
Setelah menempuh perjalanan udara lebih dari 14 jam dan satu jam perjalanan darat, kini Arka dan Jasmine sampai di apartemen Jasmine di Belanda. Pak Adam membelikan Jasmine apartemen supaya anaknya memiliki privasi sendiri dan tidak satu kamar dengan teman-temannya yang lain.
"Akhirnya sampai juga," ujar Jasmine sambil merebahkan tubuhnya di sofa setelah masuk ke dalam apartemennya. Arka ikut masuk ke dalam apartemennya sambil menyeret kopernya.
"Di mana kamarku?" tanya Arka pada Jasmine dengan datar.
"Mmm … ini apartemen kecil, Kak. Dari dulu aku berniat tinggal sendirian. Jadi … kamarnya cuma satu. Hihihi," jawab Jasmine dengan meringis.
"Lalu? Apa kamu menyuruhku tidur di ruang tamu?" tanya Arka sambil mengerutkan dahinya.
"Tidak. Jangan salah paham dulu. Kita bisa berbagi kamar bersama. Aku tidak apa - apa. Lagi pula Kak Arka suamiku," jawab Jasmine sambil meraih lengan Arka dan tersenyum semanis mungkin. Ia tidak mau Arka marah dan salah sangka padanya.
"Baiklah, aku mau istirahat dulu. Aku lelah menahan kepalamu yang tidur di bahuku selama di pesawat. Kamu juga ngiler di bajuku," balas Arka sambil berlalu masuk ke dalam kamar Jasmine.
"Apa?!" pekik Jasmine terkejut. Ia melotot dan berusaha membersihkan bibirnya barangkali ada sisa air liurnya, tapi nyatanya tidak ada. Jasmine pun mengerucutkan bibirnya lalu mengejar Arka ke dalam kamarnya.
"Kak Arka, kamu membohongiku?" tanya Jasmine dengan sebal.
"Salah sendiri mau ditipu," balas Arka dengan seringai mengejek.
"Kak Arka!" jerit Jasmine geram sambil mendekat ke arah Arka dan mencubiti tubuh dan lengan Arka. Arka merasa geli dan mencekal tangan Jasmine. Karena kurang keseimbangan mereka pun terjatuh ke atas tempat tidur di samping mereka. Posisi Jasmine berada di bawah Arka. Wajah mereka sangat dekat dengan jarak hanya 5cm. Mereka pun beradu pandang dan saling menatap. Karena merasa canggung Arka pun segera bangkit dari atas tubuh Jasmine. Padahal kalau mau cium, maju dikit sudah nempel. Ahaha.
"Saat tidur jangan pernah melepas bra-mu lagi," ucap Arka tiba - tiba.
__ADS_1
"Kenapa Kak Arka bisa tahu kalau aku enggak pernah pakai bra saat tidur?" tanya Jasmine lantaran terkejut dan segera menutupi dadanya dengan kedua telapak tangannya.
"Sudah. Lakukan saja sesuai perintahku!" ujar Arka tidak mau menjelaskan panjang lebar.
"Tapi aku sudah terbiasa melakukannya. Lagipula itu juga menyehatkan," balas Jasmine tetep kekeh dengan prinsipnya.
"Terserah! Jangan salahkan aku kalau terjadi sesuatu," balas Arka pasrah.
"Terjadi sesuatu? Contohnya?" tanya Jasmine dengan mengerutkan dahinya tidak mengerti. Arka pun mendengus kesal dengan kepolosan Jasmine.
Hmmm anak ini benar - benar menantang kesabaranku. Aku juga manusia normal yang punya hasrat dan gairah. Kalau kamu menggodaku terus - terusan, lama - lama aku juga bisa hilang kendali. Batin Arka geram.
"Sudahlah, aku mau mandi dulu," jawab Arka sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Jasmine mengeluarkan barang-barang miliknya dari dalam koper dan memasukkannya ke dalam almari.
Setelah Arka keluar dari dalam kamar mandi, kini giliran Jasmine yang mandi. Arka keluar dari kamar dan duduk di sofa ruang tamu. Karena kamarnya hanya ada satu, tentu saja aktivitas Arka akan lebih banyak di luar kamar karena ada Jasmine di dalam.
Tidak lama kemudian bel pintu apartemen berbunyi. Arka mengerutkan dahinya dan bertanya-tanya siapa yang datang. Karena Jasmine masih belum keluar dari dalam kamar dan bahkan mungkin masih di dalam kamar mandi, Arka pun membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.
Setelah pintu terbuka tampaklah kurir pizza hot di depan pintu. Arka mengernyitkan dahinya dan berpikir apakah kurir ini salah alamat? Batinnya.
Karena melihat Arka yang seperti kebingungan, kurir itu pun menjelaskan dan memberikan struk pemesanan atas nama Jasmine. Arka pun mengerti lalu menerimanya.
Setelah menutup pintunya, Arka menaruh pizza itu di atas meja lalu berbaring di sofa dan akhirnya tertidur. Perjalanan panjang membuat tubuhnya terasa sangat lelah. Ia hendak tidur di dalam kamar, tapi masih ada Jasmine yang belum selesai mandi sedari tadi.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian Jasmine keluar dari kamarnya dan melihat Arka yang tengah tertidur di sofa. Ia pun melihat wajah Arka yang tidur dengan damai.
“Tampan juga,” gumam Jasmine dengan pelan dan tersenyum. Ia pun melihat ke meja dan tampaklah pizza pesanannya. Ia ingin segera menyantap pizza itu seperti biasanya sebelum ada Arka, tapi kini ia tidak sendiri lagi. Ia merasa tidak enak kalau memakannya terlebih dahulu.
Setelah berpikir sejenak, Jasmine pun menemukan sebuah ide. Ia membuka pizza itu lalu mengambil satu potong dan mengibas-ngibaskan di depan hidung Arka. Ia berharap Arka mencium baunya dan merasa lapar hingga akhirnya terbangun.
Baru dua kali kibasan tiba-tiba Jasmine dikejutkan dengan tangan Arka yang mencengkam lengannya. Jasmine meringis dan mengaduh kesakitan karena Arka mencengkamnya dengan kuat.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Arka dengan melebarkan matanya menatap Jasmine.
Jasmine menelan ludahnya dengan susah payah lantaran melihat Arka sangat menakutkan.
“Mmmm … ma-maaf,” ucap Jasmine dengan gugup.
Arka pun segera bangkit lalu melepaskan tangan Jasmine dengan kasar. Setelah itu ia pergi masuk ke dalam kamar. Ia masih sangat mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya.
Jasmine pun mengerucutkan bibirnya memandang Arka yang hilang di balik pintu kamarnya. Akhirnya ia pun memutuskan makan pizza sendiri dari pada kelaparan.
Setelah makan Jasmine menyalakan televisi sambil membersihkan apartemennya yang ia tinggalkan selama satu bulan. Tentu saja banyak debu yang menempel pada barang-barang miliknya.
Pukul delapan malam, Jasmine masuk ke dalam kamarnya. Saat ia membuka pintunya, ia melihat Arka yang masih tertidur lelap di atas tempat tidur. Jasmine pun masuk ke dalam kamar mandi untuk menggosok gigi, mencuci muka, dan melepas bra seperti biasanya. Padahal biasanya selama di Belanda Jasmine selalu tidur telanjang karena ia pernah membaca di internet tidur telanjang itu banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh, tapi berhubung sekarang ada Arka yang akan tidur bersamanya ia hanya melepas bra-nya saja. Setelah itu ia berbaring di samping Arka dengan menaruh guling di antara mereka.
Jasmine merasa tidak nyaman dengan orang asing yang kini tidur di sampingnya. Sehingga ia mengalami kesulitan untuk memulai tidurnya. Entah itu karena efek ada Arka di sampingnya, jetlag, atau karena tidur dengan menggunakan pakaian.
__ADS_1
“Hah kenapa jadi tidak bisa tidur gini?” dengus Jasmine kesal.