Kisah Cinta Arka

Kisah Cinta Arka
BAB 56


__ADS_3

Semenjak melakukan hubungan intim dengan Jasmine waktu itu, hari-hari Arka menjadi cemas. Ia takut kalau Jasmine hamil karena waktu itu ia tidak memakai pengaman, sedangkan mereka harus menyelesaikan kuliah mereka 2 tahun lagi. Kalau mereka punya anak, siapa yang akan merawatnya? Otomatis kuliah mereka akan molor. Dan semenjak itu, Arka dan Jasmine tidak pernah melakukannya lagi.


"Jasmine, apa kamu sudah haid?" tanya Arka tiba-tiba saat mereka sedang dalam perjalanan menuju kampus. Sebenarnya ia malu bertanya seperti ini, tapi kalau tidak bertanya ia jadi cemas sendiri.


"Belum, Kak. Kenapa? Apa kamu mau melakukan hal seperti waktu itu lagi?" tanya Jasmine balik.


"Tidak. Pikiranmu kotor sekali Jasmine. Apa kamu tidak takut hamil?" tanya Arka seraya tetap fokus mengemudi.


"Hahaha. Maafkan aku. Berdoa saja semoga tidak, Kak. Aku juga belum siap kalau hamil sekarang. Umurku saja masih 19 tahun. Ya Tuhan ... bagaimana nasibku kalau punya anak di usiaku yang masih sangat muda? Aku tidak bisa membayangkannya," cerocos Jasmine.


"Biasanya tanggal berapa haidmu datang?" tanya Arka masih dengan perasaan cemas.


"Aku tidak pernah mengingatnya, Kak," jawab Jasmine dengan santainya. Haid Jasmine memang tidak teratur setiap bulannya.


"Belilah test pack saat pulang kuliah nanti," ujar Arka pada Jasmine. Jasmine pun mengiyakannya.


Sesampainya di kampus, seperti biasa Arka mengantar Jasmine terlebih dahulu, setelah itu ia ke fakultasnya sendiri. Veronica selalu mengejar-ngejar Arka, tapi Arka tidak pernah menghiraukannya. Seperti hari ini Veronica sudah menunggu Arka di depan kelas.

__ADS_1


"Arka!" panggil Veronica seraya menghampiri Arka. Arka pun menoleh.


"Apa kamu sudah sarapan? Aku membawakan makanan untukmu," ucap Veronica seraya menyerahkan kotak bekal makanan dan tersenyum.


"Setiap hari aku selalu sarapan. Terima kasih," jawab Arka menolak dengan halus. Setelah itu ia pergi meninggalkan Veronica yang mematung di sana.


Tidak jauh dari tempat Veronica, ada sepasang mata yang mengawasi mereka. Dia adalah Leonardo. Seseorang yang menyukai Veronica sejak dulu, tapi Veronica selalu menolaknya. Ia pun menghampiri Veronica dan mengambil kotak makan itu.


"Wow sepertinya enak nih! Buat aku saja ya!" ucap Leonardo sambil melihat-lihat kotak itu.


"Jangan! Itu bukan untukmu," cegah Veronica dan mengambil kotak itu kembali dari tangan Leonardo.


"Itu untuk si tampan Arka," jawab Veronica dengan tersenyum.


"Aku melihat dia sudah menolaknya," celetuk Leonardo.


"Bukan urusanmu. Pergilah!" usir Veronica.

__ADS_1


***


Siang hari saat pelajaran sudah usai, Arka merasa ingin buang air kecil dan pergi ke toilet. Leonardo yang melihat Arka pergi ke toilet segera mengikutinya. Setelah Arka keluar dari toilet, Leonardo menghadangnya.


"Hay bro," sapa Leonardo seraya menatap Arka.


"Apa maumu?" tanya Arka seraya membalas tatapan Leonardo dengan berani.


"Jauhi Veronica!" ujar Leonardo.


"Aku tidak pernah mendekatinya," jawab Arka singkat.


"Tapi dia selalu mengejarmu. Pasti kamu sok cari perhatian sama dia," tuduh Leonardo.


"Memangnya aku kurang pekerjaan sampai-sampai harus cari perhatian sama dia? Asal kamu tahu, aku sudah punya istri," balas Arka.


"Itu bagus. Jaga istrimu baik-baik bro," ucap Leonardo sambil menepuk bahu Arka. Setelah itu ia pergi meninggalkan Arka. Arka pun kembali ke kelasnya.

__ADS_1


Di dalam kelas Arka jarang berinteraksi dengan teman-temannya. Ia tipe orang introvert. Ia sangat pendiam, tapi itu yang membuatnya terlihat keren. Sebenarnya banyak cewek-cewek yang menyukai Arka seperti Camelia, Angel, Aulia, dan banyak lagi yang lainnya, tapi author tidak bisa mengabsen satu per satu. Hanya saja mereka sudah sadar diri kalo kecantikan mereka tidak sebanding dengan kecantikan Veronica. Akhirnya mereka pun mundur pelan-pelan.


__ADS_2