
Pagi hari Jasmine membuka matanya dengan susah payah. Matanya terasa sangat berat sekali untuk dibuka. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit dan lelah sekali. Arka yang merasakan pergerakan Jasmine di dalam pelukannya segera membuka matanya juga.
“Sudah bangun?” tanya Arka tanpa melepas pelukannya pada tubuh Jasmine.
“Hmmm,” jawab Jasmine dengan gumaman. Setelah itu ia melepas pelukan Arka dan berusaha duduk dengan tegak. Perih, itulah yang dirasakan Jasmine saat ini.
“Apa itu masih sakit?” tanya Arka ketika melihat Jasmine mengernyit dan mendesis kesakitan.
“Tentu saja. Aku masih belum cukup umur untuk melakukan itu,” jawab Jasmine dengan sewot.
“Belum cukup umur bagaimana? Kamu sudah dewasa. Bahkan untuk melahirkan pun kamu sudah bisa,” balas Arka tidak kalah sewot.
“Sudahlah. Ini masih pagi, aku tidak mau berdebat,” putus Jasmine lalu bangkit dengan pelan-pelan hendak melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Namun, tiba-tiba Arka menarik tangannya. Jasmine pun kembali terjatuh ke atas tempat tidur.
“Apa lagi?” tanya jasmine pada Arka seraya memutar bola matanya dengan malas.
“Ayo kita ulangi lagi,” bisik Arka di telinga Jasmine lalu mengenduskan hidungnya di pipi Jasmine. Jasmine pun merasakan geli saat Arka menggesekkan ujung hidungnya pada pipinya.
__ADS_1
“Tidak mau! Aku mau memasak, Kak,” tolak Jasmine seraya mendorong wajah Arka yang sedari tadi menempel di pipinya.
“Sebentar saja,” pinta Arka seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh Jasmine. Meskipun Jasmine menolak, Arka akan tetap memaksanya karena pagi ini juniornya sudah on. Arka pun mulai membuka kancing piama Jasmine. Jasmine memberontak, tapi Arka memegang tangan Jasmine erat-erat.
“Kak!” seru jasmine seraya memberontak, tapi Arka membungkamnya dengan ciuman hingga akhirnya percintaan di antara mereka pun terjadi.
Tiga puluh menit kemudian
Jasmine berbaring di bawah selimut yang menutupi hingga ke dadanya. Sedangkan Arka sudah pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
“Sudah dikasih tahu kalau masih sakit, tetap saja diterjang,” gerutu Jasmine dengan geram. Ini belum 24 jam, tapi Arka sudah melakukannya dua kali. Bagaimana dengan nanti malam, besok, lusa, dan seterusnya. Jasmine sudah bisa membayangkan akan bagaimana hari-harinya yang akan datang.
Sementara itu Tia dan Reyhan baru saja keluar dari rumah sakit setelah memeriksakan kandungan Tia. Namun, ucapan Reyhan yang mengatakan kalau wajah anak yang ada di dalam kandungan Tia mirip dengan Arka membuat Tia kecewa.
Setelah memeriksakan kandungan Tia, Reyhan mengajak Tia berbelanja keperluan bayi di baby shop yang ada di dalam mal. Tia masih kecewa dan ngambek pada Reyhan. Ia marah karena secara tidak langsung Reyhan menuduhnya berselingkuh dengan Arka.
“Kalau pun aku berhubungan dengan Arka, aku pasti sudah meninggalkanmu sejak lama, Mas,” ucap Tia dengan sungguh-sungguh pada Reyhan.
__ADS_1
“Aku tidak akan membiarkannya. Kamu hanya milikku, Tia. Aku mencintaimu. Tidak ada yang boleh merebutmu dariku. Kalau pun ada, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri,” balas Reyhan sunggung-sungguh dengan mengepalkan tangannya. Tia pun bergidik ngeri mendengar ancaman Reyhan.
Saat sarapan bersama dengan Jasmine, Arka tiba-tiba bersin berkali-kali.
“Kak Arka sakit?” tanya Jasmine saat melihat Arka yang bersin berkali-kali.
“Tidak. Aku baik-baik saja. Sepertinya seseorang sedang membicarakanku,” balas Arka seraya menggosok-gosok hidungnya.
NB : Selisih waktu Indonesia dan Belanda adalah lima jam.
***
Terima kasih semangat dan dukungannya. Terima kasih sudah menunggu novel ini update dengan sabar dan setia. Tadinya saya tidak mau melanjutkan lagi karena peraturan baru dari pihak Mangatoon, tapi demi kalian para pembacaku yang setia, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkannya sampai tamat meskipun slow update. I love you all.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H.
Follow instagram : sifa.syafii
__ADS_1
Add facebook : Sifa Syafii