
Setelah minum obat dan cukup tidur, Jasmine merasa mulai membaik dan bisa bangun. Dia segera ke masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi ia menghampiri Arka di sofa ruang tamu.
"Sudah lebih baik?" tanya Arka sambil membelai puncak kepala Jasmine.
"Hmmmm. Terima kasih," balas Jasmine sambil bersandar di bahu Arka lalu mencium pipinya.
"Hei, kamu mulai berani ya?" ujar Arka seraya membelai pipinya yang baru saja dicium Jasmine.
"Tidak. Aku hanya mengucapkan terima kasih karena sudah merawatku. Aku tidak bisa membalasnya," jawab Jasmine sambil tersenyum.
"Aku suamimu. Jadi wajar aku merawatmu," balas Arka datar.
"Karena itu aku menciummu," balas Jasmine dengan tersenyum.
"Mmmm ... buat apa kamu beli baju tidur seperti itu?" tanya Arka tiba-tiba ketika teringat lingeria yang ada di papper bag belanjaan Jasmine.
__ADS_1
"Baju tidur apa?" tanya Jasmine seraya mengerutkan dahinya tidak mengerti.
"Yang ada di papper bag-mu kemarin. Tadi aku mencucinya karena kemarin kamu kehujanan," jawab Arka. Setelah itu Jasmine bangkit dari duduknya lalu pergi ke tempat jemuran dan menemukan lingeria tergantung di sana. Jasmine melotot melihat benda itu. Ia merasa malu dan wajahnya pun mendadak memerah. Melihatnya saja sudah malu apalagi memakainya. Jasmine segera kembali ke samping Arka dan menjelaskannya.
"Itu Talia yang membelinya. Katanya itu kado untuk pernikahan kita. Aku juga belum tahu isinya apa. Jangan khawatir aku akan segera membuangnya," jelas Jasmine dengan sungguh-sungguh dan malu.
"Jangan! Sayang kalau dibuang. Harganya pasti mahal. Aku rasa itu bagus kalau kamu pakai," balas Arka menggoda sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kak Arka iiiih ... mesum!" seru Jasmine sambil mendorong muka Arka dengan telapak tangannya. Ia pun bangkit lalu meninggalkan Arka kembali ke dalam kamarnya. Arka pun tertawa terbahak-bahak. Semakin hari ia semakin gemar menggoda Jasmine. Ia merasa Jasmine adalah gadis yang lucu.
“Akh sial! Apa-apaan aku ini?” gumam Arka pada dirinya sendiri.
“Tapi dia kan istriku? Aku berhak melakukannya?” ucapnya setelah mengingat bahwa mereka sudah menikah.
“Tapi kita tidak saling mencintai, bagaimana melakukannya?” Batin Arka sedang berperang.
__ADS_1
“Ah sudahlah ...” pungkas Arka pasrah.
***
Sore hari Arka memasak untuk makan malam. Ia membiarkan Jasmine beristirahat di dalam kamar karena sedang sakit. Seandainya Jasmine sehat, mungkin Arka akan menyuruhnya untuk memasak.
Di saat Arka sedang memotong sayuran, Jasmine membuka pintu kamar lalu berjalan ke dapur menghampiri Arka.
“Kenapa tidak menyuruhku?” tanya Jasmine setelah berdiri di samping Arka.
“Kamu kan sedang sakit?” balas Arka tanpa menoleh ke arah Jasmine dan tetap memotong sayuran di depannya.
“Sini biar aku saja. Aku sudah sehat,” ujar Jasmine seraya menyambar pisau dari tangan Arka. Arka pun memberikannya lalu duduk di meja makan.
Arka memperhatikan punggung tubuh mungil Jasmine yang tengah memotong sayuran. Entah kenapa rasanya Arka ingin memeluk tubuh itu, tapi ia menahan diri untuk tidak melakukannya.
__ADS_1
Setelah masakan Jasmine siap, kini mereka makan malam bersama. Meskipun masakan Jasmine tidak enak di lidah, tapi Arka selalu memakannya. Ia menganggap Jasmine masih tahap belajar dan perlu sering latihan.