Kisah Cinta Arka

Kisah Cinta Arka
BAB 60


__ADS_3

Hari ini Reyhan dan Adimas pergi ke bandara untuk menjemput Jasmine dan Arka. Adimas datang ke Indonesia terlebih dahulu bersama pak Adam dan bu Tari yang kebetulan sedang liburan ke Jerman.


Saat melihat Arka, Reyhan berpikir sejenak, apa yang akan terjadi kalau Arka dan Tia bertemu? Akhirnya ia pun memutuskan untuk membuang pikiran negatif itu lalu memeluk Arka dan Jasmine bergantian.


Setelah itu Adimas dan Reyhan membantu membawa koper Arka dan Jasmine ke area parkir lalu memasukkannya ke dalam mobil.


Sesampainya di rumah Reyhan, Arka dan Jasmine bertemu dengan pak Adam dan bu Tari. Jasmine memeluk mama dan papanya dengan erat karena merasa sangat Rindu.


Stella, pembantu baru Reyhan membawa koper mereka masuk ke dalam kamar yang tersisa. Karena semua keluarga Reyhan ada di sini, Jasmine pun menginap di rumah Reyhan juga.


"Di mana keponakanku?" tanya Jasmine dengan semangat. Ia sudah sangat ingin menggendong keponakan pertamanya itu.

__ADS_1


"Mungkin di kamar sedang tidur," balas Reyhan.


"Oh ya sudah. Aku mau istirahat dulu kalau begitu," ujar Jasmine sambil berlalu ke kamar yang disediakan Reyhan. Arka pun mengikutinya.


Malam hari Tia merasa lapar. Karena menyusui, sehingga frekuensi dan porsi makannya bertambah. Dia keluar dari dalam kamarnya menuju dapur hendak makan roti dan minum susu.


Saat melewati kamar Arka dan Jasmine, Tia mendengar Jasmine dan Arka mendesah dan meracau tidak karuan dengan pelan. Karena malam hari sangat sunyi, sehingga suara itu bisa terdengar sampai keluar kamar meskipun samar-samar. Tia pun tersenyum sambil geleng - geleng.


Setelah pertempurannya yang sengit dengan Jasmine, Arka merasa lelah dan haus. Akhirnya dia pun keluar dari dalam kamar meninggalkan Jasmine yang kelelahan menuju dapur untuk mengambil air minum. Di dapur dia melihat Tia sedang makan roti di meja makan. Arka pun duduk di depan Tia.


"Hai ... sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" sapa Arka setelah menyesap minumannya.

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat. Aku baik. Kamu?" tanya Tia balik di sela makannya.


"Ya, aku baik - baik saja seperti yang kamu lihat. Selamat atas kelahiran anak pertamamu. Aku ikut bahagia," jawab Arka dengan tersenyum tulus.


"Terima kasih Arka (tersenyum). Apa kamu sudah bisa mencintai Jasmine?" tanya Tia sambil memakan rotinya.


"Ya, dia gadis yang lugu, lucu, dan baik. Aku menyukainya. Setiap hari kami menghabiskan waktu bersama. Karena dia, aku bisa melupakanmu perlahan - lahan. Menghilangkan kesedihanku dengan kehadirannya di sisiku. Dia membuat hari - hariku menyenangkan," balas Arka dengan tersenyum.


"Itu bagus. Aku ikut bahagia dan merasa lega mendengarnya. Sekarang kita saudara. Aku harap kita bisa melupakan masa lalu kita. Dan asal kamu tahu, aku tidak pernah menghianatimu, Arka. Aku harap kamu tidak membenciku karena sudah menikah dengan orang lain," ujar Tia pada Arka. Selama ini Arka masih belum tahu alasan Tia menikah dengan Reyhan.


"Tidak apa - apa, Tia. Seharusnya aku berterima kasih karena kamu menikah dengan Reyhan, akhirnya aku bisa menikah dengan Jasmine. Aku bahagia sekarang, Tia," balas Arka jujur.

__ADS_1


"Oke. Jika kamu butuh sesuatu, kamu bisa menghubungiku. Tidak perlu sungkan. Sudah malam. Ayo kita tidur. Selamat malam, Arka," pamit Tia sambil berdiri meninggalkan meja makan lalu masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2