
Setelah kepergian Tia, Arka pergi dari café itu dan melajukan mobilnya ke rumah orang tuanya. Ia akan menerima perjodohan ini dengan lapang dada, meskipun terpaksa ia akan berusaha untuk ikhlas. Saat mobil Arka masuk ke halaman rumahnya, Bu Widya sedang menyiram bunga kesayangannya yang berada di taman depan rumahnya. Ia merasa senang melihat Arka pulang ke rumah. Ia pun mematikan kran air lalu menghampiri Arka yang baru saja turun dari mobilnya.
“Arka, akhirnya kamu pulang ke rumah, Nak,” ucap Bu Widya senang.
“Iya, Ma,” balas Arka seraya tersenyum.
“Arka ingin makan masakan Mama malam ini,” imbuhnya dengan tersenyum pada mamanya.
“Tentu. Mama akan memasak untukmu, Sayang,” balas Bu Widya dengan membelai rambut Arka.
Mereka pun masuk ke dalam rumah bersama-sama. Setelah itu Arka masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan memejamkan matanya. Ia sudah pasrah dengan apapun rencana orangtuanya.
Malam hari Pak Hendro, Arka, dan Bu Widya makan malam bersama. Setelah makan malam Pak Hendro membahas masalah perjodohannya.
“Bagaimana? Apa kamu sudah memikirkannya?” tanya Pak Hendro.
“Iya Pa,” jawab Arka dengan tidak bersemangat.
“Setelah menikah, kamu bisa melanjutkan S2-mu di Belanda bersamanya,” ucap Pak Hendro.
“Terserah Papa saja. Arka mau ke atas dulu,” pamit Arka lalu bangkit dari duduknya dan pergi ke kamarnya.
“Tumben anak kita penurut, Pa?” tanya Bu Widya pada suaminya.
“Sudah dewasa pikirannya, Ma,” balas Pak Hendro dengan tersenyum.
***
Belanda
"Aarrgghh sial! Kenapa sih papa tiba - tiba nyuruh aku pulang? Padahal kuliahku belum selesai di sini!" ujar Jasmine sambil memasukkan beberapa barangnya ke dalam koper.
"Aku telepon Kak Reyhan saja. Hanya dia satu - satunya kakakku yang tinggal di Indonesia," gumam Jasmine sambil memegang ponselnya dan mencari kontak Reyhan. Dalam nada sambungan ke lima Reyhan baru mengangkat teleponnya.
"Halo Adekku sayang, tumben telepon kakakmu?" sapa Reyhan dari seberang telepon.
__ADS_1
"Kak, kenapa papa nyuruh Jasmine pulang?" tanya Jasmine pada Reyhan.
"Kakak tidak tahu, Dek. Kakak sekarang di Jepang," jawab Reyhan.
"Hmmm bulan madu ya? Bahkan aku belum melihat wajah kakak ipar, Kak," balas Jasmine sambil merengek.
"Urusan kerjaan. Salah kamu sendiri kakaknya nikah enggak pulang. Udah dulu ya, kakak kerja dulu biar cepat pulang ke Indonesia," ujar Reyhan mengakhiri percakapannya.
"Okey Kak. See you," balas Jasmine.
***
Keesokan harinya Tia dan kedua mertuanya sudah menunggu Jasmine di bandara. Tidak berapa lama Jasmine pun muncul dengan menyeret sebuah koper. Jasmine mendekati orang tuanya dan memeluk mereka bergantian. Dia melihat Tia dan bertanya - tanya.
"Ini ... " Jasmine menebak dan memandang ke arah Tia.
"Hai ... adik ipar, aku Tia, istrinya Mas Reyhan," sapa Tia sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya. Jasmine pun menerimanya dan tersenyum juga.
"Waw Kak Reyhan enggak salah pilih deh. Kakak iparku benar - benar cantik," ujar Jasmine memuji Tia. Tia pun tersenyum dan menunduk malu dengan wajahnya yang bersemu memerah.
Di meja makan sudah tersedia berbagai macam makanan. Jasmine pun tidak sabar untuk menyantapnya. Mereka berempat duduk di meja makan untuk menyantap makan malam. Semua makan tanpa ada yang bersuara.
"Pa, kenapa tiba - tiba menyuruh Jasmine pulang?" tanya Jasmine pada papanya setelah selesai makan.
"Papa mau menjodohkan kamu sama anak teman papa. Mereka rekan bisnis perusahaan kita," jawab Pak Adam santai.
"Tapi kuliah Jasmine belum selesai Pa. Bahkan umur Jasmine masih 19 tahun," balas Jasmine dengan cemberut menolak untuk dijodohkan.
"Tidak masalah Jasmine. Setelah kamu menikah, kamu masih bisa melanjutkan kuliahmu. Suamimu akan melanjutkan pendidikan S2nya di Belanda dan dia akan mengurusi kantor cabang yang di sana," balas Pak Adam.
"Terserah Papa!" balas Jasmine marah lalu berdiri dan meninggalkan papanya.
Bu Tari yang melihat Jasmine anak kesayangannya marah dan naik menuju tangga, dia pun mengikutinya. Saat di pertengahan tangga, Bu Tari terpeleset dan jatuh menggelinding ke bawah. Tia, Pak Adam, dan Jasmine pun terkejut. Mereka menghampiri Bu Tari yang pingsan dan segera membawanya ke rumah sakit.
***
__ADS_1
Tiga hari kemudian
Akhir - akhir ini Arka pulang ke rumah orang tuanya.Dia sudah bertekad menerima perjodohan, sehingga dia patuh apapun kata orangtuanya. Malam ini dia akan bertemu dengan calon istrinya.
"Apa kamu sudah siap Boy?" tanya Pak Hendro pada Arka dengan semangat.
"Tentu Pa ... " jawab Arka sambil tersenyum dan merapikan pakaiannya.
Mereka pun berangkat ke rumah keluarga mempelai wanita. Bukan acara spesial sebenarnya, hanya makan malam bersama dan memperkenalkan Arka dengan calon istrinya.
***
Rumah Pak Adam
Jasmine masih duduk di depan meja riasnya. Dia menatap cermin yang menampakkan bayangan wajahnya. Dia memakai gaun warna hijau muda panjang dengan riasan minimalis di wajahnya. Rambutnya ia biarkan tergerai. Tidak berapa lama asisten rumah tangga mengetuk pintu kamarnya.
"Mbak Jasmine, tamunya sudah datang. Mbak Jasmine disuruh Pak Adam turun," ucap pembantunya.
Jasmine pun membuka pintu kamarnya dan keluar lalu turun ke lantai bawah. Pada acara ini dia hanya bersama dengan papanya, karena mamanya masih di rumah sakit bersama Tia dan Reyhan.
Setelah menuruni tangga dan menatap ke meja makan, Jasmine melihat di sana sudah ada papanya dan ketiga tamunya.
"Selamat malam ... " ucap Jasmine dengan sopan. Jasmine pun duduk di samping papanya.
Jasmine menatap seorang laki - laki tampan di depannya. Begitu juga sebaliknya sehingga tatapan mereka bertemu. Karena kepergok sedang menatap lelaki di depannya, Jasmine merasa malu dan wajahnya memerah lalu memalingkan mukanya.
"Jasmine, kamu kenalan dulu sama calon suami kamu yang ada di depanmu," ujar Pak Adam.
"Jasmine," ucap Jasmine sambil mengulurkan tangannya pada calon suaminya.
"Arka," balas calon suami Jasmine sambil menjabat tangan Jasmine.
Makan malam pun berjalan dengan lancar, dan mereka sudah menentukan akan segera mengadakan pesta pernikahan bulan depan tanpa pertunangan. Karena Jasmine harus segera kembali ke Belanda secepatnya untuk melanjutkan kuliahnya.
Sampai saat ini, Arka masih belum tahu suami Tia. Karena yang ia tahu suami Tia adalah seorang dosen, bukan CEO dari perusahaan NC. Begitu juga dengan Tia, dia tidak tahu kalau Arka dijodohkan dengan Jasmine adik iparnya. Reyhan juga tidak tahu kalau mantan pacar Tia adalah Arka, CEO dari perusahaan GC yang ternyata dijodohkan dengan adiknya.
__ADS_1