
Pagi hari Arka membuka matanya dan mendapati Jasmine tidur di sampingnya seperti biasa. Namun, pagi ini wajah Jasmine tampak pucat. Arka pun menyentuh kening Jasmine dengan punggung tangannya. Ia merasakan panas pada punggung tangannya.
Arka pun segera bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia mengambil air dan handuk bersih untuk mengompres dahi Jasmine. Jasmine yang merasakan ada benda dingin di dahinya pun segera membuka matanya.
"Apa kamu merasa tidak enak badan?" tanya Arka.
"Hanya sedikit pusing saja, Kak," jawab Jasmine sambil memegangi kepalanya.
"Badanmu demam. Hari ini tidak usah masuk kuliah. Setelah ini aku akan membuat sarapan dan membeli obat untukmu," tutur Arka.
"Terima kasih, Kak. Apa Kakak tidak masuk kuliah juga?" tanya Jasmine.
"Kalau aku kuliah, siapa yang menjagamu? Kalau ada apa-apa, siapa yang akan menolongmu?" jawab Arka. Jasmine pun kehilangan kata-katanya.
__ADS_1
Setelah itu Arka keluar dari dalam kamar menuju dapur. Ia membuat bubur untuk Jasmine dan beberapa telur ceplok untuk dirinya sendiri. Setelah buburnya matang, Arka membawa bubur itu masuk ke dalam kamar. Ia duduk di tepi tempat tidur lalu menyendok bubur itu dan meniupnya sebelum ia suapkan ke mulut Jasmine.
"Aku bisa makan sendiri, Kak," ujar Jasmine sambil memegang sendok yang ada di depan mulutnya.
"Biar aku suapi. Kamu sedang sakit," balas Arka. Jasmine pun menuruti kemauan Arka.
Arka menyuapi Jasmine hingga bubur itu habis. Meskipun sikapnya dingin pada Jasmine, tapi ia juga punya perasaan. Setelah membawa mangkuk ke dapur dan mencucinya, Arka ingat kemarin Jasmine sepertinya belanja sesuatu dan kehujanan. Arka pun mencari belanjaan Jasmine untuk melihat isinya. Saat ia melihat lembaran kain, ia pun berniat memasukkannya ke dalam mesin cuci untuk mencucinya. Ketika Arka mengeluarkan belanjaan itu dari papper bag dan mengangkatnya, betapa terkejutnya Arka.
Setelah selesai dengan urusan jemuran, Arka pergi ke apotek untuk membeli obat demam buat Jasmine. Sedangkan Jasmine sudah tidur sedari tadi karena kepalanya terasa pening karena kehujanan kemarin.
"Mbak, beli obat untuk demam dan sakit kepala," ucap Arka pada penjaga apotek.
"Iya, Pak. Apalagi?" tanya penjaga apotek.
__ADS_1
"Mmmm ... mmmm ... kond*m (pengaman)," ucap Arka akhirnya setelah ragu-ragu untuk mengatakannya.
Penjaga apotek itu pun mengerti dan segera mengambilkan pesanan Arka. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Arka segera kembali ke apartemen. Saat di dalam mobil Arka merutuki dirinya sendiri.
"Kenapa aku membeli barang ini? Kalau Jasmine tahu, bisa - bisa dia pikir aku mesum. Tinggal saja deh di dashboard mobil," gumam Arka sambil memegang kond*m di tangannya dan memasukkannya ke dalam laci dashboard mobil.
Setelah itu ia keluar dari dalam mobilnya dan segera masuk ke dalam apartemen. Saat ia masuk ke dalam kamar ia melihat Jasmine sedang berbaring setengah duduk dan memegang ponsel di tangannya.
“Nih aku beli obat untukmu,” tutur Arka seraya menyerahkan kantong keresek pada Jasmine.
Jasmine pun menerimanya dan membukanya. Arka pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Setelah itu ia kembali dan memberikan segelas air pada Jasmine.
“Terima kasih, Kak,” ucap Jasmine seraya menerima gelas berisi air yang diberikan Arka.
__ADS_1