
Jasmine merasa sangat senang akhirnya bisa pulang ke rumahnya sendiri. Sesampainya di halaman rumah dan turun dari taksi, Jasmine segera masuk ke dalam rumah dan Arka mengikuti dibelakangnya dengan membawa koper mereka. Di dalam rumah tampak Bu Tari tengah menyiapkan makan malam dibantu pembantunya. Jasmine pun menghampiri mamanya dan memeluk erat mamanya dari belakang.
“Mama … “ rengek Jasmine dengan manjanya dan memejamkan matanya serta menaruh kepalanya di punggung Bu tari.
“Jasmine?” ucap Bu Tari. Ia merasa terkejut sekaligus senang karena anak gadisnya datang. Ia pun berbalik dan melepas pelukan Jasmine.
Arka menghampiri mereka lalu mencium punggung tangan Bu Tari. Meskipun ia belum menerima Jasmine sebagi istrinya, tapi ia tetap menghormati orangtua Jasmine yang kini sudah menjadi mertuanya.
“Kalian mau menginap di sini?” tanya Bu Tari yang melihat Arka menyeret dua koper.
“Iya. Besok kami akan berangkat ke Belanda,” jawab Arka dengan tersenyum yang sebenarnya sangat ia paksakan.
“Wah mendadak sekali. Mama jadi tidak bisa mengantar karena kaki mama masih sakit. Biar besok diantar Reyhan saja kalau begitu,” ucap Bu Tari.
“Ayo makan malam dulu. Kalian pasti belum makan,” ajak Bu Tari. Arka dan Jasmine pun menyetujuinya.
Arka dan Jasmine duduk di meja makan, sedangkan Bu Tari memanggil Pak Adam yang masih di dalam kamarnya. Tidak lama kemudian Pak Adam dan Bu Tari keluar dari kamar dan menuju meja makan bersama-sama.
Makan malam pun dimulai dan tidak ada yang bersuara. Setelah makan malam Jasmine masuk ke dalam kamarnya dan Arka mengikutinya. Arka memandangi kamar Jasmine yang terlihat cenderung seperti kamar anak-anak. Cat dinding berwarna pink dengan wallpaper hello kitty.
Jasmine menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur lalu memeluk boneka hello kitty-nya yang sangat besar di atas tempat tidur dengan gemasnya. Arka melihatnya lalu duduk di sofa yang ada di dalam kamar Jasmine. Ia tidak menyangka Jasmine masih sangat kekanak-kanakan.
Setelah itu Arka membuka kopernya lalu mengambil baju tidur dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia merasa sangat lelah sejak tadi pagi belum istirahat sama sekali. Setelah kepergian Salsa dari ruangannya tadi siang, ia pun berpikir dan memutuskan untuk memulai hidup baru di Belanda bersama Jasmine. Ia segera memesan tiket pesawat online melalui ponselnya.
Meskipun ia tidak mencintai dan belum menerima Jasmine menjadi istrinya, ia akan menyibukkan diri dengan kuliah dan mengurus cabang perusahaan papanya yang ada di Belanda. Ia akan menjauh dan berusaha melupakan Tia yang kini menjadi kakak iparnya.
__ADS_1
“Kak Arka, kalau mau tidur sendiri, aku akan mengantarmu ke kamar tamu,” ucap Jasmine saat melihat Arka keluar dari dalam kamar mandi.
“Tidak. aku akan tidur di sofa,” balas Arka lalu berjalan ke arah sofa dan berbaring di sana. Ia tidak mau keluarga Jasmine tahu kalau mereka tidur terpisah.
Jasmine pun pasrah lalu masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian, cuci muka, dan menggosok giginya sebelum tidur. Setelah itu ia keluar dari dalam kamar mandi dan berbaring di atas tempat tidurnya.
Setelah Jasmine tertidur lelap, Arka yang sedari tadi berpura-pura tidur pun membuka matanya. Ia bangkit lalu membuka pintu balkon dan keluar. Ia menatap langit dan melihat rembulan di sana.
Saat merasa rindu dengan Tia, ia akan melihat rembulan di langit malam. Itulah yang ia lakukan di Amerika selama ini.
“Rasanya baru kemarin kamu masih ada di sini, bersamaku menikmati rasa ini. Aku berharap semuanya tidak akan pernah berakhir. Hanya bersamamu selamanya,” gumam Arka seraya menepuk dadanya.
“Rasanya baru kemarin duniaku terasa sangat indah. Membayangkan akan hidup bersamamu dan merasakan kebahagiaan bersama-sama. Melewati hitam putih hidup ini hanya bersamamu,” imbuh Arka dengan mata berkaca-kaca.
“Kini aku sendiri di sini dengan orang asing yang tidak aku cintai. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu bahagia di sana bersamanya,” sambung Arka sambil menoleh ke belakang dan tampaklah Jasmine yang tertidur dengan memeluk gulingnya. Arka memejamkan matanya dan bulir bening pun lolos dari pelupuk matanya.
Keesokan paginya Jasmine dan Arka sudah siap untuk berangkat. Saat mereka baru saja selesai sarapan bersama, Reyhan dan Tia datang untuk mengantar mereka ke bandara. Tadi malam Pak Adam menghubungi Reyhan untuk meminta mengantar Jasmine dan Arka ke bandara.
Saat Arka dan Tia bertemu ada kecanggungan di antara mereka. Dulu mereka saling mencintai, kini mereka menjadi saudara ipar. Itu sangat tidak enak di hati, terutama di hati Arka.
Setelah itu Jasmine dan Arka pamit pada Pak Adam dan Bu Tari. Jasmine memeluk mamanya untuk yang terakhir kalinya sebelum pergi. Kini tiba saatnya mereka untuk berangkat ke bandara. Reyhan membantu mereka memasukkan koper ke dalam mobil. Reyhan dan Tia duduk di bangku depan, Arka dan Jasmine duduk di bangku belakang.
Mobil melaju keluar dari halaman rumah Pak Adam. Jasmine menengok ke belakang dan tampak Bu Tari yang melambaikan tangannya. Mata Jasmine pun berkaca-kaca. Ia mengusap matanya dengan tisu. Reyhan melihatnya melalui kaca spion yang ada di depannya.
“Sudah menikah, masih saja manja,” goda Reyhan seraya tersenyum dan menatap Jasmine dari kaca spion. Jasmine pun cemberut mendengar godaan kakaknya.
__ADS_1
Kini mereka sudah sampai di bandara. Arka dan Jasmine berpamitan pada Reyhan dan Tia.
"Baik - baik di sana ya Jasmine. Jangan bertengkar dengan suamimu," pesan Reyhan pada Jasmine sambil mengacak-acak rambutnya. Ia senang karena kini ada yang menjaga dan melindungi adiknya yang tinggal jauh di luar negeri.
"Iya Kak," balas Jasmine sambil tersenyum.
"Tolong jaga adikku ya Arka," ucap Reyhan pada Arka sambil memeluk tubuh Arka.
"Iya Kak. Aku akan menjaga Jasmine," balas Arka dengan tersenyum. Bagaimanapun kini Jasmine adalah istrinya. Jadi sudah kewajibannya untuk menjaga dan melindungi Jasmine.
Tia pun berpelukan dengan Jasmine.
"Hay calon keponakan, jangan nakal - nakal di dalam perut mommy ya? Aunty menantikan kelahiranmu," ucap Jasmine sambil mengelus perut Tia. Tia pun tersenyum.
Kini giliran Arka berpamitan pada Tia. Ia menjabat tangan Tia, mantan kekasih sekaligus kakak iparnya. Mata mereka beradu pandang. Mata mereka berdua pun berkaca – kaca karena teringat kenangan lima tahun yang lalu. Saat mereka berpisah di bandara ketika Arka akan pergi ke Amerika. Kini setelah mereka bertemu, perpisahan ini pun terulang kembali.
“Sampai jumpa,” ucap Arka pada Tia. Tia menganggukkan kepalanya dengan berusaha keras supaya tidak menangis. Ia tidak mau Reyhan dan Jasmine curiga dengan hubungan masa lalu mereka.
Setelah berpamitan, Arka dan Jasmine pun pergi. Reyhan dan Tia menyaksikan kepergian mereka.
Mulai sekarang aku akan berusaha melupakanmu Tia. Batin Arka.
Di dalam mobil saat perjalanan pulang, Tia tiba - tiba memeluk lengan Reyhan dan bersandar di bahunya.
"Mas Rey ... maafkan aku belum bisa mencintaimu," ucap Tia.
__ADS_1
"Tidak apa - apa. Aku akan sabar menunggu," balas Reyhan sambil mengelus rambut Tia dan mengecup kening Tia singkat.
Arka semoga dengan terpisahnya jarak di antara kita, kamu bisa melupakan kenangan yang pernah ada di antara kita. Semoga kamu bisa melupakanku dan mencintai Jasmine. Sekarang kita adalah saudara ipar. Batin Tia.