela diri.
Setelah menghabiskan roti dan kopinya, Arka beranjak dari meja makan ke sofa ruang tamu. Jasmine pun melihat dadanya dan tampaklah puncak gunung kembarnya yang menojol. Wajahnya pun memerah menahan malu. Setelah menghabiskan rotinya, Jasmine segera kembali masuk ke dalam kamarnya dan mandi.
__ADS_1
di ruang tamu, Arka sedang mempelajari dokumen perusahaannya yang ada di Belanda. Karena selain kuliah, ia juga mengurus cabang perusahaannya yang ada Belanda.