Kisah Cinta Arka

Kisah Cinta Arka
BAB 9


__ADS_3

Pulang sekolah, Arka mengajak Tia untuk berbelanja di super market. Karena tidak ada pembantu, Arka harus menyediakan kebutuhannya sendiri mulai sekarang. Tia membantu Arka berbelanja bahan makanan dan yang lainnya.


Setelah berbelanja, Arka dan Tia segera ke apartemen baru Arka. Di sana Tia memasak makan siang untuk mereka berdua. Arka membantunya dengan mengupas sayuran dan mencucinya.


Tidak lama kemudian makanan pun siap. Tia dan Arka membawa makanan itu ke meja makan bersama-sama. Mereka duduk saling berhadapan dan menyantap makanannya.


“Ini sangat enak … “ ujar Arka setelah merasakan suapan pertama makanannya.


“Kamu berlebihan Arka, ini hanya makanan biasa … “ balas Tia sambil tersenyum malu pada Arka.


“Sungguh! Ini enak sekali, aku menyukainya. Kalau kita menikah nanti, aku pasti akan makan di rumah terus,” balas Arka lalu menyuap makanannya kembali dengan semangat. Tia memandangi Arka yang tengah makan dengan senangnya. Ia pun tersenyum lalu menyuap makanannya.


Setelah makan, Tia mencuci piring dan Arka yang membersihkan meja makan. Ketika semuanya sudah beres, Arka dan Tia bersantai di ruang tengah sambil menonton televisi. Tidak lama kemudian, Arka masuk ke dalam kamarnya, ketika keluar ia membawa gitar dan duduk di samping Tia.


Tia memadang Arka dengan heran. Tidak lama kemudian Arka mematikan televisi lalu mulai memetik gitarnya dan bernyanyi.


Sing a song


Betapa aku mencintaimu


Dengan sepenuh hatiku


Betapa aku menyayangimu


Lebih dari yang kau tau


Ingin kubahagiakan dirimu


Setiap saat bersamaku


Seperti janjiku kepadamu


Takkan pernah ku ingkari


Aku 'kan selalu ada di dekatmu


Aku 'kan selalu menemani harimu

__ADS_1


Kau harus tahu


Betapa aku mencintaimu


Aku 'kan selalu ada di dekatmu


Aku 'kan selalu menemani harimu


Kau harus tahu


Betapa aku mencintaimu


Betapa aku mencintaimu


With everything inside of me


Tia mendengarkan Arka bernyanyi dengan seksama. Ia memandangi Arka saat tengah menghayati setiap bait syair lagunya. Setelah Arka menyelesaikan nyanyiannya, Tia bertepuk tangan dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk Arka dengan erat.


“Arka … aku mencintaimu juga … “ ucap Tia sambil memeluk Arka dan mengusap bulir air mata yang mulai mengalir di pipinya.


Arka melepas pelukan Tia dan memegangi kedua bahu Tia. Ia melihat Tia tengah menangis. Arka pun menyeka air mata Tia dengan ibu jarinya.


“Aku terharu Arka. Seumur hidupku, baru kali ini ada orang yang memperlakukanku dengan spesial, yaitu kamu,” jawab Tia lalu memeluk Arka lagi. Arka pun membalas pelukan Tia.


Sejak dulu, Tia selalu dikucilkan orang sekitar dan teman-temannya di sekolah. Ia memang berparas cantik, tapi ia hanyalah anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan. Untungnya dia gadis yang pintar, sehingga ia bisa bersekolah gratis.


Seumur hidupnya belum pernah ada laki-laki yang menyatakan cinta padanya. Arka adalah laki-lai pertama yang mencintainya. Tentu saja itu membuat Tia terkejut dan heran. Arka orang kaya, mana mau mencintai gadis seperti dirinya. Akhirnya Tia pun menolak Arka, tapi Arka selalu mengejarnya dan berusaha meyakinkan Tia bahwa ia serius. Setelah mempertimbangkannya, akhirnya Tia pun menerima cinta Arka.


Sore hari menjelang petang, Arka mengantar Tia pulang ke panti asuhan.


***


Hari Minggu


Bu Widya arisan bersama teman-temannya seperti biasa, tapi kali ini giliran di rumahnya. Karena semua orang tahu Bu Widya hanya mempunyai seorang anak laki-laki yang terkenal tampan, sehingga banyak teman-temannya datang dengan membawa anak gadisnya. Merek berharap anak Bu Widya akan menyukai salah satu dari anak gadis mereka. Tanpa mereka tahu bahwa Arka kini tinggal di apartemen yang baru ia beli beberapa hari yang lalu.


Vanessa adalah anak salah satu teman arisan Bu Widya. Ia juga teman sekolah sekaligus satu kelas dengan Arka. Ia menyukai Arka sejak dulu, tapi Arka hanya menganggapnya teman. Bahkan Arka jarang atau hampir tidak pernah menyapanya.

__ADS_1


“Tante, di mana Arka?” tanya Vanessa sambil celingak-celinguk mencari sosok Arka.


“Oh Arka sudah tidak tinggal di sini,” jawab Bu Widya sambil tersenyum.


“Loh? Kemana Tante?” tanya Vanessa semakin penasaran. Hari ini ia ikut mamanya arisan karena acaranya diadakan di rumahnya Arka, tapi Arka malah tidak ada di rumah. Ia pun menjadi kesal seketika.


“Beberapa hari yang lalu Arka minta dibelikan apartemen, katanya pengen mandiri sambil latihan nanti kalau kuliah di Amerika. Jadi papanya langsung setuju saja saat Arka minta dibelikan apartemen,” jawab Bu Widya menjelaskan pada semua teman-temannya sekaligus pamer.


Para tamu terkejut dan tercengang setelah mendengar penjelasan Bu Widya. Mereka tidak menyangka bahwa Pak Hendro akan memanjakan anaknya sampai segitunya.


“Berapa harga apartemennya Jeng?” tanya Bu Monica mamanya Vanessa.


“Kalau enggak salah sih 800 jutaan gitu. Papanya Arka yang urus, jadi saya tidak tahu jelasnya berapa,” jawab Bu Widya sambil meringis. Lagi-lagi semua tamu terkejut dengan harga apartemennya.


“Waaah mahal juga ya Jeng … “ balas Bu Angel.


“Demi anak, segitu mah enggak ada apa-apanya bagi Pak Hendro. Kecil itu mah,” ujar Bu Ratna sambil menjentikkan jari kelingkingnya. Bu Widya hanya tersenyum mendengarkan teman-temannya berkomentar.


“Silakan dinikmati kue-kuenya … saya tinggal dulu ya … ” ujar Bu Widya sambil tersenyum lalu beranjak pergi. Ketika melihat Bu Widya pergi, Vanessa mengejar Bu Widya.


“Tante, boleh bicara sebentar?” tanya Vanessa pada Bu Widya.


“Iya, ada apa?” tanya Bu Widya heran.


“Bisa kita bicara di tempat lain?” tanya Vanessa lagi sambil memperhatikan sekeliling. Bu Widya pun mengangguk lalu mengajak Vanessa ke kamar tamu.


“Ada apa?” tanya Bu Widya pada Vanessa.


Vanessa pun mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan foto Arka berpelukan dengan Tia saat di kelas waktu itu. Bu Widya meraih ponsel itu lalu melihat foto itu dengan seksama.


“Ini Arka?” tanya Bu Widya pada Vanessa.


“Iya Tante, dan cewek yang memeluk Arka itu pacarnya,” jawab Vanessa sambil tersenyum sinis.


“Benarkah? Wah tante jadi senang mendengarnya. Gadis ini sangat cantik. Terima kasih ya infonya … ” ucap Bu Widya senang akhirnya Arka punya pacar dan pacarnya adalah gadis yang ia lihat di rumahnya beberapa hari yang lalu.


“Tapi Tante … “ ucapan Vanessa terputus karena tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar itu. Bu Widya pun segera bangkit untuk membuka pintu kamar itu.

__ADS_1


“Maaf ya tante tinggal dulu, ada urusan sebentar … “ ucap Bu Widya pada Vanessa. Vanessa pun mengiyakan sambil tersenyum yang dipaksakan.


“Sial! Sedikit lagi rencanaku memisahkan Arka dan Tia akan berhasil, tapi ada saja gangguan,” gumam Vanessa sambil meremas ponselnya. Setelah itu ia keluar dari dalam kamar itu dan kembali ke ruang tamu membaur dengan tamu lainnya.


__ADS_2